Menu

Mode Gelap
Status IDM 3 Desa Perbatasan Kecamatan Sei Menggaris Dengan Malaysia 3 Dari 5 Desa Perbatasan Kecamatan Tulin Onsoi Dengan Malaysia Masih Tertinggal Limpakon, Desa Perbatasan Kecamatan Lumbis Ogong Dengan Malaysia Masih Tertinggal Status 6 Desa Perbatasan di Kecamatan Lumbis Pansiangan Masih Tertinggal Seluruh Desa Perbatasan di Kecamatan Lumbis Hulu Berstatus Desa Tertinggal

Dinamika · 15 Jan 2020 10:00 WIB ·

Pulau Senua, Anugerah Desa Sepempang yang Patut Dilestarikan

jurnaldesa/foto:arif.nain (Pulau Senua, Anugerah Desa Sepempang yang Patut Dilestarikan)

Jurnaldesa.id | Natuna – Sebuah pulau kecil yang ‘terbaring’ disepanjang garis wilayah teritorial Republik Indonesia belahan Utara itu kini menjadi sorotan para travellers, baik lokal maupun mencanegara. Pulau yang berjarak kurang lebih 3 mil dari pelabuhan Teluk Baruk, Desa Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, dapat dijangkau selama 20 menit dengan menggunakan perahu bermotor atau “Mutor” dalam bahasa setempat.

Pulau Senua, masyarakat setempat menyebutnya. Pulau Senua memiliki pantai berpasir putih berkilau bagai taman mutiara yang terbentang disepanjang garis pantai, membuat mata takkan lelah memandangnya. Tak heran bila pulau yang berukuran ± 21 ha itu menjadi tempat persinggahan kawanan penyu “Sea Turtle” ketika akan bertelur. Tonjolan dibagian tengah pulau membentuk raga seorang ibu hamil yang tengah rebah ditengah lautan membiru, hal ini menyisakan lagenda bagi masyarakat setempat.

Konon pulau ini terbentuk dari seorang ibu hamil bernama Mailamah yang kaya raya namun sombong. Padahal sebelumnya dia adalah istri dari seorang nelayan miskin bernama Baitusin, seorang nelayan teripang dan hasil laut lainnya yang gigih mencari nafkah guna memperbaiki nasib.

Menurut para peneliti dari CRITC-LIPI-COREMAP II, dijumpai tutupan karang hidup yang masih cukup baik, dari jenis Acropora dengan bentuk pertumbuhan bercabang (ACB), karang bercabang (CB) untuk jenis non Acropora, Sea Fan dan Gorgonian. Pada bagian tertentu terdapat gua bawah air yang unik. Ukurannya tidak terlalu besar, dengan kedalaman 15-25 meter. Dibagian lain, terdapat dinding yang berdiri gagah dan menghujam bagian lerengnya ke dasar laut dengan kondisi air yang lebih jernih.

Selain itu, keberadaan gugusan terumbu karang dan tutupan karang yang relatif masih terjaga dengan baik membuatnya ketersediaan ikan-ikan di perairan sekitar cukup melimpah. Ditengarai terdapat 171 jenis ikan karang yang menggoda para pemancing maniak untuk datang menebar kailnya. Hal ini tentu tidak perlu diragukan lagi bahwa perairan Pulau Senua menjadi satu destinasi spot memancing yang menyenangkan.

Melihat peluang itu Pemerintah Kabupaten Natuna kini tengah gencar-gencarnya mempromosikan Pulau Senua melalui berbagai even, salah satu even yang paling populer adalah “Festival Pulau Senua”. Sedangka dibagian barat pulau Senua terdapat sebuah gua alam tempat bersarangnya Burung Walet. Sarang itu sekaligus menjadi potensi ekonomi sepanjang masa bagi masyarakat Desa Sepempang.

Pewarta: Yudi AS.
Editor: Djali Achmad
Referensi: Kecamatan Bunguran Timur

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 130 kali

Baca Lainnya

Menjaga Alam dan Tradisi di Desa Penglipuran Bali

28 Oktober 2023 - 16:05 WIB

Desa Penglipuran

Musrenbangdes RKP 2024 Desa Ambengan Bali Fokus Pada Kesehatan

10 Oktober 2023 - 08:10 WIB

Desa Ambengan

Program Electrifying Agriculture PLN Tekan Biaya Operasional Petani Bawang Hingga 75 Persen

28 April 2023 - 16:09 WIB

PLN

Pom Listrik Kapal Sandar PLN Bantu Nelayan NTT

28 April 2023 - 12:28 WIB

PLN

Siswa Sekolah Live in di Desa Wisata Binaan Bakti BCA

13 April 2023 - 17:08 WIB

BCA

BMKG Tingkatkan Literasi Iklim Petani Kopi

20 Maret 2023 - 15:04 WIB

BMKG
Trending di Dinamika