Menu

Mode Gelap
Akhirnya Bali Muncul Sebagai Satu-satunya Provinsi Mandiri 355 Desa Sangat Tertinggal di Kabupaten Tolikara Perlu Mendapat Perhatian 43 Dari 46 Distrik di Kabupaten Tolikara Masih Berstatus Sangat Tertinggal 1,5 Triliun Guna Tolikara Yang Lebih Baik di 2022 Sepenting Apa Skoring Indeks Desa Membangun (IDM)?

Dana Desa · 20 Mei 2022 08:00 WIB ·

Gus Halim Cek Kabel Fiber Optik Milik BUM Desa Bolali Maju Yang Disoal PT KAI


 Gus Halim sedang mengecek langsung kabel fiber optik milik BUM Desa Bolali Maju yang disoal PT KAI. (Foto: Wening/Humas Kemendes PDTT) Perbesar

Gus Halim sedang mengecek langsung kabel fiber optik milik BUM Desa Bolali Maju yang disoal PT KAI. (Foto: Wening/Humas Kemendes PDTT)

JURNALDESA.ID | Persoalan pemotongan fiber optik BUM Desa Bolali oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) menjadi atensi khusus Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar.

Setelah bertemu Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo di Jakarta Rabu (18/5/2022), Abdul Halim Iskandar langsung menyambangi Desa Bolali, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Kamis (19/5/2022) petang.

“Saya ingin melihat langsung lokasi pemotongan fiber optic milik BUM Desa oleh PT KAI. Sebab ini adalah usaha rintisan yang harus kita kawal dan perjuangan warga desa untuk berkembang. Jangan sampai kita tidak membela rintisan usaha dari BUM Desa saat ada masalah,” ujar Gus Halim, di lokasi kejadian.

Setiba di lokasi dan melihat langsung posisi fiber optic milik BUM Desa yang dipotong PT KAI, Gus Halim mengaku heran. Sebab yang melintasi property PT KAI ternyata tidak hanya fiber optic milik BUM Desa Bolali tetapi juga ada kabel PLN. Tapi kenapa yang dipersoalkan hanya fiber optic BUM Desa yang sebenarnya melintasi saluran air.

“Tapi setelah melihat langsung, saya kira ini sangat naif juga jika harus bayar Rp30 juta karena lewat saluran air yang sudah ada yang juga dilalui kabel PLN yang tidak berbayar. Terus kenapa harus berbayar untuk kabel optik,” katanya.

Disaat bersamaan Gus Halim juga menerima keluhan dari Desa Bolali terkait surat penolakan penurunan sewa dari PT KAI. Surat itu ditembuskan langsung ke pihak Kejaksaan tetapi tidak melalui Bupati terlebih dahulu sebagai kepala wilayah. Hal itu tentu menambah kekhawatiran warga desa.

“Ini harus dipertanyakan, apa maksudnya. Seharusnya tidak seperti itu, dan ini juga akan kita sampaikan ke Dirut PT KAI,” ungkap Gus Halim.

Selain terkait pembebanan biaya 30jt, Gus Halim juga sangat menyayangkan pemotongan kabel fiber optik oleh PT KAI. Pasalnya dilakukan pada saat anak-anak desa membutuhkan jaringan internet untuk ujian sekolah. Selain itu, menurut Gus Halim, pengembangan digitalisasi desa juga sangat berguna dan bermanfaat untuk memajukan perekonomian desa.

“Ini tentu berdampak pada anak-anak kita yang sedang ujian. Pembebanan Rp30 Juta kepada BUM Desa itu cukup saya sayangkan karena usaha yang sedang digarap oleh BUM Desa merupakan salah satu pilar ekonomi di desa. Dan itu akan memberi dampak sangat luas dalam upaya peningkatan SDM serta digitalisasi Desa,” ujarnya.

Menanggapi keluhan warga desa, Gus Halim berjanji akan kembali bertemu dengan Dirut PT KAI untuk mencari solusi atas persoalan yang terjadi di Desa Bolali. Ia juga berharap agar setiap Kepala Desa untuk tidak segan melaporkan jika mengalami persoalan seperti yang terjadi di Desa Bolali.

Gus Halim juga menyatakan akan melakukan mediasi sinergis antara PT KAI dengan desa-desa yang dilewati rel kereta. Menurutnya, hal ini harus dilakukan agar desa-desa lainnya tidak mengalami peristiwa yang sama. Sebab jalur kereta api Jakarta-Surabaya melewati banyak desa.

“Contoh sinergisitas yaitu KAI berikan ruang bagi BUM Desa yang dilewati jalur kereta api untuk menjual produk di stasiun. Ini malah jadi bagus sekali untuk jadi penguatan BUM Desa yang menjadi perhatian Presiden Joko Widodo. Presiden menekankan agar pemulihan ekonomi di level desa perlu dilakukan percepatan melalui BUM Desa,” ungkap Gus Halim.

Program penyediaan internet murah di Desa Bolali merupakan salah satu program yang dijalankan oleh BUM Desa Bolali Maju milik Desa Bolali. Program itu untuk membantu masyarakat desa dalam memperoleh informasi pendidikan dan rintisan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) berbasis online.

Pewarta: FIK
Sumber: Kemendes PDTT

 

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 81 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

355 Desa Sangat Tertinggal di Kabupaten Tolikara Perlu Mendapat Perhatian

3 September 2022 - 23:58 WIB

Kabupaten Tolikara

43 Dari 46 Distrik di Kabupaten Tolikara Masih Berstatus Sangat Tertinggal

2 September 2022 - 16:58 WIB

Kabupaten Tolikara

1,5 Triliun Guna Tolikara Yang Lebih Baik di 2022

1 September 2022 - 14:42 WIB

Kabupaten Tolikara

Sepenting Apa Skoring Indeks Desa Membangun (IDM)?

25 Juli 2022 - 13:37 WIB

Desa Peliatan

Beberapa Data IDM Kemendes Terdapat Yang Tidak Konsisten

22 Juli 2022 - 19:32 WIB

IDM 2021

Mengapa Baksos TNI/Polri Ke Desa Tidak Masuk Variabel Penilaian IDM Kemendes?

21 Juli 2022 - 17:43 WIB

Baksos Korem 132/Tadaluko
Trending di Artikel