Apkasi Siap Kembangkan Desa Wisata dan Crossborder Tourism

0
402
jurnaldesa/foto:apkasi (Abdullah Azwar Anas saat serah terima pataka Apkasi dan buku laporan kegiatan 2016-2019 dari Mardani H. Maming pada pergantian Ketua Umum Apkasi)

Jurnaldesa.id | Jakarta – Dalam penutupan Apkasi Otonomi Expo 2019 yang berlangsung di Hall B, Balai Sidang Jakarta Convention Center, Senayan, Jum’at (5/7/2019), Ketua Umum Apkasi Abdullah Azwar Anas mengatakan, “Apkasi siap bekerjasama dengan Kemenpar untuk mengembangkan berbagai sektor pariwisata di daerah, mulai pariwisata lintas batas negara (crossborder tourism) sampai desa wisata.

“Apkasi yang beranggotakan 416 kabupaten siap mendukung program-program Kemenpar, sehingga ke depan kebijakan pariwisata nasional bisa semakin punya instrumen pelaksanaan yang efektif dan saling dukung di daerah,” ujar Abdullah Azwar Anas yang baru saja menggantikan Mardani H. Maming sebagai Ketua Umum Apkasi.

Anas menjelaskan, pengembangan kolaborasi pariwisata ini sekaligus bagian dari strategi memajukan seni-budaya daerah, semakin kuat konten kearifan lokal semakin kuat pula daya tarik bagi pengunjung. “Untuk crossborder tourism sudah saya sampaikan ke Pak Menteri, pilot project kerja sama akan dibuat di beberapa kabupaten, misalnya di Kabupaten Belu, NTT, yang wilayah perbatasannya telah dibangun oleh pemerintah pusat dengan ikon-ikon yang menarik,” ujarnya.

Menurut Anas, dalam keterangannya pada apkasi.org, strategi crossborder tourism yang diinisiasi Kemenpar harus disambut Apkasi karena akan sangat mendukung pengembangan kabupaten-kabupaten yang menjadi perbatasan negara. Pasarnya datang dari negara-negara tetangga, seperti Malaysia, Thailand, Filipina, Papua Nugini, dan Timor Leste.

“Sudah banyak kisah sukses crossborder tourism. Perancis 50% wismannya diperoleh dari negara yang berbatasan dengannya. Di Belgia, 51% wisman didapat dari border tourits. Sedangkan di Thailand 45%. Malaysia lebih tinggi, 60% wismannya berasal dari tetangganya. Ini kesempatan bagi kabupaten terdepan untuk ‘menyedot’ wisatawan mancanegara, yang otomatis akan menggerakkan ekonomi kabupatennya,” ungkapnya.

Terkait pengembangan desa wisata, Apkasi siap berkolaborasi dengan Kemenpar sesuai visi Presiden Jokowi membangun bangsa dari pinggiran atau desa dengan memanfaatkan budaya, alam, dan kreativitas warganya. “Apkasi siap menyukseskan target 2.000 Desa Wisata Mandiri yang dicanangkan pemerintah pusat. Bukan hanya desa wisata rintisan, berkembang, dan maju, tapi sudah ke mandiri,” jelas Anas.

Di Indonesia total desa sekitar 83.000. Menurut pemerintah pusat 10% nya berpotensi menjadi desa wisata. “Itu tugas Apkasi, kemenpar, dan pemerintah provinsi untuk mengembangkannya,” ujar Anas. Terkait homestay, Apkasi akan fokus mengangkat arsitektur khas lokal. “Kemenpar memiliki ribuan kamar penduduk di desa-desa yang diaktivasi menjadi homestay. Itu akan dikerjasamakan Apkasi agar merata di kabupaten,” pungkas Anas.

Pewarta: Yudi AS.
Editor: Djali Achmad

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here