Menu

Mode Gelap
Status IDM 3 Desa Perbatasan Kecamatan Sei Menggaris Dengan Malaysia 3 Dari 5 Desa Perbatasan Kecamatan Tulin Onsoi Dengan Malaysia Masih Tertinggal Limpakon, Desa Perbatasan Kecamatan Lumbis Ogong Dengan Malaysia Masih Tertinggal Status 6 Desa Perbatasan di Kecamatan Lumbis Pansiangan Masih Tertinggal Seluruh Desa Perbatasan di Kecamatan Lumbis Hulu Berstatus Desa Tertinggal

Dinamika · 3 Sep 2022 23:58 WIB ·

355 Desa Sangat Tertinggal di Kabupaten Tolikara Perlu Mendapat Perhatian


 Anak-anak Tolikara dengan latar belakang Rumah Honai, rumah khas Papua. (Foto: Youtube Derwes Jigwa) Perbesar

Anak-anak Tolikara dengan latar belakang Rumah Honai, rumah khas Papua. (Foto: Youtube Derwes Jigwa)

JURNALDESA – Sebanyak 355 desa yang terdapat di Kabupaten Tolikara hingga September 2022 statusnya masih tergolong Desa Sangat Tertinggal. Mungkin status itu akan tetap hingga September 2023 mendatang. Mengingat APBD Kabupaten Tolikara untuk Tahun Anggaran 2022 baru saja di ketuk palu pada Februari 2022 lalu.

Disisi lain pemutakhiran klasifikasi desa-desa yang diprogres oleh Kemendes PDTT untuk IDM 2022, saat artikel ini disusun, masih berlangsung dan telah mencapai 98,66%. Prosentase itu setara dengan 73.953 desa telah rampung diinput datanya dari jumlah desa yang ditargetkan sebanyak 74.961 desa di seluruh Indonesia.

Untuk data pemutakhiran Kabupaten Tolikara sendiri sepenuhnya telah diinput dalam sistem IDM Kemendes PDTT. Termasuk hasil rekomendasi bagi peningkatan pembangunan maupun kegiatan-kegiatan bagi 545 desa yang terdapat di Kabupaten Tolikara, khususnya pada 355 desa yang statusnya masih sangat tertinggal.

Seperti keterangan yang diterima Jurnaldesa melalui Ditjen Perimbangan Keuangan, disebutkan bahwa Dana Desa yang dialokasikan bagi Kabuaten Tolikara untuk tahun 2022 ini nilainya sebesar 414 milyar, atau lebih tepatnya sebesar Rp.414.589,513.000.

Jika berdasarkan Peraturan Menteri Desa PDTT Nomor 7 Tahun 2021 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa tahun 2022, maka Dana Desa diprioritaskan penggunaannya untuk pemulihan ekonomi nasional yang sesuai kewenangan desa. Termasuk program prioritas nasional sesuai kewenangan desa, serta mitigasi dan penanganan bencana alam dan non alam sesuai kewenangan desa.

Sekiranya aturan Permendes tersebut pada turunannya di tingkat Pemerintahan Kabupaten Tolikara dapat disinkronkan pada program-program yang relevan, termasuk pada 545 Pemerintahan Desa dibawahnya, pastinya nilai 414 milyar dapat terealisasi secara efektif, efesien dan optimal bagi kemaslahatan desa-desa di Tolikara.

 

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 414 kali

Baca Lainnya

Musrenbangdes RKP 2024 Desa Ambengan Bali Fokus Pada Kesehatan

10 Oktober 2023 - 08:10 WIB

Desa Ambengan

Program Electrifying Agriculture PLN Tekan Biaya Operasional Petani Bawang Hingga 75 Persen

28 April 2023 - 16:09 WIB

PLN

Pom Listrik Kapal Sandar PLN Bantu Nelayan NTT

28 April 2023 - 12:28 WIB

PLN

Siswa Sekolah Live in di Desa Wisata Binaan Bakti BCA

13 April 2023 - 17:08 WIB

BCA

BMKG Tingkatkan Literasi Iklim Petani Kopi

20 Maret 2023 - 15:04 WIB

BMKG

Warga Pedukuhan Gunung Cilik, Bantul, Tak Lagi Kesulitan Air Bersih

14 Maret 2023 - 18:32 WIB

BCA
Trending di Dinamika