Menu

Mode Gelap
Status IDM 3 Desa Perbatasan Kecamatan Sei Menggaris Dengan Malaysia 3 Dari 5 Desa Perbatasan Kecamatan Tulin Onsoi Dengan Malaysia Masih Tertinggal Limpakon, Desa Perbatasan Kecamatan Lumbis Ogong Dengan Malaysia Masih Tertinggal Status 6 Desa Perbatasan di Kecamatan Lumbis Pansiangan Masih Tertinggal Seluruh Desa Perbatasan di Kecamatan Lumbis Hulu Berstatus Desa Tertinggal

Dinamika · 14 Jul 2022 19:28 WIB ·

Desa Puuk Aceh Utara Terbebas Status Desa Sangat Tertinggal


 Satu suasana di Gampong Puuk, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara. (Foto: Bakhtiar Y) Perbesar

Satu suasana di Gampong Puuk, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara. (Foto: Bakhtiar Y)

JURNALDESA – Dalam Peringkat IDM Tahun 2021 yang dirilis Dirjen Pembangunan Desa dan Perdesaan Kementerian Desa dan PDTT, Desa Puuk tercatat sebagai desa peringkat pertama dalam klasifikasi Desa Sangat Tertinggal.

Namun tidak hanya Desa Puuk yang menyandang status itu, dibawahnya masih terdapat 5.648 Desa Sangat Tertinggal yang keberadaannya tersebar secara nasional.

Desa yang berlokasi di Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, pada IDM 2021 hanya mengantongi skor 0.4906 poin.

Jika diukur berdasarkan penentuan status IDM, batas skor antara Desa Sangat Tertinggal dengan Desa Tertinggal ada di skor 0,4907. Itu artinya, pada IDM 2021 lalu Desa Puuk masih kurang 0,0001 poin untuk mencapai Desa Tertinggal.

Pada tahun 2022 ini, selisih poin itu dapat dilampaui oleh Desa Puuk. Dengan mengumpulkan poin sebesar 0,5617, kini Desa Puuk telah terbebas dari statusnya sebagai Desa Sangat Tertinggal, meningkat menjadi Desa Tertinggal.

Desa yang menjadi hilir dari Sungai Krueng Pasee ini, berhasil menaikan skornya sebanyak 0,0711 poin. Peningkatan nilai itu di dapat Gampong (desa) Puuk berdasarkan dua Indeks Komposit.

Kedua indeks itu terdiri dari Indeks Ketahanan Sosial (IKS) dan Indeks Ketahanan Ekonomi (IKE). Sedangkan pada Indeks Ketahanan Lingkungan (IKL), Gampong Puuk tidak memiliki peningkatan poin.

Peningkatan poin pada IKE sebesar 0,133, dari skor 0,35 di tahun 2021 naik menjadi 0,483 di tahun 2022. Sedangkan poin IKS sebesar 0,08, dari nilai 0,589 di tahun 2021 naik jadi 0,669 poin di 2022.

Pada Indeks Komposit IKE, peningkatan poin bidang ekonomi Gampong Puuk terdapat pada dimensi “Keragaman Produksi” dan dimensi “Perdagangan”.

Indikator Keragaman Produksi

Pada dimensi Keragaman Produksi, yang perangkat indikatornya berupa “Keragaman Produksi Masyarakat Desa”, pada Gampong Puuk sudah terdapat lebih dari satu jenis kegiatan ekonomi.

Secara statistik angka yang diperoleh Gampong Puuk dari indikator peritem ini pada tahun 2021 sebesar 0,20%. Sedangkan pada tahun 2022 meningkat menjadi 1,00%.

Itu artinya kebijakan berupa rekomendasi untuk meningkatkan Keragaman Produksi yang menjadi “Super Prioritas” di tahun 2021, di tahun 2022 dapat terlampaui.

Sebab batas poin yang ditetapkan dari situasi dan kondisi Super Prioritas antara 0,00% – 0,50%, dan kondisi “Prioritas” antara 0,50% – 0,75%.

Indikator Tersedianya Pusat Perdagangan

Pada dimensi Tersedianya Pusat Perdagangan, yang perangkat indikatornya berupa “Akses Penduduk ke Pusat Perdagangan”, pada Gampong Puuk sudah terdapat Pertokoan maupun Pasar Permanen.

Secara statistik angka yang diperoleh Gampong Puuk dari indikator peritem ini pada tahun 2021 sebesar 0,20%. Sedangkan pada tahun 2022 meningkat menjadi 1,00%.

Itu juga artinya kebijakan berupa rekomendasi untuk meningkatkan Keragaman Produksi yang menjadi “Super Prioritas” di tahun 2021, di tahun 2022 dapat terlampaui.

Peningkatan Pada Indeks Ketahanan Sosial (IKS)

Sedangkan peningkatan IKS Gampong Puuk terdapat pada empat item. Pertama mengenai Akses Pendidikan Non Formal berupa kegiatan PKBM/Paket A-B-C. Poinnya naik dari 0,20% di 2021 menjadi 1,00% di tahun 2022.

Kedua tentang Modal Sosial, yaitu Terdapatnya Kegiatan Olahraga yang angkanya dari 0,20 di tahun 2021 menjadi 0,40 di 2022.

Selanjutnya tentang Tersedianya Sarana Pos Kamling di Desa dan Partisipasi Warga Siskamling. Keduanya memiliki peningkatan poin yang sama, yaitu dari 0,20% di 2021 menjadi 1,00% di tahun 2022.

Penulis: Achmad S.
Editor: Djali Achmad

 

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 121 kali

Baca Lainnya

Musrenbangdes RKP 2024 Desa Ambengan Bali Fokus Pada Kesehatan

10 Oktober 2023 - 08:10 WIB

Desa Ambengan

Program Electrifying Agriculture PLN Tekan Biaya Operasional Petani Bawang Hingga 75 Persen

28 April 2023 - 16:09 WIB

PLN

Pom Listrik Kapal Sandar PLN Bantu Nelayan NTT

28 April 2023 - 12:28 WIB

PLN

Siswa Sekolah Live in di Desa Wisata Binaan Bakti BCA

13 April 2023 - 17:08 WIB

BCA

BMKG Tingkatkan Literasi Iklim Petani Kopi

20 Maret 2023 - 15:04 WIB

BMKG

Warga Pedukuhan Gunung Cilik, Bantul, Tak Lagi Kesulitan Air Bersih

14 Maret 2023 - 18:32 WIB

BCA
Trending di Dinamika