Menu

Mode Gelap
Status IDM 3 Desa Perbatasan Kecamatan Sei Menggaris Dengan Malaysia 3 Dari 5 Desa Perbatasan Kecamatan Tulin Onsoi Dengan Malaysia Masih Tertinggal Limpakon, Desa Perbatasan Kecamatan Lumbis Ogong Dengan Malaysia Masih Tertinggal Status 6 Desa Perbatasan di Kecamatan Lumbis Pansiangan Masih Tertinggal Seluruh Desa Perbatasan di Kecamatan Lumbis Hulu Berstatus Desa Tertinggal

Potensi · 16 Sep 2021 09:00 WIB ·

Pengolahan Sarang Burung Walet Jadi Potensi yang Dilirik Milenial


 Laboratorium Pengolahan Sarang Burung Walet di Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia. Foto : Kementerian Pertanian RI Perbesar

Laboratorium Pengolahan Sarang Burung Walet di Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia. Foto : Kementerian Pertanian RI

Jurnaldesa.id | Pontianak – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) melanjutkan kunjungan kerjanya di pulau Borneo tepatnya di Provinsi Kalimantan Barat. Setibanya di Kalbar, Mentan SYL bersama Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji langsung meninjau salah satu tempat pengolahan sarang burung walet di Pontianak, Kalimantan Barat.

“Sore ini Pak Gubernur (Kalbar) dengan unit kerja yang ada disini menunjukkan kepada saya bagaimana processing rumah walet, rumah processing walet yang ada untuk menampung semua hasil rumah walet yang tersebar di Kalimantan Barat yang begitu banyak”, ujar Mentan di tengah kunjungannya.

Sarang burung walet (SBW) menjadi salah satu komoditas ekspor unggulan dari subsektor peternakan. Ekspor sarang burung walet setiap tahunnya terus tumbuh. Menurut data BPS, sejak tahun 2016, nilai ekspor SBW Indonesia terus tumbuh hingga mencapai 540 juta US dolar di tahun 2020 dengan Tiongkok menjadi negara tujuan ekspor utama dengan hampir 78%.

Selain berbagai upaya koordinas yangi terus dilakukan antara Kementerian Pertanian dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk mendukung ketahanan pangan dalam negeri dengan optimalisasi lahan-lahan eksisting, Mentan SYL juga mendorong munculnya komoditas-komoditas andalan baru yang mampu memberdayakan masyarakatan dan meningkatkan perekonomian.

“Saya bersama Pak Gubernur sepakat untuk mencoba mengoptimalkan semua lahan-lahan eksisting untuk ketahanan pangan dan Pak Guburnur tahun ini sudah mampu mendorong upaya maksimal sehingga katakanlah ketahanan pangan kita di Kalimantan Barat ini bisa berjalan dengan baik”, jelas Mentan.

Tidak sampai disitu, ditambahkan kemudian bagaimana hal ini terus dilanjutkan dengan mengakselerasi potensi-potensi lain di bidang pertanian, peternakan , perkebunan, bahkan di bidang horti.

Lebih lanjut SYL berharap bahwa pengembangan SBW bisa maksimal. “Komoditas sarang burung walet yang Bapak Presiden dorong untuk kita jadikan komoditi andalan baru kita di Kalimantan Barat (diharapkan) bisa maksimal, terlibih lagi disini terlihat bahwa anak-anak muda mengambil peranan”, terang SYL

Gulam Mohamad Sharon selaku Owner PT. Borneo Walet Lestari mengatakan bahwa beberapa negara telah melakukan negoisasi untuk ekspor sarang burung walet ini. Selain itu, dari negara Taiwan juga sudah melakukan pemesanan.

Menurut pria berusia 39 tahun ini, sejak didirikan tahun 2019, perusahaan terus meningkatkan kapasitas produksi dari tahun ke tahun. Selain itu, perusahaan ini juga terus meningkatkan kualitas agar memenuhi kualifikasi produk ekspor sarang burung walet sesuai arahan dari Kementerian Pertanian.

Beberapa langkah strategis yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian di Kalimantan Barat yakni dengan melakukan optimalisasi lahan eksisting, pengembangan komoditas-komoditas yang menjadi kelebihan masing-masing kabupaten, serta pengambangan produk berorientasi ekspor seperti sarang burung walet ini.

“Kita tentu saja mendukung dengan mempersiapkan berbagai bentuk program dengan maksimal dengan baik, diawali dengan perencanaan dengan baik antara pemerintah daerah dan kementan kedepannya akan merumuskan. Kemudian lahan eksisting untuk ketahanan pangan diangkat lagi mulai dari varietas, budidaya sampai percepatan pengolahan, dibarengi dengan pengembangan komoditas di kabupaten-kabupaten yang memiliki kelebihan yang berbeda-beda, tentunya komoditas terkait ekspor juga akan kita bicarakan”, jelas SYL lebih lanjut.

Pewarta : FEB
Editor : LIN

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 154 kali

Baca Lainnya

Keelokan dan Kebersihan Desa Wisata Penglipuran Bali Diakui Dunia

28 Oktober 2023 - 15:10 WIB

Desa Penglipuran

Perjuangan Desa Wisata Kampung Dayun Siak Hingga Masuk 50 Besar ADWI

31 Mei 2022 - 17:00 WIB

Desa Wisata

Sedang Digemari, Bermain Skuter Listrik di Objek Wisata Istano Basa Pagaruyung

31 Mei 2022 - 11:00 WIB

Potensi Wisata

Masyarakat Nelayan Desa Tanah Kuning Gelar Tradisi Penurunan Kapal Adat

30 Mei 2022 - 06:15 WIB

Masyarakat Nelayan

Potensi Usaha Tanaman Bonsai Desa Samong Berpeluang Sebagai Destinasi Wisata

24 Mei 2022 - 11:54 WIB

Bonsai

Telaga Saat, Potensi Wisata Desa Tugu Utara yang Sejuk, Indah, Eksotik

23 Februari 2022 - 08:00 WIB

Telaga Saat
Trending di Potensi