Menu

Mode Gelap

Profil · 27 Mei 2024 14:25 WIB ·

Desa Ubung Kaja, Desa Mandiri Dengan IDM 2024 Tertinggi di Bali


Ubung Kaja, Desa Mandiri Dengan IDM 2024 Tertinggi di Bali. (Foto: Agung Ngurah GWK) Perbesar

Ubung Kaja, Desa Mandiri Dengan IDM 2024 Tertinggi di Bali. (Foto: Agung Ngurah GWK)

 JURNALDESA – Jika menempuh melalui darat dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Kota Denpasar, Desa Ubung Kaja merupakan pintu gerbang sebelum memasuki Ibukota provinsi Pulau Dewata, Bali.

Jika dilihat pada peta, keberadaan Desa Ubung Kaja dilintasi oleh Jalan Arteri Cokroaminoto. Wilayahnya seolah ‘dibelah’ oleh jalan lintas provinsi, sebagian terdapat di timur Cokroaminoto sebagiannya lagi disisi barat.

Secara administratif, Desa Ubung Kaja berada di Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar. Kode wilayah administratifnya adalah:
Provinsi: 51
Kabupaten: 5171
Kecamatan: 517104
Desa: 5171042008

Dari 11 desa/kelurahan yang terdapat di Kecamatan Denpasar Utara, Desa Ubung Kaja termasuk wilayah terluas ketiga. Yaitu sebesar 4,30 km persegi atau 13,69% dari luas wilayah kecamatan Denpasar Utara.

Geografis dan Iklim

Jarak tempuh dari Desa Ubung Kaja ke Ibukota Kecamatan relatif dekat, 2 km. Sedangkan jarak menuju ke Ibukota Kabupaten terbilang sedang, 5 km.

Dalam koordinat geografis, Desa Ubung Kaja berada pada titik 8037’10”S – 115011’50”E. Dalam google maps dapat ditemukan pada titik -8,620847, 115,188400.

Mengenai kontur topografi wilayah permukaannya, dataran Desa Ubung Kaja rata-rata berada pada ketinggian 0-75 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Sedangkan situasi iklim secara umum, yaitu pada Kota Denpasar, pada tahun 2023 adalah:
1. Suhu minimum terjadi pada September, temperatur 210C
2. Suhu maksimum terjadi pada Maret dan Oktober, temperatur 35,20C
3. Kelembaban minimum terjadi pada Oktober 43%
4. Kelembaban maksimum terjadi pada Januari dan Juni 100%
5. Kecepatan Angin minimum di setiap bulan, 0,00 knot
6. Kecepatan Angin maksimum di bulan Desember 26 knot
7. Tekanan Udara minimum di bulan Juli 1001,70 mbar
8. Tekanan Udara maksimum di bulan Agustus 1016,90 mbar
9. Jumlah curah hujan tinggi pada bulan Januari 367,2 mm/tahun
10. Jumlah curah hujan rendah pada bulan September 14,1 mm/tahun
11. Jumlah hari hujan tertinggi pada bulan Februari 24 hari
12. Jumlah hari hujan terendah pada bulan Oktober 6 hari
13. Penyinaran matahari tertinggi pada bulan Desember 9,40 jam
14. Penyinaran matahari terendah pada bulan April 4,40 jam

Sejarah Desa Ubung Kaja

Sebelum ditetapkan Kota Administratif Denpasar, Desa Ubung Kaja masih bagian dari Desa Ubung. Sejak tahun 1942, Desa Ubung telah memiliki Perbekel (Kepala Desa) bernama I Made Ubud.

Di tahun yang sama, Perbekel Desa Ubung dilanjutkan oleh I Wayan Ngardi hingga tahun 1950. Dalam perkembangannya di tahun 1951, kepemimpinan Desa Ubung dipercayakan kepada I Gusti Putu Oka yang menjabat hingga 1963.

Di tahun 1963 I Gusti Putu Oka mengundurkan diri lalu digantikan oleh I Dewa Made Putra sampai tahun 1968. Selanjutnya Perbekel diteruskan oleh I Ketut Orten.

Bersamaan dengan diresmikannya wilayah Kota Administratif Denpasar, Desa Ubung dimekarkan menjadi dua, yaitu Desa Ubung Induk (menjadi Kelurahan Ubung) dan Desa (Persiapan) Ubung Kaja.

Desa Ubung Induk tetap dikepalai I Ketut Orten, sedangkan Desa Persiapan Ubung Kaja dijabat oleh I Gusti Ngurah Rai.

Kurang lebih 2 tahun menjadi Desa Persiapan, pada 1 Juli 1982 turun SK Gubernur KDT I Bali No 57 tahun 1982. SK itu menetapkan Desa Persiapan menjadi Desa Definitif dalam wilayah Kota Denpasar.

Sejak itu Desa Ubung Kaja resmi berdiri yang dipimpin oleh I Ketut Orten. Pada tahun 1985 I Ketut Orten kembali terpilih sebagai Kepala Desa Ubung Kaja.

Perangkat Desa

Desa Ubung Kaja mempunyai enam perangkat desa. Yang terdiri dari Sekretaris Desa, Kaur Perencanaan, Kaur Umum, Kaur Keuangan, Kaur Pemerintahan, Kasi Kesra, dan Kasi Pelayanan.

Desa ini juga memiliki Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dengan jumlah anggota 9 orang. Lalu ada Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) dengan jumlah pengurus sebanyak 30 orang.

Ditambah 1 Lembaga Adat dikelola 10 orang pengurus. Dan 1 unit Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dikelola 10 orang warga Desa Ubung Kaja.

Status Desa dan Indeks Desa Membangun (IDM)

Menurut Direktorat Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan Kemendesa PDTT, status Desa Ubung Kaja dari tahun 2021 sampai tahun 2024 memiliki predikat sangat baik, yakni sebagai Desa Mandiri.

(2021) Status IDM: Desa Mandiri, Nilai IDM: 0,9308
(2022) Status IDM: Desa Mandiri, Nilai IDM: 0,9962
(2023) Status IDM: Desa Mandiri, Nilai IDM: 0,9981
(2024) Status IDM: Desa Mandiri, Nilai IDM: 0,9981

Status dan nilai IDM tersebut mencerminkan bahwa perkembangan Desa Ubung Kaja cukup dinamis dan progres. Berikut ini kondisi dari ketiga elemen perkembangan Desa Ubung Kaja pada 4 tahun terakhir.

Kondisi Indeks Komposit Sosial (IKS)

Ada 4 dimensi yang menjadi penilaian, yaitu Kesehatan, Pendidikan, Modal Sosial, dan Pemukiman. Pada ranah kesehatan terdapat 3 perangkat indikator, yaitu Pelayanan Kesehatan, Keberdayaan Masyarakat untuk Kesehatan, dan Jaminan Kesehatan. Dari ketiga perangkat itu, ada lima indikator turunan, dan seluruhnya dapat terpenuhi (existing)

Ranah kedua ialah Pendidikan, di mana terdapat tiga perangkat indikator yaitu Akses Pendidikan Dasar-Menengah, Akses Pendidikan Non Formal, dan Akses Pengetahuan Masyarakat. Dari ketiga perangkat itu, ada tujuh indikator turunan, dan seluruhnya dapat terpenuhi (existing)

Ranah ketiga ialah Modal Sosial, di mana terdapat empat perangkat indikator yaitu Solidaritas Sosial, Toleransi, Rasa Aman Warga Desa, dan Kesejahteraan Sosial.

Dari keempat perangkat ada dua belas indikator turunan dan kesebelas indikatornya dapat dipenuhi. Hanya satu item yang belum terpenuhi yaitu penanganan bagi Penyandang Kesejahteraan Sosial (Anjal dan Pengemis).

Ranah keempat ialah Pemukiman, di mana terdapat empat perangkat indikator yaitu Akses Air Bersih dan Layak Minum, Akses ke Fasilitas Sanitasi, Akses ke Fasilitas Listrik, dan Akses Fasilitas Informasi dan Komunikasi.

Dari keempat perangkat tersebut ada delapan indikator turunan, dan seluruhnya dapat terpenuhi (existing).

Kondisi Indeks Komposit Ekonomi (IKE)

Ada 6 dimensi yang menjadi penilaian, yaitu Keragaman Produksi, Perdagangan, Akses Distribusi, Akses Kredit, Lembaga Ekonomi, dan Keterbukaan wilayah.

Pada ranah Keragaman Produksi terdapat satu perangkat indikator, yaitu Keragaman produksi masyarakat, di mana indikator tersebut memiliki satu indikator turunan dan sudah terpenuhi (existing), yaitu Terdapatnya lebih dari satu jenis kegiatan ekonomi.

Ranah kedua ialah Perdagangan, dan juga memiliki satu perangkat indikator yaitu Tersedianya pusat perdagangan. Dan indikator turunannya memiliki tiga item dan sudah terpenuhi (existing). Yaitu Akses penduduk ke pusat perdagangan (pertokoan, pasar permanen), Terdapatnya pasar desa, dan Terdapat sektor perdagangan (warung minimarket).

Ranah ketiga ialah Akses Distribusi, juga memiliki satu perangkat indikator yaitu Akses distribusi logistik. Indikator turunannya hanya satu dan sudah terpenuhi (existing), yaitu Terdapatnya Kantor Pos dan Jasa Logistik.

Ranah keempat ialah Akses Kredit, hanya terdapat satu perangkat indikator yaitu Akses Terhadap Lembaga Keuangan dan Perkreditan. Indikator turunannya ada dua dan telah terpenuhi (existing), yaitu Tersedianya lembaga perbankan umum dan BPR dan Akses penduduk ke kredit.

Ranah kelima yaitu Lembaga Ekonomi, memiliki satu perangkat indikator yaitu Lembaga Ekonomi. Indikator turunannya ada dua dan telah terpenuhi (existing). Yaitu Tersedianya lembaga ekonomi rakyat (Koperasi/Bumdes) dan Terdapatnya usaha kedai makanan, restoran, hotel, dan penginapan.

Ranah keenam ialah Keterbukaan Wilayah. Perangkat indikatornya ada satu, yaitu Keterbukaan wilayah. Sedangkan Indikator turunannya ada tiga dan telah (existing).

Ketiga Indikator turunannya yaitu Terdapatnya moda (angkutan umum, trayek reguler, dan jam operasi), Jalan yang dapat dilalui oleh kendaraan bermotor roda empat atau lebih, dan Kualitas jalan desa.

Kondisi Indeks Komposit Lingkungan (IKL)

Ada 2 dimensi yang menjadi penilaian, yaitu Kualitas Lingkungan, dan Potensi dan Tanggap Bencana.

Pada ranah Kualitas Lingkungan terdapat satu perangkat indikator, yaitu Kualitas lingkungan. Indikator turunannya hanya satu item dan sudah terpenuhi (existing), yaitu tidak terdapatnya Pencemaran air, tanah dan udara.

Ranah kedua ialah Potensi dan Tanggap Bencana. Perangkat indikator hanya satu yaitu Potensi rawan bencana. Indikator turunannya juga satu item dan sudah terpenuhi (existing), yaitu tidak terjadinya Kejadian bencana alam (banjir, tanah longsor, kebakaran hutan).

Potensi Desa

Potensi pertama dan utama pada Desa Ubung Kaja ialah perkembangannya sangat dinamis. Hingga berhasil menyandang predikat sebagai Desa Mandiri selama 4 tahun (2021-2024). Bahkan memiliki skor IDM Tertinggi di Provinsi Bali pada tahun 2024.

Itu menunjukkan bahwa jajaran Pemerintahan Desa Ubung Kaja, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta seluruh elemen terkait lainnya cukup baik kinerjanya.

Potensi kedua yang dimiliki ialah banyaknya jumlah dusun. Pada Kecamatan Denpasar Utara, dari 102 dusun yang ada, 17 dusun atau 17,16 persennya terdapat di Desa Ubung Kaja.

Anggaran Desa 2023

Berikut ini dua dasar tentang anggaran desa Ubung Kaja. Pertama berdasarkan Peraturan Desa Ubung Kaja Nomor 9 Tahun 2022 tentang APBDesa Tahun 2023. Kedua berdasarkan Peraturan Perbekel Desa Ubung Kaja Nomor 8 tentang Penjabaran APBDesa Tahun 2023.

Pendapatan Desa
Rp.6.818.230.689 Merupakan jumlah total, yang terdiri atas:
Rp.110.000.000 Pendapatan Asli Desa (PAD, 1,61%)
Rp.88.455.933 Bagi Hasil Retribusi Daerah (BHR, 1,30%)
Rp.1.303.979.000 Dana Desa (DD, 19,12%)
Rp.2.663.153.966 Alokasi Dana Desa (ADD, 39,06%)
Rp.2.050.841.790 Bagi Hasil Pajak Daerah (BHP, 30,08%)
Rp.136.800.000 Bantuan Keuangan Khusus Provinsi (BKK, 2,01%)
Rp.440.000.000 Bantuan Keuangan Khusus Kota (BKK, 6,45%)
Rp.25.000.000 Pendapatan Lain-lain (0,37%)

Belanja Desa
Rp.7.608.710.095,96 Merupakan jumlah total, yang terdiri atas:
Rp.3.597.150.626 Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (47,3%)
Rp.2.517.933.512 Pelaksanaan Pembangunan Desa (33,1%)
Rp.1.061.894.000 Pembinaan Kemasyarakatan Desa (14%)
Rp.283.618.988 Pemberdayaan Masyarakat Desa (3,7%)
Rp.148.112.966,96 Penanggulangan Bencana, Darurat (1,9%)

Sisa Lebih Anggaran Tahun Sebelumnya (Silpa 2022
Rp.790.479.406,96

Penulis: Achmad S.
Editor: Djali Achmad
Referensi: Kecamatan Denpasar Utara Dalam Angka 2023 (Keluaran BPS Kecamatan Kota Denpasar). Situs IDM Kemendesa PDTT. Website Ditjen Bina Pemdes Kemendagri, Ditjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu. Situs Desa Ubung Kaja. Peta Batas Desa Keluaran BIG. Google Maps.

 

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Profil Desa Paling Sangat Tertinggal di Indonesia

18 Juli 2022 - 19:36 WIB

Desa Diyoudimi

Kang Deden, Pemburu Liar yang Kini Ikut Melestarikan Elang

2 September 2021 - 19:00 WIB

Nepal Van Java, Desa Wisata Dunia di Kaki Gunung Sumbing

6 Juli 2021 - 15:00 WIB

Nepal van Java, Gunung Sumbing

10 Teladan Desa Majasari, Kecamatan Sliyeg, Indramayu

11 Juli 2019 - 09:00 WIB

Pulau Jinato, Satu Gugusan Indah di Taka Bonerate

4 Juli 2019 - 09:00 WIB

Pulau Dodola, Surganya Morotai

27 Juni 2019 - 21:00 WIB

Trending di Dinamika