Menu

Mode Gelap
Sepenting Apa Skoring Indeks Desa Membangun (IDM)? Beberapa Data IDM Kemendes Terdapat Yang Tidak Konsisten Mengapa Baksos TNI/Polri Ke Desa Tidak Masuk Variabel Penilaian IDM Kemendes? Peroleh 885 Juta, Desa Sungai Benuh Jambi Tetap Berstatus Desa Sangat Tertinggal Profil Desa Paling Sangat Tertinggal di Indonesia

Dinamika · 9 Agu 2021 09:00 WIB ·

Desa Wisata Diperkirakan Tumbuh Pasca Pandemi


Dirjen Kemendes, Sugito saat memberikan kuliah online Akademi Desa Perbesar

Dirjen Kemendes, Sugito saat memberikan kuliah online Akademi Desa

Jurnaldesa.id | Jakarta – Pandemi Covid 19 menjadi momok tersendiri bagi pariwisata khususnya terkait dengan pedesaan. Meskipun cukup memukul roda perekonomian desa tetapi tidak menyurutkan optimisme para pelaku usaha desa wisata.

Harapan baik ini diimbangi dengan pengembangan desa wisata berkelanjutan yang menjadi prioritas Kemendes PDTT untuk kembali membangkitkan perekonomian desa. Hal ini dikemukakan oleh Dirjen Pembangunan Desa dan Perdesaan Kementerian Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi, Sugito; saat menjadi narasumber dalam kuliah online Akademi Desa di Kantor Kemendes PDTT.

“Pengembangan desa wisata memiliki manfaat dalam meningkatkan hidup masyarakat maju dan budaya serta tradisi dapat lestari karena terciptanya lapangan kerja baru hingga peningkatan kualitas hidup masyarakat perdesaan,” kata Dirjen Sugito.

Beragam manfaat dapat didapatkan bagi perekonomian desa dan usaha kecil rakyat dapat bertumbuh dan dikembangkan yang disesuaikan dengan sifat alamiah desanya.

“Juga dapat meningkatkan keberadaan industri kecil dan menengah dalam hal ini manfaat pengembangan desa sebagai desa wisata adalah peningkatan industri kecil menengah yang memnafaatkan produk lokal sebagai bahan bakunya serta bermanfaat sebagai sarana promosi produk lokal,” katanya.

BUMDes juga menjadi topik yang hangat untuk dibahas sebab memiliki peluang untuk meningkatkan ekonomi desa melalui pertumbuhan pendapatan desa pada umumnya dan masyarakat pada khususnya.

“BUMDes sebagai pengelola desa wisata bertujuan untuk meningkatkan perekonomian desa, mengoptimalkan aset desa, meningkatkan usaha masyarakat, mengembangkan rencama kerjasama usaha antar desa, menciptakan peluang jaringan pasar, membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dam meningkatkan pendapatan masyarakat desa dan pendapatan desa,” katanya.

Disadari pula bahwa di masa pandemi covid 19, salah satu sektor yang terdampak adalah pariwisata. Sehingga kebijakan yang dipilih dalam pengelolaan desa merupakan prioritas bagi Kemendes PDTT. Meskipun penerapan protokol kesehatan diterapkan secara ketat tetapi kenyamanan berwisata juga dikedepankan, agar terlaksana dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan.

“Kita punya harapan besar mudah-mudahan pandemi Ini segera berakhir dan pariwisata yang menjadi salah satu sektor unggulan, sebagai penopang kegiatan ekonomi, baik ekonomi negara maupun masyarakat bisa pulih kembali. Serta sebuah harapan dan doa mudah-mudahan kita semua terhindar dari covid 19,” katanya.

Pewarta : LIN
Editor : DJ

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 4 kali

Baca Lainnya

Sepenting Apa Skoring Indeks Desa Membangun (IDM)?

25 Juli 2022 - 13:37 WIB

Desa Peliatan

Beberapa Data IDM Kemendes Terdapat Yang Tidak Konsisten

22 Juli 2022 - 19:32 WIB

IDM 2021

Mengapa Baksos TNI/Polri Ke Desa Tidak Masuk Variabel Penilaian IDM Kemendes?

21 Juli 2022 - 17:43 WIB

Baksos Korem 132/Tadaluko

Peroleh 885 Juta, Desa Sungai Benuh Jambi Tetap Berstatus Desa Sangat Tertinggal

20 Juli 2022 - 05:35 WIB

Desa Sungai Buluh

Profil Desa Paling Sangat Tertinggal di Indonesia

18 Juli 2022 - 19:36 WIB

Desa Diyoudimi

Akses Internet dan Jalan Aspal Belum Ada, Kurulimbu Selatan NTT Naik Status

15 Juli 2022 - 18:02 WIB

IDM Kemendes PDTT
Trending di Artikel