Menu

Mode Gelap
Akhirnya Bali Muncul Sebagai Satu-satunya Provinsi Mandiri 355 Desa Sangat Tertinggal di Kabupaten Tolikara Perlu Mendapat Perhatian 43 Dari 46 Distrik di Kabupaten Tolikara Masih Berstatus Sangat Tertinggal 1,5 Triliun Guna Tolikara Yang Lebih Baik di 2022 Sepenting Apa Skoring Indeks Desa Membangun (IDM)?

Artikel · 14 Jul 2022 19:28 WIB ·

Desa Puuk Aceh Utara Terbebas Status Desa Sangat Tertinggal


 Satu suasana di Gampong Puuk, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara. (Foto: Bakhtiar Y) Perbesar

Satu suasana di Gampong Puuk, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara. (Foto: Bakhtiar Y)

JURNALDESA – Dalam Peringkat IDM Tahun 2021 yang dirilis Dirjen Pembangunan Desa dan Perdesaan Kementerian Desa dan PDTT, Desa Puuk tercatat sebagai desa peringkat pertama dalam klasifikasi Desa Sangat Tertinggal.

Namun tidak hanya Desa Puuk yang menyandang status itu, dibawahnya masih terdapat 5.648 Desa Sangat Tertinggal yang keberadaannya tersebar secara nasional.

Desa yang berlokasi di Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, pada IDM 2021 hanya mengantongi skor 0.4906 poin.

Jika diukur berdasarkan penentuan status IDM, batas skor antara Desa Sangat Tertinggal dengan Desa Tertinggal ada di skor 0,4907. Itu artinya, pada IDM 2021 lalu Desa Puuk masih kurang 0,0001 poin untuk mencapai Desa Tertinggal.

Pada tahun 2022 ini, selisih poin itu dapat dilampaui oleh Desa Puuk. Dengan mengumpulkan poin sebesar 0,5617, kini Desa Puuk telah terbebas dari statusnya sebagai Desa Sangat Tertinggal, meningkat menjadi Desa Tertinggal.

Desa yang menjadi hilir dari Sungai Krueng Pasee ini, berhasil menaikan skornya sebanyak 0,0711 poin. Peningkatan nilai itu di dapat Gampong (desa) Puuk berdasarkan dua Indeks Komposit.

Kedua indeks itu terdiri dari Indeks Ketahanan Sosial (IKS) dan Indeks Ketahanan Ekonomi (IKE). Sedangkan pada Indeks Ketahanan Lingkungan (IKL), Gampong Puuk tidak memiliki peningkatan poin.

Peningkatan poin pada IKE sebesar 0,133, dari skor 0,35 di tahun 2021 naik menjadi 0,483 di tahun 2022. Sedangkan poin IKS sebesar 0,08, dari nilai 0,589 di tahun 2021 naik jadi 0,669 poin di 2022.

Pada Indeks Komposit IKE, peningkatan poin bidang ekonomi Gampong Puuk terdapat pada dimensi “Keragaman Produksi” dan dimensi “Perdagangan”.

Indikator Keragaman Produksi

Pada dimensi Keragaman Produksi, yang perangkat indikatornya berupa “Keragaman Produksi Masyarakat Desa”, pada Gampong Puuk sudah terdapat lebih dari satu jenis kegiatan ekonomi.

Secara statistik angka yang diperoleh Gampong Puuk dari indikator peritem ini pada tahun 2021 sebesar 0,20%. Sedangkan pada tahun 2022 meningkat menjadi 1,00%.

Itu artinya kebijakan berupa rekomendasi untuk meningkatkan Keragaman Produksi yang menjadi “Super Prioritas” di tahun 2021, di tahun 2022 dapat terlampaui.

Sebab batas poin yang ditetapkan dari situasi dan kondisi Super Prioritas antara 0,00% – 0,50%, dan kondisi “Prioritas” antara 0,50% – 0,75%.

Indikator Tersedianya Pusat Perdagangan

Pada dimensi Tersedianya Pusat Perdagangan, yang perangkat indikatornya berupa “Akses Penduduk ke Pusat Perdagangan”, pada Gampong Puuk sudah terdapat Pertokoan maupun Pasar Permanen.

Secara statistik angka yang diperoleh Gampong Puuk dari indikator peritem ini pada tahun 2021 sebesar 0,20%. Sedangkan pada tahun 2022 meningkat menjadi 1,00%.

Itu juga artinya kebijakan berupa rekomendasi untuk meningkatkan Keragaman Produksi yang menjadi “Super Prioritas” di tahun 2021, di tahun 2022 dapat terlampaui.

Peningkatan Pada Indeks Ketahanan Sosial (IKS)

Sedangkan peningkatan IKS Gampong Puuk terdapat pada empat item. Pertama mengenai Akses Pendidikan Non Formal berupa kegiatan PKBM/Paket A-B-C. Poinnya naik dari 0,20% di 2021 menjadi 1,00% di tahun 2022.

Kedua tentang Modal Sosial, yaitu Terdapatnya Kegiatan Olahraga yang angkanya dari 0,20 di tahun 2021 menjadi 0,40 di 2022.

Selanjutnya tentang Tersedianya Sarana Pos Kamling di Desa dan Partisipasi Warga Siskamling. Keduanya memiliki peningkatan poin yang sama, yaitu dari 0,20% di 2021 menjadi 1,00% di tahun 2022.

Penulis: Achmad S.
Editor: Djali Achmad

 

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 39 kali

Baca Lainnya

Akhirnya Bali Muncul Sebagai Satu-satunya Provinsi Mandiri

8 September 2022 - 20:53 WIB

Bali

355 Desa Sangat Tertinggal di Kabupaten Tolikara Perlu Mendapat Perhatian

3 September 2022 - 23:58 WIB

Kabupaten Tolikara

43 Dari 46 Distrik di Kabupaten Tolikara Masih Berstatus Sangat Tertinggal

2 September 2022 - 16:58 WIB

Kabupaten Tolikara

Sepenting Apa Skoring Indeks Desa Membangun (IDM)?

25 Juli 2022 - 13:37 WIB

Desa Peliatan

Beberapa Data IDM Kemendes Terdapat Yang Tidak Konsisten

22 Juli 2022 - 19:32 WIB

IDM 2021

Mengapa Baksos TNI/Polri Ke Desa Tidak Masuk Variabel Penilaian IDM Kemendes?

21 Juli 2022 - 17:43 WIB

Baksos Korem 132/Tadaluko
Trending di Artikel