Pemblokiran Layanan Data di Papua dan Papua Barat Masih Berlanjut

0
378
jurnaldesa/ilustrasi:googlemaps (Pemblokiran Layanan Data di Papua dan Papua Barat Masih Berlanjut)

Jurnaldesa.id | Jakarta – Pemblokiran layanan data internet pada operator seluler di Provinsi Papua dan Papua Barat hingga saat ini, Jumat (23/8/2019) masih berlanjut. Pemblokiran tersebut akan berlangsung sampai situasi dan kondisi Tanah Papua benar normal. Namun masyarakat tetap bisa berkomunikasi menggunakan layanan panggilan telepon dan layanan pesan singkat/SMS, demikian Kementerian Kominfo dalam keterangan pers nya.

Berdasarkan evaluasi yang dilakukan oleh Kementerian Kominfo dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait pada Jumat (23/8/2019) pukul 16.00, Pemerintah menyimpulkan bahwa meskipun situasi dan kondisi di beberapa kota dan kabupatan di Papua dan Papua Barat mulai berangsur-angsur pulih, namun distribusi dan transmisi informasi hoaks, kabar bohong, provokatif dan rasis masih terbilang tinggi.

Setidaknya 33 konten dan 849 tautan informasi hoaks dan provokatif terkait isu Papua telah diidentifikasi, divalidasi dan diverifikasi oleh Kementerian Kominfo hingga Jumat (23/8/2019) siang. 33 konten dan 849 tautan konten hoaks dan provokatif itu disebarkan ke ratusan ribu pemilik akun media sosial facebook, instagram, twitter dan youtube.

Untuk mempercepat proses pemulihan situasi keamanan dan ketertiban di Papua dan Papua Barat,Kementerian Kominfo menghimbau warganet di seluruh tanah air untuk tidak ikut mendistribusikan dan mentransmisikan informasi elektronik yang masih diragukan kebenarannya atau yang terindikasi hoaks atau hasutan yang dapat menimbulkan kebencian dan permusuhan berdasarkan suku, agama, ras dan antar golongan (SARA).

Kementerian Kominfo menerima pengaduan konten dari masyarakat melalui pesan whatsApp di nomor 08119224545 atau email di aduankonten@mail.kominfo.go.id serta melalui akun twitter @aduankonten. Pelapor hanya perlu menyertakan nama, tautan pengaduan dan screenshot atau tangkapan layar dari konten negatif atau hoaks yang ingin diadukan.

Pewarta: Yudi AS.
Editor: Djali Achmad

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here