Menu

Mode Gelap
Sepenting Apa Skoring Indeks Desa Membangun (IDM)? Beberapa Data IDM Kemendes Terdapat Yang Tidak Konsisten Mengapa Baksos TNI/Polri Ke Desa Tidak Masuk Variabel Penilaian IDM Kemendes? Peroleh 885 Juta, Desa Sungai Benuh Jambi Tetap Berstatus Desa Sangat Tertinggal Profil Desa Paling Sangat Tertinggal di Indonesia

Dinamika · 19 Feb 2020 13:00 WIB ·

Kabupaten Bulungan Siapkan 1.000 Hektare untuk Pengembangan Kopi – Kakao

jurnaldesa/foto.Pemkab.Bulungan (Kabupaten Bulungan Siapkan 1.000 Hektare untuk Pengembangan Kopi – Kakao)

Jurnaldesa.id | Bulungan – Kementerian Pertanian pada Rabu pagi (19/2) melalui Dirjen Perkebunan, menerima penyerahan proposal pelaksanaan program pengembangan kopi – kakao dari Bupati Bulungan, H. Sudjati, SH. Program yang menggunakan lahan seluas 1.000 hektare itu akan dilaksanakan oleh Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, pada tahun 2021 mendatang.

Dirjen Perkebunan Dr. Ir. Kasdi Subyagono, M.Sc, didampingi Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Ir. Dedi Junaedi, M.Sc, menyambut baik proposal itu mengingat komoditas perkebunan merupakan penyumbang devisa tertinggi dari sektor pertanian sehingga cukup menjanjikan untuk dikembangkan. “Pada 2021 Dirjen Perkebunan akan memberikan 1 program pembibitan kopi – kakao seluas 5 hektare guna menjadi stimulan bagi pengembangan kopi – kakao di Bulungan,” ungkap Kasdi.

Kasdi menambahkan, “bantuan dari pemerintah pusat akan lebih diarahkan kepada kemandirian petani dalam mengembangkan usaha perkebunan melalui KUR, bisa disandingkan dengan Dana Desa mulai dari hulu sampai hilir”. Sedangkan Bupati Bulungan yang didampingi Kadis Pertanian Bulungan, drh. Achmad Yani dan Kabid Perkebunan Syahrudin, SP menjelaskan, “program yang menggunakan lahan 1.000 hektare terdiri 700 hektare untuk pengembangan kakao dan 300 hektare untuk kopi”.

Sudjati menambahkan, “untuk pengembangan komoditas kakao pihaknya telah menyiapkan lahan di Desa Antutan 400 hektare, di Desa Sajau Pura 200 hektare, di Desa Kelubir 100 hektare. Sedangkan untuk komoditas kopi telah disiapkan lahan di Desa Muara Pangean 100 hektare, di Desa Long Bia 100 hektare, dan di Desa Tanjung Buka / SP 2 seluas 100 hektare”.

Dalam kesempatan itu Dirjen Perkebunan menyarankan, pengembangan perkebunan dilakukan dengan cara tumpang sari agar petani dapat hasil maksimal. “Kemudian saat proses hilirisasi perhatikan kemasan produk agar menarik sehingga mampu bersaing”.

Sementara itu Bupati mengusulkan agar Kabupaten Bulungan dimasukkan sebagai salah satu kabupaten pendukung penghasil komoditas strategis melalui pengembangan kopi – kakao, sebagaimana diamanatkan dalam Perpres nomor 28 tahun 2008 tentang Kebijakan Industri Nasional.

Pewarta: Yudi AS.
Editor: Djali Achmad

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 6 kali

Baca Lainnya

Sepenting Apa Skoring Indeks Desa Membangun (IDM)?

25 Juli 2022 - 13:37 WIB

Desa Peliatan

Beberapa Data IDM Kemendes Terdapat Yang Tidak Konsisten

22 Juli 2022 - 19:32 WIB

IDM 2021

Mengapa Baksos TNI/Polri Ke Desa Tidak Masuk Variabel Penilaian IDM Kemendes?

21 Juli 2022 - 17:43 WIB

Baksos Korem 132/Tadaluko

Peroleh 885 Juta, Desa Sungai Benuh Jambi Tetap Berstatus Desa Sangat Tertinggal

20 Juli 2022 - 05:35 WIB

Desa Sungai Buluh

Profil Desa Paling Sangat Tertinggal di Indonesia

18 Juli 2022 - 19:36 WIB

Desa Diyoudimi

Akses Internet dan Jalan Aspal Belum Ada, Kurulimbu Selatan NTT Naik Status

15 Juli 2022 - 18:02 WIB

IDM Kemendes PDTT
Trending di Artikel