Menu

Mode Gelap
Sepenting Apa Skoring Indeks Desa Membangun (IDM)? Beberapa Data IDM Kemendes Terdapat Yang Tidak Konsisten Mengapa Baksos TNI/Polri Ke Desa Tidak Masuk Variabel Penilaian IDM Kemendes? Peroleh 885 Juta, Desa Sungai Benuh Jambi Tetap Berstatus Desa Sangat Tertinggal Profil Desa Paling Sangat Tertinggal di Indonesia

Dinamika · 15 Jul 2019 09:00 WIB ·

Pasokan Melimpah, Harga Ikan Di Jayapura Turun


Pasokan Melimpah, Harga Ikan Di Jayapura Turun Perbesar

Jurnaldesa.id | Jayapura – Pasokan dari nelayan melimpah, harga ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Hamadi, Jayapura, mengalami penurunan. Selain harga ikan, harga beberapa hasil laut lain juga lebih murah dari harga normal.

“Semua ikan turun harganya, ikan lagi banyak dari nelayan. Lagi murah,” terang Andi Iwan (27), salah seorang pedagang ikan di TPI Hamadi kepada Jurnaldesa.id, Minggu (14/07/2019).

Menurut para pedagang, menurunnya harga ikan ini disebabkan banyaknya perahu nelayan yang membawa ikan ke TPI Hamadi. Namun, perahu-perahu yang masuk adalah perahu nelayan tradisional yang masih menggunakan jaring kecil.

Abbas (40), warga Hamadi Tanjung yang juga berdagang ikan, mengatakan, harga ikan Cakalang (Tongkol) yang biasanya dijual Rp 100 ribu per ekor turun menjadi Rp 30 ribu per ekor. ikan Ekor Kuning yang besar dijual Rp 100 ribu per ekor, padahal saat harga sedang tinggi ikan Ekor Kuning besar harganya bisa mencapai  Rp 400 ribu per ekor.

Untuk ukuran yang sedikit lebih kecil, ikan Cakalang dijual Rp 80 ribu per ekor. Sedangkan ikan Ekor Kuning ukuran sedang yang biasanya dijual Rp 80 ribu kini dijual Rp 50 ribu per ekor. Kakap Merah dijual kisaran Rp 100 ribu hingga 250 ribu, tergantung ukurannya. Sama dengan Kakap Merah, ikan Bobara dan Tenggiri juga dijual pada kisaran Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu.

“Harganya bervariasi, tergantung ukurannya. Harganya juga tidak stabil, tergantung keadaan,” kata bapak May (40), pedagang lainnya sambil menawarkan ikan pada pengunjung TPI.

Ikan yang dijualnya, ungkap May, dia beli dari nelayan-nelayan penangkap ikan yang menjualnya ke TPI Hamadi. Ada nelayan yang mendapatkan ikan dengan menjaring ikan, namun ada juga yang memancing. Dari TPI, hasil laut yang didapatkan dari sekitar perairan Jayapura itu disebar ke pasar-pasar hingga ke daerah pegunungan.

Selain ikan, hasil laut lainnya seperti Cumi-cumi dan Udang juga mengalami penurunan. Udang yang biasanya dijual seharga Rp 90 ribu sampai Rp 100 ribu per Kg, kini dijual Rp 75 ribu per Kg. Sedangkan Cumi-cumi dipatok harganya Rp 100 ribu per Kg.

Walau harga ikan turun, menurut pedagang, jumlah pembeli sedikit berkurang. Mereka menduga penyebab turunnya jumlah pengunjung TPI ini karena banyaknya pedagang ikan eceran yang berjualan langsung ke perumahan warga dengan menggunakan motor dan kondisi tempat pelelangan ikan yang kurang layak.

Penulis: Enrico Nikijuluw
Editor: Djali Achmad

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 20 kali

Baca Lainnya

Sepenting Apa Skoring Indeks Desa Membangun (IDM)?

25 Juli 2022 - 13:37 WIB

Desa Peliatan

Beberapa Data IDM Kemendes Terdapat Yang Tidak Konsisten

22 Juli 2022 - 19:32 WIB

IDM 2021

Mengapa Baksos TNI/Polri Ke Desa Tidak Masuk Variabel Penilaian IDM Kemendes?

21 Juli 2022 - 17:43 WIB

Baksos Korem 132/Tadaluko

Peroleh 885 Juta, Desa Sungai Benuh Jambi Tetap Berstatus Desa Sangat Tertinggal

20 Juli 2022 - 05:35 WIB

Desa Sungai Buluh

Profil Desa Paling Sangat Tertinggal di Indonesia

18 Juli 2022 - 19:36 WIB

Desa Diyoudimi

Akses Internet dan Jalan Aspal Belum Ada, Kurulimbu Selatan NTT Naik Status

15 Juli 2022 - 18:02 WIB

IDM Kemendes PDTT
Trending di Artikel