Menu

Mode Gelap
Sepenting Apa Skoring Indeks Desa Membangun (IDM)? Beberapa Data IDM Kemendes Terdapat Yang Tidak Konsisten Mengapa Baksos TNI/Polri Ke Desa Tidak Masuk Variabel Penilaian IDM Kemendes? Peroleh 885 Juta, Desa Sungai Benuh Jambi Tetap Berstatus Desa Sangat Tertinggal Profil Desa Paling Sangat Tertinggal di Indonesia

Dinamika · 8 Jun 2019 21:00 WIB ·

Gandeng APKASI, Kemenparekraf Percepat Desa Wisata Berbasis Teknologi

jurnaldesa/foto:kemenpar (Ketua umum APKASI Abdullah Azwar Anas saat penutupan Expo APKASI di JCC)

Jakarta – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggandeng Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) untuk bekerja sama mendorong percepatan pengembangan desa wisata dan homestay berbasis teknologi. Ketua Umum APKASI Abdullah Azwar Anas saat penutupan APKASI Otonomi Expo di Jakarta Convention Center (JCC), pada Jumat (5/7/2019), mengatakan APKASI yang beranggotakan 400 kabupaten di seluruh Indonesia berkomitmen mendukung berbagai program dalam mengembangkan berbagai sektor pariwisata daerah.

“Kami telah sepakat dengan Kemenpar untuk memilih Atambua NTT sebagai wilayah prioritas percepatan pengembangan cross border tourism. Harapannya, daerah lain akan terinspirasi dan mengikuti langkah ini,” jelas Azwar. Ia mengatakan pemerintah sedang menargetkan akan ada sekitar 2.000 desa wisata lintas batas.

Di sisi lain, Azwar menyoroti relasi antara perkembangan pariwisata dengan teknologi. Menurutnya, di era digital yang lekat dengan generasi melek teknologi ini, dibutuhkan inovasi serta kerja sama di bidang pariwisata dengan sejumlah perusahaan teknologi seperti startup. Azwar mencontohkan tentang penggunaan platform online dalam mempromosikan homestay di Banyuwangi. “Homestay yang terintegrasi dengan platform online juga sebaiknya dikembangkan seperti yang kami lakukan di Banyuwangi. Sekarang sudah ada sekitar 400 homestay yang telah terdaftar online,” jelasnya.

Komitmen mendorong pertumbuhan sektor wisata juga disampaikan Achmad Zaky, pendiri Bukalapak. “Tahun ini kami berkomitmen melayani usaha-usaha kecil di Indonesia. Kami sekarang sedang menyasar pasar Asia Tenggara. Kadang pengusaha kecil senang kalau ada pembeli dari negara ASEAN lain, mereka juga jadi punya pengalaman melakukan bisnis ekspor,” tutur Zaky.

Niat CEO salah satu e-commerce terbesar di tanah air ini disambut positif oleh Azwar. “Kalau semua kabupaten didaftarkan dalam platform online maka akan ada lompatan baru. Karena sekarang era kolaborasi yang sebenarnya justru bisa membantu percepatan agar produk-produk daerah bisa go online,” tanggapnya.

Sementara itu, Vitria Ariani selaku Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Pedesaan dan Perkotaan Kemenpar berharap AKAMSI punya komitmen yang kuat membangun pariwisata daerah. “Karena sebenarnya pertumbuhan desa-desa itulah yang menjadikan Indonesia negara yang kuat, tanpa melupakan kearifan desa.”

Pentingnya menonjolkan keunikan daerah juga disampaikan oleh Anneke Prasyanti, Ketua Tim Percepatan Pengembangan Homestay Desa Wisata. “Suku bangsa di Indonesia ada 1.340 seharusnya kita punya akar kuat di tiap provinsi. Harapan saya, akan ada perda-perda baru agar Izin Mendirikan Bangunan tidak keluar kalau tidak ada kearifan lokal dibidang arsitektur atau desain bangunan penginapan.”

Penulis: DeeWaluyo
Editor : Djali Achmad
Referensi: jpp.go.id

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 12 kali

Baca Lainnya

Sepenting Apa Skoring Indeks Desa Membangun (IDM)?

25 Juli 2022 - 13:37 WIB

Desa Peliatan

Beberapa Data IDM Kemendes Terdapat Yang Tidak Konsisten

22 Juli 2022 - 19:32 WIB

IDM 2021

Mengapa Baksos TNI/Polri Ke Desa Tidak Masuk Variabel Penilaian IDM Kemendes?

21 Juli 2022 - 17:43 WIB

Baksos Korem 132/Tadaluko

Peroleh 885 Juta, Desa Sungai Benuh Jambi Tetap Berstatus Desa Sangat Tertinggal

20 Juli 2022 - 05:35 WIB

Desa Sungai Buluh

Profil Desa Paling Sangat Tertinggal di Indonesia

18 Juli 2022 - 19:36 WIB

Desa Diyoudimi

Akses Internet dan Jalan Aspal Belum Ada, Kurulimbu Selatan NTT Naik Status

15 Juli 2022 - 18:02 WIB

IDM Kemendes PDTT
Trending di Artikel