Menu

Mode Gelap

Desa · 9 Sep 2021 15:00 WIB ·

Kabupaten Pasaman Teladan Dalam Pendataan Berbasis SDGs Desa Tercepat


Menteri Desa PDTT RI, Abdul Halim Iskandar memberikan penghargaan apresiasi atas keberhasilan Kabupaten Pasaman melakukan pendataan berbasis SDG's Desa, Provinsi Sumatera Barat, Indonesia Perbesar

Menteri Desa PDTT RI, Abdul Halim Iskandar memberikan penghargaan apresiasi atas keberhasilan Kabupaten Pasaman melakukan pendataan berbasis SDG's Desa, Provinsi Sumatera Barat, Indonesia

Jurnaldesa.id | Pasaman – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar memberikan penghargaan secara simbolis ke Bupati Pasaman Benny Utama dan beberapa perwakilan Wali Nagari, di kantor Bupati Pasaman, Jumat (27/8/2021).

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap Kabupaten Pasaman yang menjadi salah satu kabupaten tercepat dalam menyelesaikan pendataan berbasis SDGs Desa.

Dalam sambutannya, pria yang akrab disapa Gus Halim ini akan menjadikan Kabupaten Pasaman sebagai salah satu pilot project terkait dengan penurunan kemiskinan kronis atau ekstrem.

“Dilihat dari keberhasilan dalam melakukan pemutakhiran data berbasis di desa maka kabupaten Pasaman ini layak menjadi pilot project terkait dengan penurunan kemiskinan kronis berbasis SDGs Desa,” ujar Menteri Halim Iskandar.

Menteri Halim Iskandar berharap, pada tahun 2022, Kabupaten Pasaman dapat menurunkan 33% angka kemiskinan kronis atau kemiskinan ekstrem. Hal tersebut sesuai dengan SDGs goals pertama, yaitu Desa Tanpa Kemiskinan.

Menurutnya, hal itu tidak sulit jika ada pendampingan dari pemerintah daerah dan pendampingan dari tenaga pendamping profesional.

“Kalau nanti di 2022 goals 33% turun, maka bisa diproyeksikan di 2024, Pasaman akan bisa memenuhi target Pak Presiden, yaitu kemiskinan ekstrem turun pada posisi nol persen,” ungkap Doktor Honoris Causa dari UNY ini

Lebih lanjut Gus Halim mengatakan, dengan data yang sudah dimutakhirkan dalam SDGs Desa, lalu kemudian dijadikan dasar dalam penyusunan RKPDes dan prioritas penggunaan dana desa, maka penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Pasaman adalah hal yang tidak mustahil.

Selain itu, Mantan Ketua DPRD Jawa Timur ini juga mengaku bangga di Kabupaten Pasaman karena badan usaha milik Nagari (BUMNag) bisa lebih cepat dibanding Peraturan Menteri Desa yang berkaitan dengan prioritas penggunaan dana desa tahun 2022.

“Karena tadi saya mampir di BUMNag Limo Koto Jaya yang berusaha di telur itik. Nah, prioritas penggunaan dana desa tahun 2022 itu ada yang namanya ketahanan pangan hewani. Baru kita masukkan untuk 2022, Pasaman sudah mulai lebih dulu daripada kita,” ungkap Gus Halim.

Ia menilai, saat ini ketahanan pangan nabati sudah banyak. Olehnya, ketahanan pangan hewani kemudian dimasukkan sebagai salah satu prioritas penggunaan dana desa 2022.

Untuk diketahui, sebelum menyerahkan penghargaan berbasis SDGs Desa di kantor Bupati, Gus Halim beserta rombongan meninjau BUMNag Limo Koto Jaya yang bergerak pada usaha itik petelur.

Pewarta : FEB
Editor : LIN

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 3 kali

Baca Lainnya

Data Desa Berbasis SDGs Desa Pandu Pembangunan Desa Tepat Sasaran

28 Maret 2022 - 09:23 WIB

Desa

400 Triliun Dana Desa Digelontorkan Sejak 2015, Ini Hasilnya

28 Maret 2022 - 08:12 WIB

Dana Desa

Cerita Pembangunan Jalan Hanya di Depan Rumah Kades dan Tokoh Desa

26 Maret 2022 - 18:03 WIB

Desa

Menyandang Desa Digital Terbaik Jawa Barat, Desa Cangkingan Terus Berinovasi

18 Maret 2022 - 18:00 WIB

Desa Digital

Satu Data Kemenkeu Guna Tingkatkan Produk dan Kualitas Pelaku UMKM

18 Maret 2022 - 17:00 WIB

UMKM

Menteri Desa PDTT: Transformasi PNPM-Mpd Ke BUM Desa Bersama Agar Asetnya Punya Kepastian Hukum

18 Maret 2022 - 08:00 WIB

Desa
Trending di Bumdes