Kabupaten Bogor Perpanjang Status Tanggap Darurat

0
362
jurnaldesa/foto:bnpb (Kabupaten Bogor Perpanjang Status Tanggap Darurat)

Jurnaldesa.id | Bogor – Kabupaten Bogor memperpanjang Masa Tanggap Darurat selama 14 hari kedepan. Keputusan itu berdasarkan hasil rapat kordinasi penanganan darurat bencana banjir dan tanah longsor, yang dilaksanakan di ruang rapat Kecamatan Cigudeg, dengan pimpinan rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor. Terhitung tanggal 15-28 Januari 2020 masa tanggap darurat diberlakukan di lima Kecamatan antara lain Kecamatan Sukajaya, Nanggung, Cigudeg, Jasinga, dan Bojong Kulur. Perpanjangan ini didasarkan pada estimasi waktu yang dibutuhkan untuk membuka akses, peningkatan layanan pengungsi dan pendataan BNPB.

Petugas posko yang melakukan pendataan dan menerima informasi dari pos lapangan harus terkompilasi dan terkoordinasi melalui posko terpadu dibawah Komando Satgas. Sebelumnya Bupati Ade Yasin sudah menunjuk Komandan Kodim 0621/Kabupaten Bogor Letkol (Inf) Harry Eko Sutrisno sebagai komandan tim tanggap darurat bencana di Kabupaten Bogor yang poskonya berada di Kecamatan Sukajaya.

Berdasarkan data awal terdapat 4.364 unit rumah rusak yang perlu diverifikasi. Tim verifikasi akan segera turun ke lapangan untuk pendataan rumah rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan. Tim beranggotakan tenaga teknis PUPR, Kepala Desa, Babinsa dan Babinkamtibmas. Verifikasi yang dilakukan adalah pendataan rumah rusak by name by adress, yang akan diterbitkan dalam surat keputusan yang ditandatangani Kepala Daerah. Tim verifikasi melakukan pendataan, pendokumentasian, dan penilaian terhadap kategori kerusakan yang dituangkan dalam berita acara dan ditandatangani bersama, dengan target waktu 7 hari, terhitung sejak 16 Januari 2020.

Desa yang kemungkinan perlu direlokasi adalah Desa Cileuksa, Cisarua, Sukamulih, Jayaraharja, Urug, Harkat Jaya, Kiara Pandak, Sipayung. Badan Geologi akan segera melajukan pengkajian terhadap lokasi-lokasi rawan longsor dan lokasi yg akan dijadikan tempat relokasi.

Terdata 2.336,69 ha komoditas pertanian seperti sawah, talas, dan lainnya yang rusak akibat bencana. Selain itu terdapat saluran irigasi, tempat penggilingan yang perlu di direhabilitasi dan rekonstruksi. Mengenai status tanah Desa Cileuksa, Cisarua, Kiara Sari, status lahannya adalah Taman Nasional Halimun Salak. Sedangkan wilayah Pasir Madang, Kiara Pandak status lahannya HGU PT. Paramon. Untuk Desa Urug, Kiara Pandak statusnya PTP. Daerah Sukamulih statusnya tanah milik. Mengenai kebutuhan logistik, Kabupaten Bogor masih memiliki cadangan beras sebanyak 55,7 Ton, diperkirakan cukup untuk kebutuhan penanganan darurat.

Rapat kordinasi penanganan darurat tersebut dihadiri antara lain, Direktur Pengerahan Sumber Daya Darurat, Plt. Direktur Perbaikan Infrastruktur Darurat, tim pendamping BNPB, perwakilan Kodim dan Polres, Asisten Urusan Pemerintahan, dan Asisten Urusan Kesra dan Asisten Urusan Ekbang. Sedangkan dari OPD Kabupaten Bogor antara lain BPBD, Dinas PU, DKP, Dinkes, Kabag Pembangunan, Dishub, Dinsos, Damkar, UPT Peternakan, Dinas Pertanian dan Perikanan, BPMD serta empat Camat, dan Kepala Desa di lokasi terdampak.

Pewarta: Yudi AS.
Editor: Djali Achmad

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here