Gaungkan Konservasi dan Budaya Melalui Duta Tanahalisa

0
5

Jurnaldesa.id | Bogor – Kegiatan pelestarian alam yang melibatkan generasi muda milenial menjadi inisiatif pengelola Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Terobosan ini demi untuk menggairahkan kegiatan pelestarian alam di kalangan milenial. Sebagai sebuah kegiatan yang juga sekaligus sosialisasi tentang konservasi alam dan lingkungan hidup, Pemilihan Duta Tanahalisa 2021 menjadi momentum untuk menggaungkan Konservasi dan Budaya.

“Jadi sebagai Duta atau Ambassador dari Tanahalisa nantinya, para peserta memiliki tugas dan tanggung jawab untuk memperkenalkan Tanahalisa ke masyarakat umum. Kita ingin sebelum pengetahuan pelestarian alam disosialisasikan ke masyarakat, penduduk disekitar TNGHS dilibatkan terlebih dahulu untuk diberitahu soal konservasi hutan. Dan karena TNGHS berada di wilayah Jawa Barat, budaya Sunda juga menjadi muatan penting bagi Duta Tanahalisa 2021,” seru Erlan Primansyah, Ketua Pelaksana Pemilihan Duta Tanahalisa 2021, Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Ia melanjutkan, nantinya budaya Sunda dipadukan dengan konservasi hutan menjadi sebuah entitas masyarakat yang sadar lingkungan hidup. Pada dasarnya ini merupakan kegiatan yang menjadi tugas TNGHS, yang proses pengerjaannya melibatkan generasi muda milenial. Secara fisik masih muda sehingga staminanya tinggi dan kreativitas serta semangatnya bagus. Kelebihan milenial dalam berjejaring di media sosial juga menjadi nilai tambah dalam sosialisasi konservasi hutan.

“Inspirasi kegiatan ini muncul dan menjadi ide serta gagasan yang didukung oleh pimpinan TNGHS. Kemudian kami mengumpulkan talenta muda yang berbakat dan unggulan, pada pelaksanaannya terkumpul beberapa pasangan peserta Pemilihan Duta Tanahalisa 2021. Kegiatan ini juga menjalin kerja sama dengan 3 wilayah yang berada di bawah naungan TNGHS seperti Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Lebak, Banten. Kerja sama ini melalui Dinas Budaya dan Pariwisata Daerah setempat,” ujar Erlan Primansyah.

Ia menambahkan, Paguyuban dan Komunitas kami libatkan juga seperti Paguyuban Jejaka Mojang di Bogor dan Sukabumi serta Paguyuban Saijah Adinda di Lebak, Banten. Memang pada awal persiapannya pelaksana banyak mendapatkan masukan, tetapi satu hal yang pasti bahwa kegiatan ini tidak boleh asal – asalan. Jadi di masa – masa persiapan memang banyak tantangannya tetapi bersyukur kegiatannya dapat terlaksana dengan baik. Kami juga mengapresiasi kelenturan pimpinan atas beragam inisiatif yang kami lakukan dalam kegiatan ini dan sungguh kegiatan ini menjadi sebuah pengalaman tersendiri bagi panitia pelaksana.

Untuk ulasan lebih lengkap dapat dilihat di pranala berikut :

Gaungkan Konservasi dan Budaya Melalui Duta Tanahalisa

Pewarta : FEB
Editor : LIN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here