Menu

Mode Gelap
Status IDM 3 Desa Perbatasan Kecamatan Sei Menggaris Dengan Malaysia 3 Dari 5 Desa Perbatasan Kecamatan Tulin Onsoi Dengan Malaysia Masih Tertinggal Limpakon, Desa Perbatasan Kecamatan Lumbis Ogong Dengan Malaysia Masih Tertinggal Status 6 Desa Perbatasan di Kecamatan Lumbis Pansiangan Masih Tertinggal Seluruh Desa Perbatasan di Kecamatan Lumbis Hulu Berstatus Desa Tertinggal

Artikel · 18 Jun 2019 15:00 WIB ·

Sekolah Lapang Iklim Dukung Skema Produktivitas Pertanian

jurnaldesa/ilustrasifoto:darmantosm (Sawah di Perdesaan Bantul, Yogyakarta)

Jakarta – Pemerintah Indonesia mendukung Colombo Plan (organisasi regional untuk memperkuat ekonomi dan sosial negara-negara anggotanya di wilayah Asia-Pasifik) lewat Sekolah Lapang Iklim (SLI) untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

“Sekolah Lapang Iklim bertujuan membantu petani dalam merencanakan kegiatan pertanian untuk meningkatkan produktivitas,” kata Deputi Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Herizal dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (17/06/2019).

Dukungan tersebut dilakukan dalam bentuk pelatihan internasional dalam rangka Kerja Sama Teknik Selatan-Selatan dan Triangular (KSST) yang diselenggarakan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) melalui Biro Kerja Sama Teknik Luar Negeri bekerja sama dengan BMKG dan Colombo Plan pada 16-23 Juni 2019 di Jakarta dan Pusdiklat BMKG di Bogor.

Pelatihan internasional itu dihadiri 19 peserta dari negara-negara anggota Colombo Plan, antara lain Bangladesh, Indonesia, Laos, Myanmar, Nepal, Papua Nugini, dan Sri Lanka. Herizal mengatakan, “Sekolah Lapang Iklim atau Climate Field School (CFS) dirancang sebagai responsive farming bagi petani dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan tentang pengaruh perubahan iklim terhadap semua kegiatan pertanian.

BMKG sendiri menurut Herizal telah melaksanakan Sekolah Lapang Iklim bekerja sama dengan Kementerian Pertanian sejak 2011. Kegiatan itu sangat penting karena informasi iklim atau cuaca bersifat teknis dan sulit untuk dipahami oleh petani. Sehingga, penyuluh pertanian yang telah dilatih di CFS/SLI ini dapat menyampaikan informasi dengan bahasa yang mudah dipahami oleh petani.

“Keberhasilan kegiatan CFS/SLI di Indonesia telah dijadikan sebagai percontohan dan telah dilaksanakan Training of Trainers untuk negara-negara Asia Pasifik, Timor Leste, dan Pakistan,” kata Herizal.

Sekjen Colombo Plan Phan Kieu Thu mengatakan bahwa Indonesia telah menjadi pemain penting dalam skema KSST. “Pelatihan kali ini merupakan bentuk nyata partisipasi aktif pemerintah Indonesia dalam mendukung Colombo Plan sejak menjadi anggota pada 1953,” ujar Phan Kieu Thu.

Penulis: Wisnubro
Editor: Djali Achmad
Referensi: jpp.go.id

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 22 kali

Baca Lainnya

Status IDM 3 Desa Perbatasan Kecamatan Sei Menggaris Dengan Malaysia

20 November 2023 - 10:36 WIB

Desa Terdepan

3 Dari 5 Desa Perbatasan Kecamatan Tulin Onsoi Dengan Malaysia Masih Tertinggal

19 November 2023 - 10:02 WIB

Desa Terdepan

Limpakon, Desa Perbatasan Kecamatan Lumbis Ogong Dengan Malaysia Masih Tertinggal

18 November 2023 - 10:29 WIB

Desa Terdepan

Status 6 Desa Perbatasan di Kecamatan Lumbis Pansiangan Masih Tertinggal

17 November 2023 - 09:16 WIB

Desa Terdepan

Seluruh Desa Perbatasan di Kecamatan Lumbis Hulu Berstatus Desa Tertinggal

16 November 2023 - 10:18 WIB

Desa Terdepan

Pa’ Loo, Satu-satunya Desa Perbatasan di Kecamatan Lumbis Dengan Malaysia

15 November 2023 - 10:27 WIB

Desa Terdepan
Trending di Artikel