Menu

Mode Gelap
Sepenting Apa Skoring Indeks Desa Membangun (IDM)? Beberapa Data IDM Kemendes Terdapat Yang Tidak Konsisten Mengapa Baksos TNI/Polri Ke Desa Tidak Masuk Variabel Penilaian IDM Kemendes? Peroleh 885 Juta, Desa Sungai Benuh Jambi Tetap Berstatus Desa Sangat Tertinggal Profil Desa Paling Sangat Tertinggal di Indonesia

Dinamika · 20 Sep 2021 19:00 WIB ·

Rembang Jelang Tuntaskan Kemiskinan Ekstrim 2022


Menteri Desa PDTT RI, Abdul Halim Iskandar dalam kunjungan kerja ke Rembang, Jawa Tengah, Indonesia. Foto : Kemendesa PDTT RI Perbesar

Menteri Desa PDTT RI, Abdul Halim Iskandar dalam kunjungan kerja ke Rembang, Jawa Tengah, Indonesia. Foto : Kemendesa PDTT RI

Jurnaldesa.id | Rembang – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar mengapresiasi Kabupaten Rembang, Jawa Tengah yang berhasil menjadi salah satu daerah tercepat dalam menyelesaikan pendataan SDGs Desa.

Halim Iskandar meyakini, Kabupaten yang mendapatkan penghargaan utama pendataan SDGs Desa ini akan mampu menangani kemiskinan ekstrem di daerahnya dengan cepat.

“Apresiasi ini menunjukkan bahwa Bupati Rembang sangat faham pentingnya data level desa untuk menyelesaikan permasalahan. Dan permasalahan mendesak adalah terkait kemiskinan ekstrem,” ujarnya di Pendopo Bupati Rembang, Jumat (17/9/2021).

Gus Menteri, sapaan akrabnya, mengatakan, pendataan SDGs Desa yang telah selesai akan digunakan sebagai basis data dalam menyelesaikan kemiskinan ekstrem di desa. Dalam data tersebut, semua warga miskin ekstrem di desa akan terdata secara detil.

Menurutnya, dengan begitu maka penyelesaian permasalahan kemiskinan ekstrem di desa dapat dilakukan dengan benar dan tepat sasaran. Untuk diketahui, Presiden RI Joko Widodo menargetkan tahun 2024 Indonesia terlepas atau nol persen dari kemiskinan ekstrem.

“Tidak perlu menunggu tahun 2024. Target kita untuk Rembang, tahun 2022 kita harapkan warga dengan kemiskinan ekstrem di rembang sudah selesai,” ujarnya.

Di samping itu, Gus Menteri juga mengapresiasi Kabupaten Rembang yang telah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa hingga bulan ke 9. Menurutnya, keseriusan pemerintah dalam menyalurkan BLT Dana Desa akan sangat membantu menangani permasalahan ekonomi warga akibat pandemi covid-19.

“BLT Rembang sekarang sudah masuk bulan ke 9. Artinya semua yang berhak atas BLT Dana Desa sudah menerima sejak sekarang ini. Padahal September masih lama,” ujarnya.

Di sisi lain, Bupati Rembang, Abdul Hafidz mengatakan, SDGs Desa yang dipelopori oleh Gus Menteri ini menjadi terobosan program pembangunan desa yang lebih terarah, terkonsep, dan terukur. Ia berharap, SDGs Desa menjadi pintu bagi percepatan pembangunan desa-desa di Rembang.

“Mudah-mudahan dengan terobosan ini bisa mengungkit kesejahteraan masyarakat, dan menjadikan Rembang sebagai daerah berkembang bahkan maju,” ujar Abdul Hafidz.

Pewarta : FEB
Editor : LIN

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 14 kali

Baca Lainnya

Sepenting Apa Skoring Indeks Desa Membangun (IDM)?

25 Juli 2022 - 13:37 WIB

Desa Peliatan

Beberapa Data IDM Kemendes Terdapat Yang Tidak Konsisten

22 Juli 2022 - 19:32 WIB

IDM 2021

Mengapa Baksos TNI/Polri Ke Desa Tidak Masuk Variabel Penilaian IDM Kemendes?

21 Juli 2022 - 17:43 WIB

Baksos Korem 132/Tadaluko

Peroleh 885 Juta, Desa Sungai Benuh Jambi Tetap Berstatus Desa Sangat Tertinggal

20 Juli 2022 - 05:35 WIB

Desa Sungai Buluh

Profil Desa Paling Sangat Tertinggal di Indonesia

18 Juli 2022 - 19:36 WIB

Desa Diyoudimi

Akses Internet dan Jalan Aspal Belum Ada, Kurulimbu Selatan NTT Naik Status

15 Juli 2022 - 18:02 WIB

IDM Kemendes PDTT
Trending di Artikel