Pengembangan Masyarakat Pada Pemberdayaan Masyarakat Tertinggal (Bagian 1)

0
1748

Pengembangan Masyarakat Pada Pemberdayaan Masyarakat Tertinggal (Bagian 2)“if you have come to help me, you can go home again, but if you see my struggle as part of your own survival then perhaps we can work together

Kutipan wanita Aborigin di atas memberi pesan jelas bahwa Community Development atau pengembangan masyarakat berpijak pada prinsip pemberdayaan (to empower) bukan pertolongan (to help).

Pengembangan masyarakat tidaklah statis dan hanya bersifat lokal saja. Pengembangan masyarakat bisa melibatkan interaksi dinamis dan partisipatoris antar beragam stakeholder, termasuk pihak luar dalam hal ini adalah pemerintah, donor, pendamping dan warga setempat.

Dengan demikian pengembangan masyarakat tidak harus terjebak pada dikotomi “bottom up versus to down planning”, maupun local development versus global development. Kegagalan pengembangan masyarakat sering terjadi akibat adanya bias-bias dalam pengembangan masyarakat itu sendiri. Peran pendamping dan kapasitas pendamping menjadi sangat sentral dalam menunjang keberhasilan pengembangan masyarakat, khususnya pada masyarakat di daerah tertinggal.

Pengembangan Masyarakat

Disiplin pekerja sosial menetapkan bahwa pengembangan masyarakat adalah bagian dari strategi praktik pekerjaan sosial makro Beberapa frasa lain yang sering tertukar dengan pengembangan masyarakat antara lain Community Organizing (CO), Community Work, Community Building, Community Capacity Building, Community Empowerment, Community Participation, Ecologically Sustainable Develovment, Community Ekonomic Development, Assest Based Community Development, Faith Based community Economic Development, Political Partisipatory Development, Sosial Capital Formation (Suharto, 2006).

Pengembangan masyarakat mengekspresikan nilai-nilai keadilan, kesetaraan, akuntabilitas, kesempatan, pilihan, partisipasi, serta kerjasama dan proses belajar yang berkelanjutan. Pendampingan dan pemberdayaan masyarakat adalah inti dari pengembangan masyarakat, dengan cara bagaimana mempengaruhi struktur dan relasi kekuasaan untuk menghilangkan hambatan-hambatan atau ego sectoral yang mencegah orang berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan yang mempengaruhi kehidupan mereka.

Tujuan pengembangan masyarakat adalah memberdayakan individu-individu dan kelompok-kelompok orang melalui penguatan kapasitas (termasuk kesadaran, pengetahuan dan keterampilan-keterampilan) yang di perlukan untuk mengubah kualitas kehidupan komunitas mereka. Kapasitas tersebut sering kali berkaitan dengan penguatan aspek ekonomi dan politik melalui pembentukan kelompok-kelompok sosial besar yang bekerja berdasarkan agenda bersama.

Pengorganisasian Masyarakat

Pengorganisasian masyarakat atau Community Organizing (CO) adalah nama lain dari pengembangan masyarakat atau Community Development (CD). Saat ini di negara-negara maju umumnya dinamakansocial work macro practice, Community Work.

Selama puluhan tahun masyarakat di Indonesia mengenal dengan CD atau CO. Frasa ini nyaris tidak diterjemahkan lagi kedalam Bahasa Indonesia sehingga para pekerja sosial seakan merasa bersalah jika tidak menggunakan istilah CO atau CD secara terintegritas.

Banyaknya program  CO yang menggunakan cara populis dan tujuan ideal demokrasi-partisipatoris, para aktivis CO biasanya menciptakan gerakan dan aksi-aksi sosial melalui pembentukan kelompok massa. Kemudian memobilisasi anggotanya untuk bertindak, mengembangkan kepemimpinan, serta relasi diantara mereka yang terlibat.

Sebagai ilustrasinya, jika CD menanggulangi kemiskinan melalui pemberian kredit dan pelatihan ekonomi mikro maka CO menanggulangi kemiskinan dengan mendidik warga agar membentuk organisasi massa atau forum warga. Sehingga mereka mampu bertindak terhadap status quo, kaum pemodal, rentenir, atau kebijakan pemerintah yang dirasa tidak adil. Meskipun pendekatan CO dan CD bisa digabungkan dan ditukar, bagi masyarakat tertinggal konsep CD lebih sesuai dengan karakteristik mereka.

Pengembangan Masyarakat Pada Pemberdayaan Masyarakat Tertinggal (Bagian 2)

Penulis: Baharudin
Editor: Djali Achmad

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here