Peningkatan Pendapatan Masyarakat Melalui Pembibitan Pohon

0
7

Jurnaldesa.id | Bogor – Pelibatan masyarakat dalam pelestarian alam menjadi nilai tambah yang bagus bagi konservasi hutan. Pada prosesnya pihak pengelola Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) merangkul masyarakat setempat untuk turut peduli terhadap keberlangsungan ekosistem konservasi alam. Dalam hal melibatkan masyarakat, pengelola TNGHS menjalin kerja sama dalam bentuk Model Kampung Konservasi (MKK).

“Dibentuknya Model Kampung Konservasi (MKK) bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan melakukan pembibitan dan penanaman pohon. Pada tahun 2007 dimulailah pembentukan MKK oleh Balai TNGHS dengan anggota 28 orang, salah satunya kegiatan kami pembibitan pohon, konservasi hutan, penanaman dan patroli hutan. Kami juga menjalani peternakan domba Garut, pada tahun 2012 kami mendapat bantuan ternak domba 55 ekor,” seru Hendrik, Ketua Model Kampung Konservasi (MKK), Desa Cisangku, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Ia mengutarakan, kami juga melakukan kegiatan restorasi pembibitan hutan dengan mendistribusikan bibit tanaman ke berbagai pelosok negeri. Dengan jenis tanaman, Rasamala, Puspa, Saninten dan lainnya kami distribusikan ke PT. Antam, Pongkor sebanyak 60.000 sampai dengan 100.000 pohon setiap tahunnya. Pendistribusian ini sudah kami lakukan sejak 2009, kami sangat bersyukur bahwa masyarakat yang terlibat dalam MKK ini telah mengalami peningkatan ekonomi yang signifikan.

“Jenis tanaman yang disemai adalah tanaman endemik yang memang tanaman ciri khas TNGHS. Seperti Rasamala, Puspa, pasang dan lainnya dibudidayakan di MKK ini. Kemudian menjadi pembibitan yang pada akhirnya didistribusikan ke instansi yang memiliki kerja sama dengan MKK. Total tanaman di TNGHS ada 17 jenis dan yang menjadi primadona adalah memang Rasamala yang merupakan tanaman endemik atau ciri khusus dari TNGHS. Untuk penyemaian 60.000 sampai dengan 100.000 pohon itu membutuhkan waktu 3 bulan, dari mulai pengisian Polybag hingga pengisian bibit, sehingga ketika bibit berusia 8 bulan itu bisa panen dan didistribusikan,” tutupnya.

Untuk ulasan lebih lanjut dapat dilihat di pranala berikut :

Peningkatan Pendapatan Masyarakat Melalui Pembibitan Pohon

Pewarta : FEB
Editor : LIN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here