Dimasa Pandemi BUMDes Melampaui Ekspektasi, Tidak Hanya Sekedar Penuhi Target Lokal, Juga Mampu Menembus Komoditas Ekspor

0
15
Menteri Desa PDTT RI, Abdul Halim Iskandar dalam program Selamat Pagi Indonesia Metro TV, di Jakarta, Indonesia. Foto : Kemendesa PDTT RI
Menteri Desa PDTT RI, Abdul Halim Iskandar dalam program Selamat Pagi Indonesia Metro TV, di Jakarta, Indonesia. Foto : Kemendesa PDTT RI

Jurnaldesa.id | Jakarta – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar atau Gus Menteri menyebutkan keberadaan BUMDes dan BUMDesma mampu membangkitkan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19.

Menurut Menteri Abdul Halim, geliat BUMDes dan BUMDesma selama ini tergolong bagus dan mampu membangkitkan ekonomi skala desa khususnya, bahkan ada beberapa produk milik BUMDes yang telah berhasil menembus komoditas ekspor.

“Tetapi akan kami genjot terus supaya apa yang menjadi kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi dengan produk-produk UMKM atau BUMDes,” kata Gus Menteri dalam program Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Selasa (21/09/2021).

Menteri Halim Iskandar melanjutkan, sejak awal selalu mengingatkan agar kehadiran BUMDes dan BUMDesma tidak mengganggu UMKM setempat, melainkan harus berkolaborasi dengan UMKM yang telah diprakarsai warga desa sebelumnya.

Dengan demikian, hasil dari sinergi UMKM milik warga desa dengan BUMDes dan BUMDesma dapat memenuhi kebutuhan nasional dan akhirnya dapat membangkitkan kembali ekonomi nasional.

Lebih lanjut, Halim Iskandar mengungkap yang menjadi tantangan UMKM maupun BUMDes dan BUMDesma saat ini, diantaranya adalah kualitas produk, packaging, pemasaran dan sustainabilitas atau keberlanjutan produksi.

Oleh sebab itu, pihak Kemendes PDTT terus melakukan pendampingan untuk mengatasi masalah yang dihadapi UMKM maupun BUMDes dan BUMDesma tersebut, ia juga jalin kerja sama dengan BUMN untuk menuntun BUMDes dan BUMDesma di desa.

“Kita juga carikan off taker, mereka bukan hanya mengambil produk, melainkan juga melakukan pendampingan dari awal proses produksi hingga packaging yang standar internasional,” pungkas Gus Menteri.

Pewarta : FEB
Editor : LIN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here