Menu

Mode Gelap
Status IDM 3 Desa Perbatasan Kecamatan Sei Menggaris Dengan Malaysia 3 Dari 5 Desa Perbatasan Kecamatan Tulin Onsoi Dengan Malaysia Masih Tertinggal Limpakon, Desa Perbatasan Kecamatan Lumbis Ogong Dengan Malaysia Masih Tertinggal Status 6 Desa Perbatasan di Kecamatan Lumbis Pansiangan Masih Tertinggal Seluruh Desa Perbatasan di Kecamatan Lumbis Hulu Berstatus Desa Tertinggal

Dinamika · 16 Jan 2020 16:00 WIB ·

BNPB Jadikan Ogan Komering Ilir Percontohan Pencegahan Karhutla

jurnaldesa/foto:bnpb (BNPB Jadikan Ogan Komering Ilir Percontohan Pencegahan Karhutla)

Jurnaldesa.id | Jakarta – Medi Herlianto Direktur Mitigasi BNPB meninjau pembuatan sodetan di Kabupaten Ogan Hilir, Provinsi Sumatera Selatan yang dijadikan salah satu cara untuk mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Selasa, (14/1). Medi mengatakan, “mengutip pernyataan Sekretaris Utama BNPB beberapa waktu lalu, Kabupaten Ogan Hilir dijadikan pilot project pencegahan karhutla dengan adanya pembuatan sodetan ini”, ujar Medi.

“Hal ini diharapkan pembuatan sodetan ini menjadi investasi penanggulangan karhutla. Bencana karhutla harus ditangani sedini mungkin sejak pra bencana dengan tujuan menyelamatkan generasi masa depan dari bencana”, ucap Medi.

Program pencegahan karhutla ini berupa pembasahan lahan gambut dengan cara membuat sodetan di Sungai Meriak dan Sungai Keramasan di Desa Pulau Kabal Kabupaten Ogan Ilir yang direncanakan sepanjang 12,4 km.

Hingga 31 Desember 2019, pekerjaan ini sudah mencapai 8,8 km dengan sumber dana berasal dari Dana Siap Pakai (DSP) BNPB Tahun Anggaran 2019 dan akan dilanjutkan di awal tahun 2020, sehingga diharapkan saat memasuki musim kemarau, sodetan sungai ini dapat berperan dalam pencegahan karhutla.

Dahulunya, sumber air dari Sungai Keramasan adalah rawa dan genangan yang berada di sekitar sungai, namun saat ini daerah rawa dan genangannya telah mengalami degradasi karena alih fungsi lahan menjadi perkebunan. Perubahan tutupan lahan mengakibatkan penurunan kuantitas air pada sungai Keramasan.

Dengan dibuatnya saluran air yang menghubungkan Sungai Meriak dengan Sungai Keramasan diharapkan dapat menormalisasi kuantitas dan kualitas air di sungai Keramasan disamping berdampak sangat besar dalam mengantisipasi karhutla di area sekitarnya.

Perlu diketahui, luas lahan gambut yang terbakar di seluruh Indonesia menurut data KLHK per Desember 2019 seluas 480.178 ha. Karakter gambut yang bersifat kering dan memiliki kedalaman beragam bahkan hingga 30 meter tentu akan sulit dipadamkan oleh personel darat, pengemboman air bahkan dengan hujan buatan. Oleh karena itu perlunya mengembalikan kodrat lahan gambut yaitu basah, berair dan berawa.

Ketua Tim Ahli Kajian Sosio Ekonomi dari Universitas Sriwijaya, Sutopo mengungkapkan, bahwa saluran dari sodetan sungai ini dapat dikembangkan dari sisi pariwisata, yang nantinya akan membantu meningkatkan sosial ekonomi masyarakat di sepanjang saluran sodetan sungai.

“Kedepannya jalur sodetan sungai ini jika sudah terhubung ke dua sungai akan mendukung fungsional Kebun Raya Sumatera Selatan yang bertempat di Kabupaten Ogan Ilir sehingga dapat meningkatkan mata pencaharian masyarakat sekitar”, tutup Sutopo.

Pewarta: Yudi AS.
Editor: Djali Achmad

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 22 kali

Baca Lainnya

Musrenbangdes RKP 2024 Desa Ambengan Bali Fokus Pada Kesehatan

10 Oktober 2023 - 08:10 WIB

Desa Ambengan

Program Electrifying Agriculture PLN Tekan Biaya Operasional Petani Bawang Hingga 75 Persen

28 April 2023 - 16:09 WIB

PLN

Pom Listrik Kapal Sandar PLN Bantu Nelayan NTT

28 April 2023 - 12:28 WIB

PLN

Siswa Sekolah Live in di Desa Wisata Binaan Bakti BCA

13 April 2023 - 17:08 WIB

BCA

BMKG Tingkatkan Literasi Iklim Petani Kopi

20 Maret 2023 - 15:04 WIB

BMKG

Warga Pedukuhan Gunung Cilik, Bantul, Tak Lagi Kesulitan Air Bersih

14 Maret 2023 - 18:32 WIB

BCA
Trending di Dinamika