Menu

Mode Gelap
Sepenting Apa Skoring Indeks Desa Membangun (IDM)? Beberapa Data IDM Kemendes Terdapat Yang Tidak Konsisten Mengapa Baksos TNI/Polri Ke Desa Tidak Masuk Variabel Penilaian IDM Kemendes? Peroleh 885 Juta, Desa Sungai Benuh Jambi Tetap Berstatus Desa Sangat Tertinggal Profil Desa Paling Sangat Tertinggal di Indonesia

Dinamika · 2 Jul 2019 21:00 WIB ·

Gunakan HTS, Menkominfo: Pertama di Asia Pasifik Tapi Bukan Satu Satunya!

jurnaldesa/foto:jpp.go.id (Menkominfo Rudiantara saat Penandatanganan Kontrak Proyek Satelit Multifungsi)

Jakarta – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menyebutkan Indonesia menjadi negara pertama yang menggunakan High Throughput Satelite (HTS) dengan kapasitas besar di kawasan Asia Pasifik.

Bahkan, Menkominfo menyebutkan bukan satu-satunya, sebab Pemerintah juga akan meluncurkan HTS dengan kapasitas besar untuk memenuhi kebutuhan akses internet cepat di seluruh Indonesia.

“Ini adalah High Throughput Satelite (HTS) pertama dengan kapasitas besar di Asia Pasifik. Ini hanya pembukaan bagi kita untuk menghubungkan negara dengan broadband,” jelas Rudiantara dalam Penandatanganan Kontrak untuk Proyek Satelit Multifungsi, Satelit Nusantara Tiga milik PT Satelit Nusantara Tiga di Grand Hyatt, Jakarta, Senin (1/7/2019).

Menkominfo menjelaskan kebutuhan akses internet berkecepatan tinggi (broadband) di Indonesia tidak hanya bisa dipenuhi oleh satu atau dua satelit HTS. “Kita butuh untuk melayani 150.000 titik, padahal kapasitas satu satelit ini tidak sampai segitu,” ujarnya seraya menambahkan bahwa HTS tersebut bukanlah satelit satu-satunya yang Indonesia miliki untuk masa depan.

Menurut Menkominfo, walaupun HTS tersebut memiliki kapasitas yang besar namun belum cukup untuk menghubungkan negara. “HTS hanya memiliki kapasitas 150 Gigs sementara kita harus menghubungkan 150.000 titik. Ini jauh dari broadband jadi kita harus mencari solusinya.” jelas Rudiantara.

Menkominfo menjelaskan saat ini pemerintah berupaya untuk memberikan layanan broadband agar merata di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, Kementerian Kominfo melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi (BAKTI) juga tengah menyiapkan peluncuran Satelit Indonesia Raya.

“Kita menargetkan pada akhir tahun 2022, satelit sudah dapat melayani beberapa titik di Indonesia,” jelas Rudiantara.

Dalam kesempatan itu, Menkominfo mengucapkan selamat kepada CEO Satelit Nusantara Tiga Adi Rahman Adiwoso sebagai konsorsium atas penanganan kontrak untuk Proyek Satelit Multifungsi.

Penandatanganan kontrak untuk Delivery of Satelit Multifunctional berlangsung antara PT Satelit Nusantara Tiga dan Thales Alenia Space. Selain itu juga ada penandatanganan kontrak untuk Delivery of Satellite Spectrum Monitoring and Network Management System antara PT Satelit Nusantara Tiga dan Kratos Communications, serta kontrak untuk Delivery of Baseband System antara PT Satelit Nusantara Tiga dan Hughes Network Systems.

Penulis: Berry
Editor: Djali Achmad
Referensi: jpp.go.id

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 3 kali

Baca Lainnya

Sepenting Apa Skoring Indeks Desa Membangun (IDM)?

25 Juli 2022 - 13:37 WIB

Desa Peliatan

Beberapa Data IDM Kemendes Terdapat Yang Tidak Konsisten

22 Juli 2022 - 19:32 WIB

IDM 2021

Mengapa Baksos TNI/Polri Ke Desa Tidak Masuk Variabel Penilaian IDM Kemendes?

21 Juli 2022 - 17:43 WIB

Baksos Korem 132/Tadaluko

Peroleh 885 Juta, Desa Sungai Benuh Jambi Tetap Berstatus Desa Sangat Tertinggal

20 Juli 2022 - 05:35 WIB

Desa Sungai Buluh

Profil Desa Paling Sangat Tertinggal di Indonesia

18 Juli 2022 - 19:36 WIB

Desa Diyoudimi

Akses Internet dan Jalan Aspal Belum Ada, Kurulimbu Selatan NTT Naik Status

15 Juli 2022 - 18:02 WIB

IDM Kemendes PDTT
Trending di Artikel