Menu

Mode Gelap

Dana Desa · 22 Feb 2022 08:00 WIB ·

Curahan Pelapor Korupsi Dana Desa Tentang Janggalnya Keputusan Aparat Hukum


Nurhayati, Kepala Urusan (Kaur) Keuangan Desa Citemu, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon. (Foto: Istimewa) Perbesar

Nurhayati, Kepala Urusan (Kaur) Keuangan Desa Citemu, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon. (Foto: Istimewa)

JURNALDESA – Melalui platform sosial media seorang aparatur desa mencurahkan kekecewaan hatinya terhadap aparat penegak hukum. Kekecewaannya itu di posting melalui video instagram yang berdurasi lebih dari 2 menit.

Adalah Nurhayati, aparatur desa yang mencurahkan kekecewaannya di sosial media. Dalam videonya, Nurhayati mengaku menjabat sebagai Kepala Urusan (Kaur) Keuangan di Desa Citemu, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon.

Nurhayati mengungkapkan, kekecewaannya kepada aparat penegak hukum berawal dari sebuah kajanggalan terhadap kuputusan yang dibuat bagi dirinya. Hal itu disebabkan lantaran dirinya yang notabenennya sebagai pelapor dan juga saksi dari kasus korupsi Dana Desa, justru dijadikan tersangka.

Dalam pembelaannya di video tersebut Nurhayati mempertanyakan. Mengapa dirinya yang memberikan keterangan dan membantu menyampaikan informasi kepada penyidik kepolisian selama hampir proses 2 tahun penyelidikan kasus korupsi itu berlangsung, “namun di akhir tahun 2021 Saya ditetapkan sebagai tersangka atas dasar petunjuk dari Kajari (Kepala Kejaksaan Negeri),” ungkap Nurhayati.

Sebelumnya Kanit Tipikor sempat menyampaian penyesalannya kepada Nurhayati saat menyampaikan surat status tersangka dirinya. “Sebenarnya saya itu berat ngasih surat ini kepada Ibu. Karena Kami tahu betul bagaimana peranan Ibu dalam proses terkuaknya kasus korupsi di Desa Citemu yang dilakukan oleh Akuwu Supriyadi. Tapi Kami tidak bisa berbuat apa-apa karena semua ini atas petunjuk dari Kajari,” tutur Nurhayati saat menirukan pernyataan Kanit Tipikor dalam video tersebut.

Atas hal itu Nurhayati mempertanyakan. “Lantas apakah karena petunjuk dari Kajari, saya harus dijadikan tersangka hanya untuk mendorong proses P21 nya Kuwu tersebut. Jadi dimana letak perlindungan untuk Saya sebagai pelapor dan saksi,” tanya Nurhayati.

Dalam video itu Nurhayati memastikan bahwa dirinya tidak ikut akan uang hasil korupsi yang dilakukan oleh Kuwu tersebut. Dan dirinya juga menjamin, “kalau uang itu tidak pernah pulang ke rumah saya satu detik pun, tidak pernah,” tegas Nurhayati.

Nurhayati menambahkan, “Selama proses penyelidikan yang hampir memakan waktu dua tahun, dari waktu, tenaga, keluarga Saya, terutama anak-anak Saya yang jadi korban. Karena waktu Saya tersita hanya untuk mengungkap kasus korupsi Kuwu Supriyadi. Jujur, anak-anak Saya dirumah engga ada yang ngurus. Karena Suami Saya bertugas diluar,” tutup Nurhayati.

Penulis: Achmad S.
Editor: Djali Achmad

 

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 85 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

1,5 Triliun Guna Tolikara Yang Lebih Baik di 2022

1 September 2022 - 14:42 WIB

Kabupaten Tolikara

Peroleh 885 Juta, Desa Sungai Benuh Jambi Tetap Berstatus Desa Sangat Tertinggal

20 Juli 2022 - 05:35 WIB

Desa Sungai Buluh

KPK: 468,9 Triliun Dana Desa Telah Dikucurkan, Kemiskinan di Desa Masih Sangat Tinggi

8 Juni 2022 - 12:19 WIB

Dana Desa

Memahami Dengan Mudah Konsep Dasar Dana Desa

1 Juni 2022 - 08:00 WIB

Dana Desa

400 Triliun Dana Desa Digelontorkan Sejak 2015, Ini Hasilnya

28 Maret 2022 - 08:12 WIB

Dana Desa

Cerita Pembangunan Jalan Hanya di Depan Rumah Kades dan Tokoh Desa

26 Maret 2022 - 18:03 WIB

Desa
Trending di Dana Desa