Menu

Mode Gelap

Dana Desa · 22 Jan 2020 01:00 WIB ·

Sukabumi, Madiun, Pati, Pringsewu, dan Kotamobagu Calon Penerima Simbolis Dana Desa Tahun 2020 dari Presiden

jurnaldesa/foto.jpp.go.id (Sukabumi, Madiun, Pati, Pringsewu, dan Kotamobagu Calon Penerima Simbolis Dana Desa Tahun 2020 dari Presiden)

Jurnaldesa.id | Jakarta – Keseriusan pemerintah dalam memajukan desa-desa di Indonesia dibuktikan dengan adanya pelaksanaan dana desa. Pelaksanaan dana desa akan segera direalisasikan dalam waktu dekat dan sesuai rencana akan diberikan secara langsung oleh Presiden kepada sejumlah desa terpilih.

Asisten Deputi Pemberdayaan Desa pada Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat, Desa, dan Kawasan Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Herbert HO. Siagian, menyampaikan ada beberapa kriteria yang diperlukan untuk calon penerima desa terpilih.

Kriteria tersebut berdasarkan PMK No. 205/PMK.07/2019 yakni: desa sudah layak salur, diutamakan memiliki Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) berkategori maju, sudah mengimplementasikan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) Online dan Interkoneksi Siskeudes dan Online Monitoring Sistem Perbendaharaan dan Anggaran (OMSPAN).

Menurut Herbert, kandidat lokasi desa yang akan dipilih untuk disalurkan oleh Presiden secara simbolis akan mencakup keseluruhan. Mulai dari desa yang termasuk dalam 50 desa di kawasan destinasi super prioritas (DSP) ataupun di luar DSP, serta akan dipilih juga desa di Pulau Jawa ataupun di luar Pulau Jawa.

“Kandidat lokasi desa itu akan dipilih dalam destinasi super prioritas dan juga di luar destinasi prioritas. Tapi kita juga tetap memfokuskan pada desa super prioritas,” terang Herbert dalam Rapat Koordinasi Eselon II Tentang Penyiapan Desa Peluncuran Dana Desa Oleh Presiden di Ruang Rapat Lantai 13 Kemenko PMK, Jakarta.

Pemerintah akan menghimbau kepada daerah atau desa terkait pemenuhan syarat penyaluran bagi desa yang akan menerima dana desa ini. “Pemerintah desa atau daerah harus kooperatif ya selama menyiapkan persyaratan. Kita bisa berkomunikasi dengan desa tersebut kabupaten tersebut sehingga bisa lancar,” lanjutnya.

Herbert beserta perwakilan Kemendendes PDTT, Kemendagri, Kemenkeu, dan Badan Pengawan Keuangan dan Pembangunan, berunding menentukan desa mana yang akan dijadikan simbolis peluncuran dana desa tahun ini. Hasilnya disepakati bahwa daerah yang direkomendasikan ke Eselon I kemudian disampaikan ke Sekretariat Presiden, yaitu Sukabumi, Madiun, Pati, Pringsewu, dan Kotamobagu.

Herbert menuturkan, kesepakatan itu berdasarkan data yang dihimpun terkait kelayakan untuk disalurkan dana desa. Tak dipungkiri, rekomendasi itu bisa saja tidak dipakai atau ditambahkan, tergantung pejabat Eselon I dan Presiden. “Yang terpenting rekomendasi itu sudah berdasar alasan dan data yang jelas,” pungkas Herbert.

Pewarta: Darmanto
Editor: Djali Achmad
Sumber: JPP

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 0 kali

Baca Lainnya

400 Triliun Dana Desa Digelontorkan Sejak 2015, Ini Hasilnya

28 Maret 2022 - 08:12 WIB

Dana Desa

Gus Halim: Desa Menjadi Poros Pemulihan Ekonomi Nasional Pasca Pandemi

9 Maret 2022 - 08:00 WIB

Dana Desa

Curahan Pelapor Korupsi Dana Desa Tentang Janggalnya Keputusan Aparat Penegak Hukum

22 Februari 2022 - 08:00 WIB

Nurhayati Desa Citemu

Korelasi Dana Desa 2015-2021 Terhadap Status IDM

5 Februari 2022 - 21:23 WIB

Pemulihan Ekonomi Nasional Jadi Prioritas Dana Desa 2022

6 Oktober 2021 - 09:00 WIB

Dirjen Pembangunan Desa dan Perdesaan Sosialisasikan Permendes No.7/2021 Tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa

22 September 2021 - 15:00 WIB

Dirjen Pembangunan Desa dan Perdesaan, Kemendesa PDTT RI, Sugito saat sosialisasi Permendes No.7 tahun 2021 di Jakarta, Indonesia. Foto : Kemendesa PDTT RI
Trending di Dana Desa