Jurnaldesa.id | Kapuas Hulu – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerjunkan 1.512 personil Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) ke Kalimantan Barat. Selanjutnya 1.512 personil tersebut akan disebar ke 14 Kabupaten/Kota yang ada di Kalimantan Barat.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kapuas Hulu Rupinus, S.Sos., M.Si. mengatakan, “Kabupaten Kapuas Hulu mendapatkan 105 personil satgas, terdiri dari 70 anggota TNI, 14 anggota Polri, 7 anggota BPBD, 14 anggota masyarakat. Personil akan disebar ke 7 desa di 5 kecamatan. Masing-masing desa akan ditempatkan 15 orang, terdiri dari 10 anggota TNI, 2 anggota Polri, 1 anggota BPBD, 2 anggota masyarakat.”
Desa-desa tersebut antara lain Desa Penai di Kecamatan Silat Hilir. Desa Bongkong di Kecamatan Suhaid. Desa Madang Permai di Kecamatan Seberuang. Desa Ranyai di Kecamatan Selimbau. Desa Sekulat, Desa Dalam, dan Desa Sepandan di Kecamatan Batang Lupar. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 4 bulan dari bulan Juli hingga Oktober, disebabkan musim kemarau yang berkepanjangan.
Menurut Kepala BPBD Provinsi Kalimantan Barat Christianus Lumano, “kegiatan penanggulangan bencana asap ini untuk membantu pemerintah dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan. Personil satgas nantinya akan ditempatkan di rumah-rumah warga yang terdiri dari 2 personil dalam 1 rumah. Hal itu dilakukan selain untuk membantu dan berbaur dengan masyarakat, personil juga berkewajiban melakukan sosialisasi mengenai Karhutla.”
Selain personil tambahan, BPBD Kabupaten Kapuas Hulu juga mendapat bantuan 1 unit helikopter untuk water bombing. Helikopter yang ditempatkan di Sintang tersebut siap diterbangkan apabila kebakaran hutan dan lahan tidak dapat diatasi dengan cara manual. “Titik api yang muncul kebanyakan tidak terpantau satelit, hal itu disebabkan titik itu sudah padam ditangani oleh tim satgas,” ujar Lumano.
Dari keterangan yang dikutip dari info.kapuashulukab.go.id, Christianus Lumano menambahkan, “Setiap hari ada saja 3 – 5 laporan kejadian lahan terbakar dan segera diatasi. Namun terlepas kesiapan tim satgas di lapangan yang cukup ekstra, hal terpenting saat ini adalah bagaimana menggugah kesadaran masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar.”
Pewarta: Yudi AS.
Editor: Djali Achmad