Menu

Mode Gelap
Akhirnya Bali Muncul Sebagai Satu-satunya Provinsi Mandiri 355 Desa Sangat Tertinggal di Kabupaten Tolikara Perlu Mendapat Perhatian 43 Dari 46 Distrik di Kabupaten Tolikara Masih Berstatus Sangat Tertinggal 1,5 Triliun Guna Tolikara Yang Lebih Baik di 2022 Sepenting Apa Skoring Indeks Desa Membangun (IDM)?

Dinamika · 11 Jul 2019 23:00 WIB ·

Pinang Buah Sepi, Pembeli Senang Harga Murah

jurnaldesa/foto:enrico (Ilham, pedagang Pinang bersama istrinya saat menjual pinang di Pasar Sentral Hamadi, Jayapura)

Jurnaldesa.id | Jayapura – Buah Pinang yang banyak dikonsumsi masyarakat di Papua harganya dijual kisaran antara Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu per tumpuk, yang berisi sekitar 40 hingga 50 buah pinang. Sedangkan di tingkat eceran, pinang buah yang dijual beserta sirih dan kapur dihargai Rp 2 ribu per 3 buah pinang.

“(Dagang) Pinang tidak seperti dulu, dulu ramai sekarang sepi,” kata Ilham (40), salah seorang pedagang pinang kepada Jurnal Desa di Pasar Hamadi, Jayapura, Papua, Kamis (11/7).

Ilham menjelaskan, beberapa tahun lalu mereka dapat menjual pinang Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu per tumpuk. Sekarang hanya dapat menjual seharga Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu per tumpuk. Itu pun masih ada lagi yang dijual dengan harga Rp 5 ribu per tumpuk.

Menurutnya, pinang yang dijualnya dibeli dari Pasar Regional Yotefa, Distrik Abepura, Jayapura. Mereka membelinya dari penjual pinang yang datang per karung atau per Mayang ke Pasar Hamadi, yang 1 ikatnya masih bertangkai.

“Dulu harga pinang sekarung bisa sampai Rp 600 ribu, kalau sekarang sekitar Rp 200 ribu, Rp 250 ribu, paling tinggi Rp 300 ribu sekarung. Harganya tergantung keadaan, kalau lagi sepi pasti beli dengan harga minim,” terang Ilham. Ia berharap ke depannya penjualan pinang bisa lebih baik. Setidaknya harga pinang dan jumlah pembeli bisa lebih stabil, tidak seperti sekarang yang tidak stabil.

Senada dengan Ilham, salah seorang pedagang pinang eceran, Kristina (43), warga Polimak, Distrik Jayapura Selatan, mengatakan, penjualan pinang di tingkat eceran saat ini tidak menentu. Terkadang penjualan ramai, namun kadang sepi. Biasanya dalam sehari ia berhasil mengantongi Rp 100 ribu, tetapi jika pembeli sepi ia hanya mendapatkan Rp 50 ribu.

Kristina mengatakan, ia menjual pinangnya eceran dengan pilihan satu tumpuk berisi 3 buah pinang seharga Rp 2 ribu, satu tumpuk berisi 11 buah pinang seharga Rp 10 ribu dan satu tumpuk berisi 18 sampai 22 buah pinang seharga Rp 20 ribu. Harga tersebut sudah termasuk buah Sirih dan Kapur, yang banyaknya sesuai harga tumpukan yang dibeli.

Murahnya harga pinang ini disambut baik warga yang biasa mengkonsumsi buah Pinang. Salah satunya seperti Rosa (30), warga Kelurahan Ardipura, Distrik Jayapura Selatan. Ia mengaku senang harga pinang murah. Biasanya kalau harga pinang sedang mahal, ia membeli pinang dengan harga Rp 2.000 per buah.

“Saya sudah lama makan pinang, tidak tau kenapa saya makan pinang. Biasanya kalau mengantuk atau rasa sepi,” kata Rosa.

Penulis : Enrico Nikijuluw
Editor: Djali Achmad

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 80 kali

Baca Lainnya

355 Desa Sangat Tertinggal di Kabupaten Tolikara Perlu Mendapat Perhatian

3 September 2022 - 23:58 WIB

Kabupaten Tolikara

43 Dari 46 Distrik di Kabupaten Tolikara Masih Berstatus Sangat Tertinggal

2 September 2022 - 16:58 WIB

Kabupaten Tolikara

Sepenting Apa Skoring Indeks Desa Membangun (IDM)?

25 Juli 2022 - 13:37 WIB

Desa Peliatan

Beberapa Data IDM Kemendes Terdapat Yang Tidak Konsisten

22 Juli 2022 - 19:32 WIB

IDM 2021

Mengapa Baksos TNI/Polri Ke Desa Tidak Masuk Variabel Penilaian IDM Kemendes?

21 Juli 2022 - 17:43 WIB

Baksos Korem 132/Tadaluko

Peroleh 885 Juta, Desa Sungai Benuh Jambi Tetap Berstatus Desa Sangat Tertinggal

20 Juli 2022 - 05:35 WIB

Desa Sungai Buluh
Trending di Dana Desa