Bung Karno, “Maha Pencinta” Karya Seni

0
59
Istana Bogor, Indonesia
Istana Bogor, Indonesia

Jurnaldesa.id | Bogor – Nama Ir. Soekarno tidak hanya terkenal sebagai sang proklamator dan Presiden pertama Indonesia. Di balik kewibawaannya, Bung Karno juga diketahui sebagai pecinta seni yang memiliki sense of art tinggi. Kegemaran Bung Karno terhadap karya seni bisa dilihat dari berbagai koleksi seni yang tersimpan di Istana Kepresidenan Bogor.

Koleksi seni Presiden Soekarno di Istana Bogor tak main-main. Bung Karno dikenal sangat jeli dalam menikmati dan menilai sebuah karya seni. Dalam hal seni lukis misalnya, beliau dapat dikatakan sebagai pengagum berat keindahan. Kurator Galeri Nasional Indonesia, Suwarno Wisetrotomo menyebut, koleksi lukisan Bung Karno lebih banyak membahas mengenai keindahan alam dan sosok-sosok yang indah.

Kecintaan Soekarno terhadap karya seni juga diakuinya sendiri dalam buku otobiografi: Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia. Dalam salah satu bab Bung Karno menggambarkan dirinya sebagai “maha pencinta”.

Selain mencintai negerinya, Soekarno juga amat mencintai rakyatnya, mencintai perempuan, termasuk mencintai karya seni. Dalam buku tersebut Soekarno mengatakan, “Aku bersyukur kepada Yang Maha Kuasa, karena aku dilahirkan dengan perasaan halus dan darah seni”.

Banyak ahli berpendapat, bahwa kegemaran Soekarno pada karya seni diturunkan oleh sang ibu, Ida Ayu Nyoman Rai. Sosok perempuan asal Bali tersebutlah yang konon mengalirkan darah seni pada Bung Karno.

Bahkan menurut sejarawan Asvi Warman Adam, kecintaan Soekarno pada seni lukis turut memengaruhi gaya kepemimpinannya. Disebutkan oleh Asvi, Soekarno turut berperan penting dalam penentuan lambang negara: Garuda Pancasila.

Koleksi Lukisan Presiden Soekarno yang tersimpan dengan baik di Istana Bogor, Indonesia

Istana Bogor, Saksi Bisu Kecintaan Soekarno pada Lukisan

Istana Bogor menjadi saksi tingginya minat Soekarno pada seni lukis. Istana Bogor disebut-sebut sebagai surganya karya seni di Indonesia.

Tetapi, “Sampai saat ini lukisan koleksi Bung Karno yang masuk kategori masterpiece lebih kurang ada 3.200-an yang tersimpan di 5 istana di berbagai daerah. Tidak ada pengurangan jumlah, tapi ada penambahan koleksi walau jumlahnya terbilang sedikit,” ujar Watie Moerani, mantan Kepala Rumah Tangga Istana Bogor.

Ada dua genre lukisan yang menarik minat Bung Karno, yakni lukisan pahlawan dan lukisan perempuan. Di mata Bung Karno, lukisan pahlawan tidak kalah menariknya dibandingkan dengan lukisan perempuan yang sering dikoleksinya.

Salah satu lukisan koleksi Presiden Soekarno di Istana Bogor adalah potret wanita misterius berjudul Rini. Lukisan ini sangat menarik karena dibuat sendiri oleh Bung Karno. Menurut Mikke Susanto, Kurator Pameran Seni, lukisan ini sejak selesai dibuat langsung dipajang di ruang kerja Bung Karno di Istana Bogor.

Rini digambarkan sebagai sosok wanita berkebaya hijau dengan jarik batik berwarna cokelat. Ia duduk menyamping memperlihatkan hidung mancung dan bunga yang terselip di telinganya.

Selain itu, lukisan karya maestro tanah air yang banyak tersimpan di Istana Bogor adalah karya-karya Basoeki Abdullah. Salah satu mahakarya Basoeki Abdullah yang dipajang di Istana Bogor adalah lukisan bertajuk Nyi Roro Kidul. Menggambarkan sosok perempuan penguasa laut selatan.

Suasana Galeri Lukisan Presiden Soekarno yang Tersimpan Rapih di Istana Bogor, Indonesia

Selain itu, ada juga koleksi dari Basoeki Abdullah yang bertema mitologi di Istana Bogor, yaitu Joko Tarub, Jika Tuhan Murka, Sembadra Larung, serta Perkelahian Rahwana dan Jatayu.

Selain karya pelukis Indonesia, Soekarno juga mengoleksi lukisan dari maestro mancanegara. Bahkan, dua dari tiga lukisan langka karya seniman Rusia, Konstantin Egorovick Makowsky, ada di Istana Bogor. Lukisan karya Makowsky ini banyak diburu karena memiliki nilai seni tinggi dan sangat langka. Sebab, semasa hidupnya Makowsky hanya membuat 3 lukisan saja.

Lukisan yang ditaksir bernilai lebih dari Rp18 miliar ini, didapatkan Soekarno sebagai hadiah saat dirinya melakukan kunjungan ke Rusia. Dua lukisan dengan harga fantastis tersebut, masing-masing berjudul: Perkawinan Adat Rusia dan Kahyangan.

“Lukisan milik Bung Karno datang dari berbagai negara. Mayoritas lukisannya adalah hibah atau pemberian dari seniman atau pelukis lokal dan internasional. Kami tidak bisa menyebut judul dan pelukisnya karena masih dalam penertiban data,” lanjut Watie Moerani, mantan Kepala Rumah Tangga Istana Bogor.

Untuk menikmati koleksi seni lukis Presiden Soekarno lainnya, kita bisa mengunjungi Galeri Nasional pada momen-momen pameran tertentu. Biasanya Pameran Lukisan Koleksi Istana Kepresidenan rutin digelar setiap tahunnya, guna disaksikan ke masyarakat sebagai sebuah daya tarik atraksi wisata.

Pewarta : FEB
Editor : LIN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here