Kasus Korupsi Dana Desa Dinasti Politik Probolinggo Terbongkar

0
18
Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari dan suaminya yang juga Anggota DPRI RI, Hasan Aminuddin, ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK RI
Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari dan suaminya yang juga Anggota DPRI RI, Hasan Aminuddin, ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK RI

Jurnaldesa.id | Probolinggo – PR besar Indonesia masih terus menjadi momok di negeri Indonesia. Para pelaku korupsi sepertinya tak menemukan titik jera dari tindakan yang dilakukannya. Sebagai sebuah bangsa besar, Indonesia membutuhkan ajeg, bersih dan mampu mengedepankan tata kelola bernegara yang komprehensif.

Tak kurangnya seruan masyarakat Indonesia melalui beragam cara agar perilaku korupsi ini dihentikan. Sebab cara pengelolaan yang buruk di berbagai sektor masyarakat, memang dirasakan langsung dampak dan akibatnya. Begitupula tata kelola daerah, masih saja praktek korupsi meraja di pemerintahan dan saat ini Pemkab Probolinggo yang kali ini terkuak kebobrokannya.

“Jumlah Transfer Keuangan dari APBN ke Kabupaten Probolinggo sejak 2012 – 2021 mencapai Rp 15,2 Triliun. Dari 959 Miliar (2012) menjadi Rp 1,857 Triliun (2021). Total Dana Desa sejak 2015 – 2021 mencapai Rp 2,15 Triliun untuk 325 Desa. Masing – masing desa rata – rata mendapat Rp 291 Juta (2015) naik 3,5 kali menjadi Rp 1,32 Milyar (2021),” ungkap Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani pada keterangannya di akun Instagramnya pada 4 September 2021.

Peningkatan Transfer Keuangan ini tidak berdampak bagi kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat desa setempat. Masih terjadi beragam ketimpangan yang dirasakan oleh masyarakat. Angka pengangguran meningkat dan angka anak dibawah umur 2 tahun kurang gizi juga meningkat. Hal ini tentunya memunculkan adanya indikasi kebocoran keuangan negara yang di transfer ke Pemkab Probolinggo.

“Anak usia dibawah 2 tahun yang mengalami kurang gizi (stunting) naik dari 21,99 persen (2015) menjadi 34,04 persen (2019). 3,5 anak dari 10 anak kurang gizi..! Pengangguran terbuka naik dari 2,89 persen (2015) menjadi 4,86 (2021),” lanjut Sri Mulyani di akun Instagramnya.

Dia mengutarakan, meskipun angka kemiskinan turun 20,98 persen (2015) menjadi 18,61 persen (2020). Hampir satu dari 5 penduduk masih miskin..! Adapun Index Pembangunan Manusia (IPM) 64,12 persen (2015) naik menjadi 66,07 persen (2020). Korupsi adalah musuh utama dan musuh bersama dalam mencapai kemakmuran yang berkeadilan.

Kasus korupsi Pemkab Probolinggo ini mencuat saat KPK RI menetapkan 22 orang sebagai tersangka pada kasus jual beli jabatan kepala desa di Kabupaten Probolinggo. Termasuk diantaranya yakni Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari beserta suaminya yang merupakan anggota DPR RI, Hasan Aminuddin. Diketahui bahwa Hasan Aminuddin merupakan Bupati Probolinggo periode 2003 – 2008 dan 2008 – 2013 yang kemudian kepemimpinan Pemkab Probolinggo berikutnya dijabat oleh istrinya pada periode 2013 – 2018 dan 2018 – 2021.

KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dan suaminya Hasan Aminuddin serta mengamankan barang bukti Rp326.500.000 dan menahan keduanya sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan suap terkait seleksi kepala desa di Kabupaten Probolinggo.

KPK Beberkan Korupsi Probolinggo, Kumpulkan Penerima di Satu Tempat. Perkara bermula pada kosongnya posisi kepala desa akibat pengunduran jadwal pemilihan serentak tahap II di Probolinggo. Ini membuat 252 kepala desa dari 24 kecamatan kosong.

Dalam perkaranya, Hasan Aminuddin dan Puput Tantriana diduga mematok harga sekira Rp20 juta ditambah upeti penyewaan tanah kas desa Rp5 juta per hektar, untuk jabatan kepala desa di Probolinggo. Hasan dan Puput meminta uang suap dari para calon kepala desa melalui camat atau pejabat desa.

Dugaan korupsi dinasti Hasan Aminuddin itu mulai terkuak setelah KPK berhasil melakukan OTT kepada Bupati Probolinggo non aktif Puput Tantriana Sari dan suaminya Hasan Aminuddin. Keduanya bersama 20 tersangka lain dijebloskan ke tahanan KPK setelah terlibat uang pengisian jabatan kepala desa (Pj Kades).

Pewarta : LIN
Editor : DJ

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here