Bank Sampah Daun Jati Hijau Bencongan, Dari Masyarakat untuk Masyarakat

0
3

Jurnaldesa.id | Tangerang – Kebersihan lingkungan menjadi kepedulian bersama di tengah masyarakat. Bagi pelaku kegiatan pengolahan sampah tentunya dipandang perlu untuk dilakukan guna menjaga kebersihan lingkungan. Pada proses kegiatan pengerjaannya melibatkan kesukarelawanan masyarakat yang memiliki kepedulian akan pengolahan sampah agar menjadi produktif.

Pengolahan sampah Daun Jati Hijau melibatkan sosialisasi ke masyarakat berdasarkan wilayah. Topik pembahasan yang dilakukan Jurnal Desa adalah wilayah Kelurahan Bencongan, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Sampah Daun Jati Hijau diolah dan dikelola oleh Bank Sampah Bencongan untuk diproduksi menjadi Pupuk Kompos Organik. Kemudian hasil produksinya didistribusikan untuk masyarakat kembali dimanfaatkan bagi tanaman rumah.

“Kami merupakan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) yang dibawah naungan Kelurahan Bencongan. Sejak 2019 dipercaya untuk mengelola Bank Sampah Bencongan yang terdiri atas 27 Rukun Warga (RW). Pengolahan ini melibatkan masyarakat secara keseluruhan di wilayah Bencongan yang berkoordinasi dengan Rukun Tetangga (RT), RW dan Kelurahan setempat, sebagai sebuah upaya menjaga kebersihan lingkungan,” seru Ahmad, Pengelola LPM Bank Sampah Daun Jati Hijau Bencongan.

Ia mengemukakan, kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan pemberdayaan masyarakat dibawah naungan Kelurahan Bencongan. Kepedulian masyarakat untuk kebersihan dimanfaatkan untuk mengumpulkan sampah secara kolektif ke Bank Sampah. Berdasarkan pendekatan kolektif masyarakat ini kami melakukan sosialisasi tentang pengolahan sampah agar masyarakat ketika mengumpulkan sampahnya tertata dengan baik.

“Bank Sampah disini masih butuh banyak bantuan atau dukungan, terutama mesin pengolahan sampah. Dengan teknologi yang bagus tentunya semakin membuat pengolahan sampah menjadi baik hasilnya. Saat ini mesinnya masih sederhana dan butuh dukungan untuk pemutakhiran teknologi mesin pengolahan sampah. Dukungan masyarakat juga sangat membantu dengan melakukan pengumpulan dan mengantarkan sampahnya ke Bank Sampah Daun Jati Hijau Bencongan,” ujar Aceng, Pengelola LPM Bank Sampah Daun Jati Hijau Bencongan.

Ia mengatakan, sampah yang dikumpulkan ke Bank Sampah Bencongan di konversi dengan uang secara termin reguler. Per kilonya saat ini dihargai Rp2.000,- yang kemudian kami memberikan buku tabungan kepada masyarakat yang memanfaatkan jasa Bank Sampah Bencongan. Sampah terkumpul diolah dan dikelola dengan mesin untuk menjadi Pupuk Kompos Organik. Sampah yang terkumpul juga dicampur dengan kotoran ternak untuk kemudian di fermentasi bersama sampah daun jati hijau menjadi produk Pupuk Kompos Organik.

Untuk ulasan lebih lengkapnya dapat disaksikan di tayangan berikut :

Pewarta : FEB
Editor : LIN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here