Menu

Mode Gelap
Akhirnya Bali Muncul Sebagai Satu-satunya Provinsi Mandiri 355 Desa Sangat Tertinggal di Kabupaten Tolikara Perlu Mendapat Perhatian 43 Dari 46 Distrik di Kabupaten Tolikara Masih Berstatus Sangat Tertinggal 1,5 Triliun Guna Tolikara Yang Lebih Baik di 2022 Sepenting Apa Skoring Indeks Desa Membangun (IDM)?

Artikel · 25 Jul 2022 13:37 WIB ·

Sepenting Apa Skoring Indeks Desa Membangun (IDM)?


 Desa Peliatan Kecamatan Ubud Kabupaten Gianyar, Bali, merupakan desa yang dalam IDM 2022 berperingkat pertama sebagai Desa Mandiri. Semoga segera muncul Peliatan-peliatan lain di wilayah lain. (Foto: Tim Arbaev, Perbekel Desa Peliatan) Perbesar

Desa Peliatan Kecamatan Ubud Kabupaten Gianyar, Bali, merupakan desa yang dalam IDM 2022 berperingkat pertama sebagai Desa Mandiri. Semoga segera muncul Peliatan-peliatan lain di wilayah lain. (Foto: Tim Arbaev, Perbekel Desa Peliatan)

JURNALDESA – Bisa dikatakan Indeks Desa Membangun (IDM) merupakan sebuah terobosan atau inovasi yang baik dalam upaya meningkatkan taraf pembangunan desa.

Bagaimanapun IDM merupakan alat ukur yang memiliki metodologis. Tinggal menguatkan sepenuhnya dalam hal kredibilitas dan integritas dalam pengolahan dan memprediksikan data yang akan dimanfaatkan pihak-pihak terkait.

Dengan mendasarkan pada penggunaan pola IDM, pembangunan dan peningkatan kemajuan desa-desa di Indonesia menjadi lebih terukur.

Setiap persoalan, permasalahan, solusi, rekomendasi, maupun rencana-rencana yang akan diimplementasikan bagi pembangunan desa menjadi lebih terarah.

Sepanjang hasil data IDM yang di olah oleh tim Kemendes PDTT cukup kredibel dan memiliki integritas terhadap situasi dan proyeksi keberadaan desa-desa, sudah seyogyanya IDM menjadi sesuatu yang penting dan rujukan bagi pihak terkait dalam merencanakan pembangunan desa.

Terlebih desa telah memiliki anggaran khusus yang dialokasikan untuk memajukan wilayahnya, yakni Dana Desa. Sudah sepatutnya rencana pembangunan desa mempertimbangkan rekomendasi yang disusun tim IDM Kemendes PDTT.

Terkait itu terdapat satu tahapan teknis yang jangan dilupakan oleh tim lapangan Kemendes PDTT dalam mempublish hasil rekomendasinya terhadap situasi dari masing-masing desa.

Artinya, hasil rekomendasi tersebut perlu ada pensinkronan dalam tahapan implementasi. Sinergis antar lembaga terkait maupun terhadap pemerintahan desa mutlak diperlukan.

Tidak ada faedah dan manfaat apapun jika hasil rekomendasi yang telah dihasilkan tim IDM Kemendes PDTT, tidak menjadi rujukan bagi pihak terkait dalam membuat kebijakan terkait pembangunan desa.

Sebaliknya. Menjadi kurang strategis jika pihak-pihak terkait maupun pemerintahan desa merealisasikan pembangunan desanya tidak berpedoman dari data IDM.

Meski tidak 100 persen memasukan hasil rekomendasi tim IDM pada rencana pembangunan desanya, minimal terdapat 1-2 kegiatan yang mencerminkan komposit dari poin-poin yang tertuang dalam IDM.

Mengapa skor IDM itu penting? Sebab puluhan triliun dana yang bersumber dari Dana Desa, milyaran atau jutaan rupiah anggaran yang bersumber dari Pemerintah Provinsi, Kabupaten, hingga CSR maupun lembaga swasta lainnya, yang proyeksinya untuk meningkatkan desa itu sendiri akan menjadi sia-sia tidak memiliki dampak bagi desa maupun bagi warga desa.

Jika ketidakefektifan, ketidakefesienan, dan ketidakoptimalan itu menjadi sesuatu yang dipertaruhkan, maka dua pihak jelas akan merugi. Yaitu desa dan pihak terkait (Kemendes PDTT, Kemendagri, Kemenkeu, Kemen PUPR, Dinas terkait di Provinsi dan Kabupaten, hingga swasta-swasta yang mendukung peningkatan keberadaan desa).

Dan akhirnya berujung pada kerugian negara. Negara melalui pemerintah diposisikan sebagai pihak yang tidak mampu memaksimalkan dan menghasilkan sesuatu yang bernilai dan bermanfaat bagi keberadaan desa-desa di Indonesia meski sudah menggelontorkan triliunan rupiah.

Ini merupakan sebuah catatan ringkas redaksi Jurnaldesa bagi kemajuan desa-desa di Tanah Air, dalam perspektif Indeks Desa Membangun (IDM).

Penulis: Micky Wijaya
Editor: Djali Achmad

 

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 35 kali

Baca Lainnya

Akhirnya Bali Muncul Sebagai Satu-satunya Provinsi Mandiri

8 September 2022 - 20:53 WIB

Bali

355 Desa Sangat Tertinggal di Kabupaten Tolikara Perlu Mendapat Perhatian

3 September 2022 - 23:58 WIB

Kabupaten Tolikara

43 Dari 46 Distrik di Kabupaten Tolikara Masih Berstatus Sangat Tertinggal

2 September 2022 - 16:58 WIB

Kabupaten Tolikara

Beberapa Data IDM Kemendes Terdapat Yang Tidak Konsisten

22 Juli 2022 - 19:32 WIB

IDM 2021

Mengapa Baksos TNI/Polri Ke Desa Tidak Masuk Variabel Penilaian IDM Kemendes?

21 Juli 2022 - 17:43 WIB

Baksos Korem 132/Tadaluko

Peroleh 885 Juta, Desa Sungai Benuh Jambi Tetap Berstatus Desa Sangat Tertinggal

20 Juli 2022 - 05:35 WIB

Desa Sungai Buluh
Trending di Dana Desa