KKP Respon Cepat Pencemaran Limbah Minyak Hitam di Pulau Bintan

0
234
jurnaldesa/foto:kkp (KKP Respon Cepat Pencemaran Limbah Minyak Hitam di Pulau Bintan)

Jurnaldesa.id | Bintan – Guna menindaklanjuti laporan masyarakat pada Senin (13/01) tentang kejadian di Pesisir Timur Pulau Bintan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui BPSPL Padang Satker Tanjung Pinang melaksanakan pengumpulan informasi terkait pencemaran limbah minyak di Perairan Bintan. Kegiatan tersebut melibatkan Pos TNI AL Kawal, Madu Tiga Resort, DLH Provinsi Kepulauan Riau, Pokmaswas Sebung Pereh dan Bayan Resort.

Sebelumnya BPSPL Padang memperoleh laporan dari Manager Madu Resort, Ade. Lebih lanjut Ade menginformasikan bahwa pencemaran sudah berlangsung sejak Minggu pagi (12/01). Ade juga menyebutkan telah ditemui 5 karung limbah minyak cair dengan kondisi pantai dicemari gumpalan-gumpalan minyak berukuran kecil.

Berdasarkan hasil observasi lapangan pada hari Senin (13/01), tim menemukan perbedaan kondisi lapangan. Di Pantai Madu Resort, lapisan minyak dipermukaan perairan sudah meluas hingga lebih kurang 20 meter dari bibir pantai. Selain itu tim juga menemukan 13 karung limbah minyak hitam lain di sepanjang pesisir timur Pulau Bintan yang dilalui.

Temuan itu kemudian diambil sampelnya untuk diteruskan kepada instansi terkait. Disamping itu, staf Madu Tiga Resort menyaksikan takbut dan kapal tongkang yang sedang labuh jangkar di depan perairan Madu Tiga Resort yang kemudian dilaporkan kepada Pos TNI AL Kawal. Namun, hasil tindak lanjut menunjukan tidak adanya indikasi pembuangan limbah minyak hitam.

Berdasarkan koordinasi dengan Pos TNI AL Kawal, pencemaran juga terjadi di area berakit (Breeze Resort), Pantai Trikora dan Pantai Mutiara Resort Km 55. Ketua Kelompok Masyarakar Pengawas (Pokmaswas) Sebung Pereh, Bedu, dan Bayan Resort, Henry, juga menyampaikan hal yang sama, dan pencemaran sudah mulai berkurang dari hari sebelumnya.

Tim juga berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kepulauan Riau untuk bantuan penanganan dan pengangkutan limbah. Tindak lanjut yang disarankan tim BPSPL Padang adalah koordinasi aktif dengan resort terkait untuk memantau perkembangan kondisi di lapangan, melaporkan jika menemui biota terdampar akibat pencemaran, dan penyusunan laporan guna sebagai bahan masukan dalam koordinasi bersama tim terpadu penanganan limbah minyak di Provinsi Kepulauan Riau.

Sumber: BPSPL Padang
Pewarta: Darmanto
Editor: Djali Achmad

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here