Menu

Mode Gelap
Status IDM 3 Desa Perbatasan Kecamatan Sei Menggaris Dengan Malaysia 3 Dari 5 Desa Perbatasan Kecamatan Tulin Onsoi Dengan Malaysia Masih Tertinggal Limpakon, Desa Perbatasan Kecamatan Lumbis Ogong Dengan Malaysia Masih Tertinggal Status 6 Desa Perbatasan di Kecamatan Lumbis Pansiangan Masih Tertinggal Seluruh Desa Perbatasan di Kecamatan Lumbis Hulu Berstatus Desa Tertinggal

Dinamika · 11 Jul 2019 23:00 WIB ·

Pinang Buah Sepi, Pembeli Senang Harga Murah

jurnaldesa/foto:enrico (Ilham, pedagang Pinang bersama istrinya saat menjual pinang di Pasar Sentral Hamadi, Jayapura)

Jurnaldesa.id | Jayapura – Buah Pinang yang banyak dikonsumsi masyarakat di Papua harganya dijual kisaran antara Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu per tumpuk, yang berisi sekitar 40 hingga 50 buah pinang. Sedangkan di tingkat eceran, pinang buah yang dijual beserta sirih dan kapur dihargai Rp 2 ribu per 3 buah pinang.

“(Dagang) Pinang tidak seperti dulu, dulu ramai sekarang sepi,” kata Ilham (40), salah seorang pedagang pinang kepada Jurnal Desa di Pasar Hamadi, Jayapura, Papua, Kamis (11/7).

Ilham menjelaskan, beberapa tahun lalu mereka dapat menjual pinang Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu per tumpuk. Sekarang hanya dapat menjual seharga Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu per tumpuk. Itu pun masih ada lagi yang dijual dengan harga Rp 5 ribu per tumpuk.

Menurutnya, pinang yang dijualnya dibeli dari Pasar Regional Yotefa, Distrik Abepura, Jayapura. Mereka membelinya dari penjual pinang yang datang per karung atau per Mayang ke Pasar Hamadi, yang 1 ikatnya masih bertangkai.

“Dulu harga pinang sekarung bisa sampai Rp 600 ribu, kalau sekarang sekitar Rp 200 ribu, Rp 250 ribu, paling tinggi Rp 300 ribu sekarung. Harganya tergantung keadaan, kalau lagi sepi pasti beli dengan harga minim,” terang Ilham. Ia berharap ke depannya penjualan pinang bisa lebih baik. Setidaknya harga pinang dan jumlah pembeli bisa lebih stabil, tidak seperti sekarang yang tidak stabil.

Senada dengan Ilham, salah seorang pedagang pinang eceran, Kristina (43), warga Polimak, Distrik Jayapura Selatan, mengatakan, penjualan pinang di tingkat eceran saat ini tidak menentu. Terkadang penjualan ramai, namun kadang sepi. Biasanya dalam sehari ia berhasil mengantongi Rp 100 ribu, tetapi jika pembeli sepi ia hanya mendapatkan Rp 50 ribu.

Kristina mengatakan, ia menjual pinangnya eceran dengan pilihan satu tumpuk berisi 3 buah pinang seharga Rp 2 ribu, satu tumpuk berisi 11 buah pinang seharga Rp 10 ribu dan satu tumpuk berisi 18 sampai 22 buah pinang seharga Rp 20 ribu. Harga tersebut sudah termasuk buah Sirih dan Kapur, yang banyaknya sesuai harga tumpukan yang dibeli.

Murahnya harga pinang ini disambut baik warga yang biasa mengkonsumsi buah Pinang. Salah satunya seperti Rosa (30), warga Kelurahan Ardipura, Distrik Jayapura Selatan. Ia mengaku senang harga pinang murah. Biasanya kalau harga pinang sedang mahal, ia membeli pinang dengan harga Rp 2.000 per buah.

“Saya sudah lama makan pinang, tidak tau kenapa saya makan pinang. Biasanya kalau mengantuk atau rasa sepi,” kata Rosa.

Penulis : Enrico Nikijuluw
Editor: Djali Achmad

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 354 kali

Baca Lainnya

Musrenbangdes RKP 2024 Desa Ambengan Bali Fokus Pada Kesehatan

10 Oktober 2023 - 08:10 WIB

Desa Ambengan

Program Electrifying Agriculture PLN Tekan Biaya Operasional Petani Bawang Hingga 75 Persen

28 April 2023 - 16:09 WIB

PLN

Pom Listrik Kapal Sandar PLN Bantu Nelayan NTT

28 April 2023 - 12:28 WIB

PLN

Siswa Sekolah Live in di Desa Wisata Binaan Bakti BCA

13 April 2023 - 17:08 WIB

BCA

BMKG Tingkatkan Literasi Iklim Petani Kopi

20 Maret 2023 - 15:04 WIB

BMKG

Warga Pedukuhan Gunung Cilik, Bantul, Tak Lagi Kesulitan Air Bersih

14 Maret 2023 - 18:32 WIB

BCA
Trending di Dinamika