Menu

Mode Gelap
Sepenting Apa Skoring Indeks Desa Membangun (IDM)? Beberapa Data IDM Kemendes Terdapat Yang Tidak Konsisten Mengapa Baksos TNI/Polri Ke Desa Tidak Masuk Variabel Penilaian IDM Kemendes? Peroleh 885 Juta, Desa Sungai Benuh Jambi Tetap Berstatus Desa Sangat Tertinggal Profil Desa Paling Sangat Tertinggal di Indonesia

Dinamika · 12 Jul 2019 09:00 WIB ·

Menyiasati Hujan Dengan Rumah Pengering Sagu Sederhana

jurnaldesa/foto:sorongselatankab (Rumah Pengering Sagu Sederhana Berbasis Kemitraan)

Jurnaldesa.id | Sorong Selatan – Sagu adalah tepung yang diproses sedemikian rupa dari teras batang rumbia atau pohon sagu. Sebagai sumber karbohidrat, sagu banyak dikonsumsi oleh masyarakat di Maluku dan Papua yang tinggal di pesisir. Selain menjadi makanan pokok dalam bentuk papeda, sagu merupakan bahan dasar pembuatan aneka kue dan olahan lain. Seperti yang terdapat di Kampung Manggroholo dan Kampung Komanggaret, Distrik Saifi, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat.

Di kedua kampung itu sagu diolah menjadi aneka kue dan olahan lain, baik untuk dikosumsi maupun untuk dijual. Kendala yang kerap dihadapi masyarakat saat mengolah sagu biasanya pada proses pengeringan. “Pati” sagu yang telah dihaluskan, disaring, dan dicuci, pada tahap akhir membutuhan pengeringan. Proses akhir inilah yang memacu Bagian Sarana Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Sorong Selatan menggagas pembuatan rumah pengering sagu sederhana.

Dalam keterangannya, Hengky Pagiling, selaku Kepala Bagian Sarana Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Sorong Selatan mengungkapkan, “dengan adanya rumah pengering sagu sederhana ini masyarakat tidak perlu khawatir lagi untuk mengeringkan sagu meski keadaan hujan. Artinya masyarakat dapat mengeringkan sagu kapan saja sekalipun intensitas hujan cukup tinggi.”

Menurut Hengky, rumah pengering sagu sederhana berbasis kemitraan ini dimaksudkan untuk membantu masyarakat dalam mengolah sagu. Sebagai tahap awal akan dilaksanakan di Kampung Manggroholo dan Kampung Komanggaret, Distrik Saifi, sebagai percontohan rumah pengering sagu sederhana. “Selain itu masyarakat akan diberi pengetahuan tentang tahapan pembuatan pati sagu kering serta peluang usaha dan strategi pemasaran,” terang Hengky.

Dukungan program tersebut disampaikan Kepala Distrik Saifi, Frengky Ajamsaru. Frengky berharap pembangunan rumah pengering sagu ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat dan dapat menerapkan apa yang telah diajarkan. Senada dengan itu, Frans Srefle, Kepala Kampung Manggroholo menyampaikan, “semoga kegiatan ini dapat terus berjalan sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya.” Sedangkan Elisa salah satu masyarakat Kampung Komanggaret mengatakan, “program ini menambah wawasan dan meningkatkan kreatifitas mengolah sagu.”

Pewarta: Yudi AS.
Editor: Djali Achmad

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 38 kali

Baca Lainnya

Sepenting Apa Skoring Indeks Desa Membangun (IDM)?

25 Juli 2022 - 13:37 WIB

Desa Peliatan

Beberapa Data IDM Kemendes Terdapat Yang Tidak Konsisten

22 Juli 2022 - 19:32 WIB

IDM 2021

Mengapa Baksos TNI/Polri Ke Desa Tidak Masuk Variabel Penilaian IDM Kemendes?

21 Juli 2022 - 17:43 WIB

Baksos Korem 132/Tadaluko

Peroleh 885 Juta, Desa Sungai Benuh Jambi Tetap Berstatus Desa Sangat Tertinggal

20 Juli 2022 - 05:35 WIB

Desa Sungai Buluh

Profil Desa Paling Sangat Tertinggal di Indonesia

18 Juli 2022 - 19:36 WIB

Desa Diyoudimi

Akses Internet dan Jalan Aspal Belum Ada, Kurulimbu Selatan NTT Naik Status

15 Juli 2022 - 18:02 WIB

IDM Kemendes PDTT
Trending di Artikel