Bumdes.id Menggelar Pelatihan Bumdes Angkatan 17

0
550
jurnaldesa.id/foto:bumdes.id (Pelatihan BUMDes angkatan 17 menandakan lahirnya sekolah BUMDes)

Jurnaldesa.id | Yogyakarta – Bumdes.id, lembaga yang berkonsentrasi menangani pelatihan, pendampingan, dan konsultasi tentang desa khususnya BUMDes, kembali menggelar Training of Trainer (ToT) tentang BUMDes. Pelatihan yang dilangsungkan selama 3 hari (11-13 Juli 2019) itu diikuti oleh peserta dari berbagai unsur, bukan saja dari pengurus BUMDes dan perangkat desa melainkan juga dihadiri para akademisi yang selama ini ikut membina desa-desa dalam mengembangkan BUMDes.

Pelatihan yang telah melahirkan angkatan ke 17 itu agak sedikit berbeda dari pelatihan sebelumnya. Karena untuk pertama kalinya pelatihan tentang BUMDes dilaksanakan di Komplek Sekolah BUMDes, sebuah tempat milik Bumdes.id yang dirancang khusus sebagai pusat pendidikan BUMDes. Sekolah tersebut terletak di Jalan Nogorito nomor 26 Banyuraden, Gamping, Sleman, 55392, Yogyakarta.

Materi pelatihan yang disampaikan pada ToT yang berlangsung selama tiga hari itu cukup variatif dan relevan. Mulai dari Filosofi BUMDes, Pemetaan Potensi Desa, Penyusunan AD/ART dan struktur BUMDes, Manajemen Tata Kelola BUMDes, dan Perencanaan Penganggaran BUMDes. Setelah dua hari mengikuti materi classing dan diskusi, dihari ketiga peserta mengunjungi Desa Pandowoharjo, Sleman.

Desa Pandowoharjo merupakan sebuah desa di utara Kota Yogyakarta yang berhasil mengembangkan usaha pengolahan sampah dan pengembangan pertanian organik. Desa Pandowoharjo yang memiliki badan usaha yang bernama BUMDes Amarta menjadi desa yang banyak dikunjungi oleh desa lainnya karena memiliki manajemen usaha yang terstruktur dan melahirkan berbagai unit usaha.

Pemateri dalam pelatihan BUMDes angkatan 17 itu adalah Rudy Suryanto, SE, M.Acc, AK.,CA. Seorang master trainer BUMDes yang juga pendiri Bumdes.id. Dalam paparannya Rudy menegaskan bahwa semua desa memiliki potensi untuk membangun kekuatan ekonomi. Hanya saja hal itu belum terolah dengan baik oleh SDM yang ada di desa. Rudy juga menjelaskan mengenai ide dasar, pemahaman umum BUMDes dan berbagai regulasi yang menguatkan lahirnya gerakan desa membangun.

Dalam keterangan pers yang diterima Jurnaldesa.id, pelatihan BUMDes yang diselenggarakan oleh lembaga yang berpusat di Yogyakarta itu bukan saja dibutuhkan oleh para pengurus BUMDes, perangkat desa ataupun penggiat desa lainnya. Tetapi juga sangat penting diikuti oleh para akademisi dan berbagai lembaga yang konsen pada pengembangan potensi desa.

Pewarta: Yudi AS.
Editor: Djali Achmad

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here