Infrastruktur // Teknologi

Adaptasi UMKM Terhadap Transformasi Digital

Jurnaldesa.id | Tangerang – Fenomena digitalisasi perilaku dan keseharian marak terjadi ditengah – tengah masyarakat. Kemudian perilaku ekonomi pun ikut terdampak pada pertumbuhan teknologi yang menjadi sebuah kebiasaan baru di masyarakat. Lalu bagaimana relevansinya dengan UMKM di Indonesia, kebutuhan untuk transformasi digital dipandang perlu untuk dilakukan agar menambah nilai tambah bagi produk UMKM.

“Transformasi digital merupakan sebuah keniscayaan yang dapat dihindari. Di masa lalu setiap penemuan teknologi, seperti ketika James Watt menemukan listrik atau Thomas Alfa Edison menemukan lampu. Yang kemudian penemuan itu dianggap suatu fenomena sihir atau atau ilusi, tetapi kini telah diketahui bahwa penemuan tersebut merupakan ilmu pengetahuan. Begitupula dengan teknologi digital, perkembangan teknologi ini tak dapat dihindari dan merupakan bagian dari ilmu pengetahuan itu sendiri,” seru Irwansyah Nuzar, Pemerhati Teknologi Digital dan Staff Ahli Wantiknas.

Ia mengutarakan, bahwa UMKM pun turut mengikuti perkembangan teknologi digital, sedikit banyak kita saksikan tukang sayur pun sudah menggunakan smartphone yang canggih. Bisa kita ilustrasikan misalnya, produk Topeng Bali, kalau di transformasikan ke digital dengan produk Bali Traditional Souvenir tentunya akan memberikan nilai tambah yang signifikan. Yang tadinya dari pengrajin hanya terjual 1 juta menjadi 5 juta dengan menggunakan teknologi digital, karena dapat dijangkau oleh seluruh dunia.

“Selama UMKM tidak melakukan transformasi digital maka akan selalu terjebak dalam pusaran tengkulak dan calo. Kemudian yang perlu diketahui adalah UMKM sudah siap belum untuk melakukan transformasi digital. Dan Pemerintah RI juga harus mempersiapkan infrastruktur untuk akses internet, dan sebagai sebuah informasi pemerintah sudah melakukan pembangunan hal tersebut melalui program BAKTI. Memang belum 100 persen selesai tetapi progresnya ada, dan pihak swasta juga terlibat dalam pembangunan infrastruktur digital,” ujar Irwansyah Nuzar.

Ia menuturkan, antara kesiapan Pemerintah RI dan kesiapan masyarakat dalam hal ini UMKM harus seimbang. Pemerintahnya siap dan UMKM siap, jangan juga kalau didengungkan terus transformasi digital tetapi kapan dimulainya belum diketahui. Trennya positif sudah terjadi, sekalipun ada kekurangan disana sini tetapi sudah berjalan. Program – program yang melibatkan UMKM juga dilakukan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. E Commerce dan Marketplace juga sudah mendukung untuk UMKM, mereka juga memberikan akses untuk UMKM, tetapi sekali lagi, UMKM harus memanfaatkan fasilitas tersebut.

“Masih banyak UMKM yang belum memanfaatkan E Commerce dan Marketplace terutama di level produsen. Sejauh ini E Commerce masih marak dengan produk impor, sangat disayangkan ini terjadi. Tentunya diharapkan para pelaku UMKM meningkatkan usahanya dan kapasitasnya dengan bersedia untuk belajar teknologi digital. Bagi pelaku UMKM yang sudah turun temurun banyak di negeri kita, sebaiknya pola pikirnya dan kesadarannya harus diperluas untuk membesarkan usahanya,” pungkasnya Irwansyah Nuzar.

Untuk ulasan lebih lengkapnya dapat disaksikan di tayangan video berikut :

Adaptasi UMKM Terhadap Transformasi Digital

Pewarta : FEB
Editor : LIN

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sorotan Publik

To Top