Galeri Geulis Handycraft Berhasil Tembus Pasar Malaysia

0
4

Jurnaldesa.id | Jakarta – Pelaku UMKM merupakan kegiatan ekonomi yang paling substansial di Indonesia. Karena kegiatan pelaku UMKM menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, seperti kebutuhan belanja harian dan ongkos aktivitas sehari – hari. Keinginan masyarakat untuk hidup mandiri membuat para pelaku UMKM memilih jalan wirausaha untuk memenuhi kebutuhan ekonominya.

“Awalnya saya adalah staf pengajar atau dosen di beberapa perguruan tinggi, kebetulan mata kuliahnya adalah Kewirausahaan. Nah untuk kebutuhan inilah saya mengajar sekaligus praktek ilmu pengetahuan yang saya miliki, dan bersyukur saya memiliki bakat kerajinan tangan yang saya kembangkan menjadi usaha yang mendapatkan penghasilan,” seru Teh Jeni, pemilik Galeri Geulis Handycraft, pelaku UMKM di Jakarta Selatan.

Dia bercerita, menjalani usaha membutuhkan passion terhadap jenis usahanya. Sebab dengan memiliki passion tersebut biasanya usaha yang dilakukan menjadi langgeng dan berkelanjutan. Sejak 2018, menekuni usaha Handycraft, sebelumnya usaha kuliner. Kerajinan tangan yang dikerjakan berbahan baku rotan dan pandan juga banyak bahan lainnya. Sambil mengajar di kampus menjalani kewirausahaan, agar kuliah yang saya ajarkan menjadi teladan bagi mahasiswa tempat mengajar.

“Anyaman rotan dan pandan ini saya dapatkan dari Tasikmalaya. Yang saya lakukan sendiri adalah menghiasnya, sementara untuk produksi utuhnya dibantu oleh karyawan. Kemudian saya juga bermitra dengan teman untuk membuka cabang Galeri, bersama mitra kerja menjalin kerja sama usaha. Jadi saat ini saya memiliki dan mengelola 2 Galeri, 1 di Tangerang dan 1 di Jakarta. Sebagai sebuah usaha kecil – kecilan bersyukur dapat mendapatkan penghasilan yang lumayan,” kisah Teh Jeni ketika di wawancarai oleh Jurnal Desa.

Dia menuturkan, disaat pandemi memang terjadi penurunan pada penjualan dan kita menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Sebagai sebuah usaha lumayan perkembangannya, sebelum pandemi kita telah melakukan ekspor ke Malaysia. Menggunakan sosial media juga sebagai alat pemasaran dan karena kita mampu beradaptasi dengan situasi pandemi, saat ini kita sedang berproduksi untuk ekspor ke Turki. Contoh produksi yang terkini kami lakukan adalah membuat masker rajutan kerajinan tangan untuk prokes covid 19.

“Harapannya di masa yang akan datang tentunya ingin naik kelas menjadi industri rumahan yang juga melibatkan pengrajin – pengrajin untuk saling bekerjasama membuat produksi kerajinan tangan yang berkualitas. Jujur saja, usaha kerajinan tangan ini terkadang mendapatkan orderan secara customise, yang artinya pelanggan dapat memesan jenis kerajinan tangan khusus yang diinginkan oleh pelanggan sesuai kebutuhannya,” ujar Teh Jeni.

Untuk ulasan lebih lanjut dapat disaksikan di tayangan video berikut :

Pewarta : FEB
Editor : LIN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here