Menu

Mode Gelap
Lagi, 1.107 Desa Pada IDM 2021 Luput Dimutakhirkan Kemendes PDTT Selisih 4.076 Desa, Jumlah Desa yang Disurvey dan Direkap Kemendes PDTT Beda 6.120 Desa Pada IDM 2019 Luput Dimutakhirkan Kemendes PDTT Akhirnya Bali Muncul Sebagai Satu-satunya Provinsi Mandiri 355 Desa Sangat Tertinggal di Kabupaten Tolikara Perlu Mendapat Perhatian

Artikel · 25 Jul 2022 13:37 WIB ·

Sepenting Apa Skoring Indeks Desa Membangun (IDM)?


 Desa Peliatan Kecamatan Ubud Kabupaten Gianyar, Bali, merupakan desa yang dalam IDM 2022 berperingkat pertama sebagai Desa Mandiri. Semoga segera muncul Peliatan-peliatan lain di wilayah lain. (Foto: Tim Arbaev, Perbekel Desa Peliatan) Perbesar

Desa Peliatan Kecamatan Ubud Kabupaten Gianyar, Bali, merupakan desa yang dalam IDM 2022 berperingkat pertama sebagai Desa Mandiri. Semoga segera muncul Peliatan-peliatan lain di wilayah lain. (Foto: Tim Arbaev, Perbekel Desa Peliatan)

JURNALDESA – Bisa dikatakan Indeks Desa Membangun (IDM) merupakan sebuah terobosan atau inovasi yang baik dalam upaya meningkatkan taraf pembangunan desa.

Bagaimanapun IDM merupakan alat ukur yang memiliki metodologis. Tinggal menguatkan sepenuhnya dalam hal kredibilitas dan integritas dalam pengolahan dan memprediksikan data yang akan dimanfaatkan pihak-pihak terkait.

Dengan mendasarkan pada penggunaan pola IDM, pembangunan dan peningkatan kemajuan desa-desa di Indonesia menjadi lebih terukur.

Setiap persoalan, permasalahan, solusi, rekomendasi, maupun rencana-rencana yang akan diimplementasikan bagi pembangunan desa menjadi lebih terarah.

Sepanjang hasil data IDM yang di olah oleh tim Kemendes PDTT cukup kredibel dan memiliki integritas terhadap situasi dan proyeksi keberadaan desa-desa, sudah seyogyanya IDM menjadi sesuatu yang penting dan rujukan bagi pihak terkait dalam merencanakan pembangunan desa.

Terlebih desa telah memiliki anggaran khusus yang dialokasikan untuk memajukan wilayahnya, yakni Dana Desa. Sudah sepatutnya rencana pembangunan desa mempertimbangkan rekomendasi yang disusun tim IDM Kemendes PDTT.

Terkait itu terdapat satu tahapan teknis yang jangan dilupakan oleh tim lapangan Kemendes PDTT dalam mempublish hasil rekomendasinya terhadap situasi dari masing-masing desa.

Artinya, hasil rekomendasi tersebut perlu ada pensinkronan dalam tahapan implementasi. Sinergis antar lembaga terkait maupun terhadap pemerintahan desa mutlak diperlukan.

Tidak ada faedah dan manfaat apapun jika hasil rekomendasi yang telah dihasilkan tim IDM Kemendes PDTT, tidak menjadi rujukan bagi pihak terkait dalam membuat kebijakan terkait pembangunan desa.

Sebaliknya. Menjadi kurang strategis jika pihak-pihak terkait maupun pemerintahan desa merealisasikan pembangunan desanya tidak berpedoman dari data IDM.

Meski tidak 100 persen memasukan hasil rekomendasi tim IDM pada rencana pembangunan desanya, minimal terdapat 1-2 kegiatan yang mencerminkan komposit dari poin-poin yang tertuang dalam IDM.

Mengapa skor IDM itu penting? Sebab puluhan triliun dana yang bersumber dari Dana Desa, milyaran atau jutaan rupiah anggaran yang bersumber dari Pemerintah Provinsi, Kabupaten, hingga CSR maupun lembaga swasta lainnya, yang proyeksinya untuk meningkatkan desa itu sendiri akan menjadi sia-sia tidak memiliki dampak bagi desa maupun bagi warga desa.

Jika ketidakefektifan, ketidakefesienan, dan ketidakoptimalan itu menjadi sesuatu yang dipertaruhkan, maka dua pihak jelas akan merugi. Yaitu desa dan pihak terkait (Kemendes PDTT, Kemendagri, Kemenkeu, Kemen PUPR, Dinas terkait di Provinsi dan Kabupaten, hingga swasta-swasta yang mendukung peningkatan keberadaan desa).

Dan akhirnya berujung pada kerugian negara. Negara melalui pemerintah diposisikan sebagai pihak yang tidak mampu memaksimalkan dan menghasilkan sesuatu yang bernilai dan bermanfaat bagi keberadaan desa-desa di Indonesia meski sudah menggelontorkan triliunan rupiah.

Ini merupakan sebuah catatan ringkas redaksi Jurnaldesa bagi kemajuan desa-desa di Tanah Air, dalam perspektif Indeks Desa Membangun (IDM).

Penulis: Micky Wijaya
Editor: Djali Achmad

 

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 75 kali

Baca Lainnya

Lagi, 1.107 Desa Pada IDM 2021 Luput Dimutakhirkan Kemendes PDTT

6 Januari 2023 - 11:52 WIB

IDM 2021 Kemendes PDTT

Selisih 4.076 Desa, Jumlah Desa yang Disurvey dan Direkap Kemendes PDTT Beda

5 Januari 2023 - 16:01 WIB

IDM Kemendes PDTT

6.120 Desa Pada IDM 2019 Luput Dimutakhirkan Kemendes PDTT

5 Januari 2023 - 12:27 WIB

IDM 2019 Kemendes PDTT

Akhirnya Bali Muncul Sebagai Satu-satunya Provinsi Mandiri

8 September 2022 - 20:53 WIB

Bali

355 Desa Sangat Tertinggal di Kabupaten Tolikara Perlu Mendapat Perhatian

3 September 2022 - 23:58 WIB

Kabupaten Tolikara

43 Dari 46 Distrik di Kabupaten Tolikara Masih Berstatus Sangat Tertinggal

2 September 2022 - 16:58 WIB

Kabupaten Tolikara
Trending di Dinamika