Menu

Mode Gelap

Dinamika · 27 Mei 2022 08:56 WIB ·

Ketika COVID-19 Melanda Justru UMKM Mampu Bertahan Bahkan Omset Meningkat


Wakil Bupati Richi Aprian dalam acara Digital Entrepreneurship Academy (DEA) di Batusangkar, Selasa, 25/5/2022. (Foto: InfoPublik) Perbesar

Wakil Bupati Richi Aprian dalam acara Digital Entrepreneurship Academy (DEA) di Batusangkar, Selasa, 25/5/2022. (Foto: InfoPublik)

JURNALDESA – Wakil Bupati Tanah Datar, Sumatera Barat, Richi Aprian SH. MH meminta pelaku UMKM di daerahnya untuk memaksimalkan pemakaian telepon pintar (smartphone) guna meningkatkan keterampilan dan pasar yang lebih terbuka.

“Saya meminta kepada peserta untuk memaksimalkan smartphone, jangan sampai aplikasi yang ada di dalamnya hanya dimanfaatkan untuk ghibah, tapi saatnya untuk mencari pasar yang lebih terbuka,” kata Wakil Bupati Richi Aprian saat membuka acara Digital Entrepreneurship Academy (DEA) di Batusangkar, Selasa (25/5/2022).

Wabup mengatakan, UMKM memiliki peranan penting dalam perekonomian masyarakat Indonesia, khususnya di Tanah Datar. Pada saat pandemi COVID-19 melanda, banyak bidang usaha yang besar dan menengah yang terhenti bahkan gulung tikar.

Sementara UMKM mampu bertahan bahkan omset penjualan industri di bidang UMKM meningkat, tidak hanya dibidang makanan dan minuman saja tapi produk ekonomi kreatif lain juga tumbuh berkembang.

“Sehingga kami memandang UMKM mampu memberikan dampak yang langsung di setiap lapisan masyarakat, kami berharap bapak ibu bisa memanfaatkan momen ini dengan sungguh-sungguh,” katanya.

Ia menjelaskan sektor UMKM salah satu potensi yang dimiliki Tanah Datar selain sektor Pariwisata dan Pertanian. Hal itu tercantum dalam misi ke dua RPJMD Tanah Datar, yaitu meningkatkan ekonomi masarakat dan perluasan lapangan kerja berbasis pertanian, industri dan UMKM.

Untuk mewujudkan itu semua, Pemkab Tanah Datar telah melakukan fasilitasi untuk mendorong pemberdayaan melalui berbagai fasilitas, seperti masalah pengemasan, pelatihan tentang merek, produk halal, sertifikasi dan lain-lain.

Bahkan juga bantuan modal dan peralatan melalui alokasi dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dengan program “Makan Randang” di Tanah Datar. Program tersebut bekerja sama dengan Bank Nagari untuk menyalurkan pinjaman maksimal Rp.10 juta dengan bungan tiga persen per tahun.

“InsyaAllah kami sudah upayakan bagaimana nanti bunga pinjamannya nanti bisa dibawah tiga persen pertahun. Jadi sudah ilmunya diperoleh, pendidikan diperoleh, dan modalnya juga di bantu,” kata Wabup.

Sementara itu perwakilan Kepala Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BBPSDMP) Kominfo Medan Amal Hasim Siagian mengatakan, Pandemi COVID-19 adalah proses terjadinya akselerasi penggunaan digital dalam pemenuhan konsumsi, produksi, maupun transaksi investasi.

Berbagi kebijakan juga terus diperkuat untuk pengembangan usaha UMKM melalui pemanfaatan digitalisaai untuk meningkatkan daya tahan lebih tinggi.

“Untuk peningkatan kapasitas tersebut pelu diberikan pelatian salah satunya melalui program DEA ini,” katanya.

Penulis: Achmad S.
Editor: Djali Achmad
Sumber: InfoPublik

 

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Status IDM 3 Desa Perbatasan Kecamatan Sei Menggaris – Malaysia

20 November 2023 - 10:36 WIB

Desa Terdepan

Menjaga Alam dan Tradisi di Desa Penglipuran Bali

28 Oktober 2023 - 16:05 WIB

Desa Penglipuran

Musrenbangdes RKP 2024 Desa Ambengan Bali Fokus Pada Kesehatan

10 Oktober 2023 - 08:10 WIB

Desa Ambengan

Program Electrifying Agriculture PLN Tekan Biaya Operasional Petani Bawang Hingga 75 Persen

28 April 2023 - 16:09 WIB

PLN

Pom Listrik Kapal Sandar PLN Bantu Nelayan NTT

28 April 2023 - 12:28 WIB

PLN

Siswa Sekolah Live in di Desa Wisata Binaan Bakti BCA

13 April 2023 - 17:08 WIB

BCA
Trending di Dinamika