Menu

Mode Gelap
Sepenting Apa Skoring Indeks Desa Membangun (IDM)? Beberapa Data IDM Kemendes Terdapat Yang Tidak Konsisten Mengapa Baksos TNI/Polri Ke Desa Tidak Masuk Variabel Penilaian IDM Kemendes? Peroleh 885 Juta, Desa Sungai Benuh Jambi Tetap Berstatus Desa Sangat Tertinggal Profil Desa Paling Sangat Tertinggal di Indonesia

Dinamika · 14 Jan 2020 10:00 WIB ·

Bantuan Logistik Menumpuk, Warga Cipanas Lebak Butuh Alat Masak yang Tersapu Sungai Ciberang

jurnaldesa/foto:bayu.tng (Bantuan Logistik Menumpuk, Warga Cipanas Lebak Butuh Alat Masak)

Jurnaldesa.id | Lebak – Intensitas hujan tinggi yang terjadi pada malam pergantian tahun beberapa waktu lalu mengakibatkan volume air Sungai Ciberang, Lebak, meluap tinggi. Kondisi tersebut menyisakan berbagai dampak yang merugikan warga yang tinggal tidak jauh dari bantaran sungai. Seperti yang terjadi di Kampung Bujal dan Kampung Seah, Desa Cipanas, Kecamatan Cipanas, Kabupate Lebak, Banten.

Berdasarkan pengamatan di lapangan kedua kampung itu berdiri tidak jauh dari tepian sungai Ciberang. Ketika bencana banjir sungai Ciberang terjadi, kedua kampung itu menjadi salah satu yang terdampak. Menurut Dede (45) Ketua Posko di Kampung Bujel mengatakan bahwa bantuan logistik sudah lebih dari cukup, “syukur alhamdulillah bantuan logistik dari berbagai pihak banyak kami terima dan sebagian bantuan telah kami salurkan ke warga yang terkena dampak,” terang Dede.

Bantuan logistik itu seperti beras, mie instan, minyak sayur, telur, teh, susu, kopi, air mineral, dan beberapa alas tidur yang berasal dari bantuan warga asal Tangerang, Jakarta, Bogor, Bekasi. Dede menambahkan, saat ini warga di kampungnya sangat membutuhkan peralatan memasak dan perlengkapan sekolah. “Saat ini banyak warga bertanya, kira-kira kita memasak bantuan logistik ini dengan apa ya? Karena alat masak di dapurnya rata-rata banyak yang terbawa arus banjir,” jelas Dede.

“Termasuk dengan perlengkapan kebutuhan sekolah, rata-rata anak-anak di kampung sini pakaian dan alat sekolahnya sudah tidak ada, hanyut waktu banjir kemarin”, pungkas Dede yang kesehariannya bekerja sebagai penambang tradisional. Sedangkan seorang relawan yang berasal dari organisasi Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Kabupaten Tangerang, Harrys Yasin menuturkan, “kalau berkenan, mohon warga di kedua kampung itu dibantu peralatan masak, sebab sayang juga logistik sudah lebih dari cukup tapi kompornya tidak ada,” jelas kakak Pramuka yang akrab disapa Kak Bayu.

Pewarta: Darmanto
Editor: Djali Achmad

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 14 kali

Baca Lainnya

Sepenting Apa Skoring Indeks Desa Membangun (IDM)?

25 Juli 2022 - 13:37 WIB

Desa Peliatan

Beberapa Data IDM Kemendes Terdapat Yang Tidak Konsisten

22 Juli 2022 - 19:32 WIB

IDM 2021

Mengapa Baksos TNI/Polri Ke Desa Tidak Masuk Variabel Penilaian IDM Kemendes?

21 Juli 2022 - 17:43 WIB

Baksos Korem 132/Tadaluko

Peroleh 885 Juta, Desa Sungai Benuh Jambi Tetap Berstatus Desa Sangat Tertinggal

20 Juli 2022 - 05:35 WIB

Desa Sungai Buluh

Profil Desa Paling Sangat Tertinggal di Indonesia

18 Juli 2022 - 19:36 WIB

Desa Diyoudimi

Akses Internet dan Jalan Aspal Belum Ada, Kurulimbu Selatan NTT Naik Status

15 Juli 2022 - 18:02 WIB

IDM Kemendes PDTT
Trending di Artikel