5 Desa Wisata di Indonesia yang Menginspirasi

0
133
desa wisata di Indonesia yang Menginspirasi
desa wisata di Indonesia yang Menginspirasi

Jurnaldesa.id | Jakarta – Salah satu program pemerintah dalam mempercepat kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia adalah mengembangkan desa wisata. Berbeda dengan destinasi wisata biasa, desa wisata mengedepankan budaya, alam, dan keunikan dari setiap daerah yang dikunjungi.

Di Indonesia sendiri terdapat ribuan desa potensial untuk dijadikan desa wisata. Ada beberapa komponen yang diperlukan untuk membangun sebuah desa wisata. Pertama adalah memiliki konsep wisata. Komponen kedua adalah minat dan kesiapan masyarakat dalam mengembangkan destinasi wisata setempat.

Satu lagi yang tidak kalah penting adalah wilayah tersebut wajib memiliki konsep desa wisata yang unik. Dengan memiliki konsep desa wisata yang unik dapat menjadi nilai jual yang menonjol dibandingkan dengan destinasi wisata lainnya.

Sementara itu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menargetkan sebanyak 244 desa wisata tersertifikasi menjadi desa wisata mandiri hingga 2024 mendatang.

Nah, berikut ini adalah 5 desa wisata di Indonesia yang menginspirasi.

Desa Penglipuran, Bali

Desa Penglipuran merupakan contoh ideal sebuah desa wisata di Indonesia. Berada di dataran tinggi di sekitar kaki Gunung Batur, Kabupaten Bangli, Desa Penglipuran memiliki pemandangan indah, serta suasana desa yang tenang dan asri.
Salah satu hal yang paling menonjol dari Desa Penglipuran adalah kebersihannya yang sangat terjaga. Selain itu rumah di Desa Penglipuran memiliki ciri khas yang kuat, bagian depan rumah penduduk terlihat sama satu dengan lainnya. Menariknya, penduduk desa terus melestarikan budaya baik fisik maupun non fisik.

Berkat kegigihan dalam menjaga lingkungan dan budaya, Desa Penglipuran pun dinobatkan sebagai desa wisata terbersih dan terbaik dari “Sustainable Destinations Top 100” versi Green Destinations Foundation.

Pada 2016, Desa Penglipuran terpilih sebagai “Desa Terbersih” ketiga di dunia versi majalah internasional Boombastic. Tak kalah menarik, Desa Penglipuran juga mendapat penghargaan ISTA (Indonesia Sustainable Tourism Award) 2017 dengan peringkat terbaik kategori pelestarian budaya.

Desa Lerep, Semarang

Berlokasi di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Desa Lerep menjadi salah satu desa wisata yang menginspirasi dan jadi tujuan wisatawan. Tidak heran jika saat ini Desa Lerep telah tersertifikasi sebagai desa wisata berkelanjutan oleh Kemenparekraf/Baparekraf.

Ada banyak daya tarik dan keunggulan dari Desa Wisata Lerep, salah satunya adalah pasar kuliner jadul yang menghadirkan makanan lokal yang khas. Uniknya, di pasar jadul Desa Lerep menyediakan jajanan sehat dengan menggunakan bahan organik.

Selain itu, Desa Lerep juga mengembangkan konsep wisata berwawasan lingkungan dengan meniadakan kemasan plastik. Belum lagi adanya tradisi tahunan: Iriban, yang menjadi daya tarik tersendiri di Desa Lerep.

Desa Osing Kemiren, Banyuwangi

Desa wisata selanjutnya adalah Osing Kemiren di Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi. Menarik, desa ini pun telah mendapatkan sertifikasi desa wisata berkelanjutan dari Kemenparekraf/Baparekraf dan ditetapkan sebagai salah satu cagar budaya.

Desa Osing Kemiren memiliki budaya yang sangat kuat yang ditinggali suku Osin selaku penduduk asli Kabupaten Banyuwangi. Mereka memiliki tradisi khas yang masih dijalankan hingga sekarang, yaitu, ritual Idher Bumi, yang bertujuan mengusir penyakit.

Terdapat kesenian yang tak kalah menarik dari desa Osing Kemiren, antara lain: Barong, Kuntulan, Jaran Kincak Mocopatan, dan Gandrung. Satu yang tidak boleh dilewatkan di desa wisata ini adalah kopi Osing, kopi khas Kemiren.

Desa Sade, Lombok

Tak kalah menarik, Desa Sade yang berlokasi di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah masuk ke dalam kategori desa wisata yang menginspirasi. Hal ini berkat potensi besar yang dimilikinya, mulai dari budaya, kehidupan masyarakat, hingga berbagai produk ekonomi kreatifnya.

Desa Sade memiliki sekitar 150 rumah adat berdinding anyaman bambu, beratap alang-alang kering, dan berlantaikan tanah liat serta sekam padi. Salah satu daya tarik di Desa Sade adalah kerajinan menenun kain songket yang indah.
Menenun kain merupakan sebuah kewajiban bagi perempuan di Desa Sade. Jika tidak bisa menenun, maka perempuan belum diperbolehkan menikah meskipun sudah cukup umur.

Tidak kalah menarik, ada adat kawin culik bagi pasangan yang saling mencintai dan berencana menikah. Adat ini dilakukan laki-laki yang membawa lari calon pengantin perempuan, yang kemudian diinapkan di rumah kerabatnya. Keesokannya pihak laki-laki dan keluarga melamar gadis yang dibawanya untuk dinikahi.

Liang Ndara, Flores

Satu lagi desa wisata yang sayang untuk dilewatkan adalah Liang Ndara di Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Di Liang Ndara kita bisa melihat langsung pembuatan kerajinan tangan dan kain tenun warna-warni yang khas.

Ditambah lagi, desa wisata ini juga menawarkan sarana trekking yang menyenangkan di hutan Mbeliling sembari menikmati pemandangan hijau yang luas. Di sisi lain, Desa Liang Ndara memiliki tiga air terjun yang dilengkapi gua eksotis, yaitu Air Terjun Liang Kantor, Air Terjun Wae Rebus, dan Air Terjun Wae Satar.

Itulah 5 desa wisata di Indonesia yang menginspirasi desa lainnya. Tertarik mengunjunginya?

Pewarta : LIN
Editor : DJ

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here