Sukabumi, Madiun, Pati, Pringsewu, dan Kotamobagu Calon Penerima Simbolis Dana Desa Tahun 2020 dari Presiden

0
226
jurnaldesa/foto.jpp.go.id (Sukabumi, Madiun, Pati, Pringsewu, dan Kotamobagu Calon Penerima Simbolis Dana Desa Tahun 2020 dari Presiden)

Jurnaldesa.id | Jakarta – Keseriusan pemerintah dalam memajukan desa-desa di Indonesia dibuktikan dengan adanya pelaksanaan dana desa. Pelaksanaan dana desa akan segera direalisasikan dalam waktu dekat dan sesuai rencana akan diberikan secara langsung oleh Presiden kepada sejumlah desa terpilih.

Asisten Deputi Pemberdayaan Desa pada Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat, Desa, dan Kawasan Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Herbert HO. Siagian, menyampaikan ada beberapa kriteria yang diperlukan untuk calon penerima desa terpilih.

Kriteria tersebut berdasarkan PMK No. 205/PMK.07/2019 yakni: desa sudah layak salur, diutamakan memiliki Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) berkategori maju, sudah mengimplementasikan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) Online dan Interkoneksi Siskeudes dan Online Monitoring Sistem Perbendaharaan dan Anggaran (OMSPAN).

Menurut Herbert, kandidat lokasi desa yang akan dipilih untuk disalurkan oleh Presiden secara simbolis akan mencakup keseluruhan. Mulai dari desa yang termasuk dalam 50 desa di kawasan destinasi super prioritas (DSP) ataupun di luar DSP, serta akan dipilih juga desa di Pulau Jawa ataupun di luar Pulau Jawa.

“Kandidat lokasi desa itu akan dipilih dalam destinasi super prioritas dan juga di luar destinasi prioritas. Tapi kita juga tetap memfokuskan pada desa super prioritas,” terang Herbert dalam Rapat Koordinasi Eselon II Tentang Penyiapan Desa Peluncuran Dana Desa Oleh Presiden di Ruang Rapat Lantai 13 Kemenko PMK, Jakarta.

Pemerintah akan menghimbau kepada daerah atau desa terkait pemenuhan syarat penyaluran bagi desa yang akan menerima dana desa ini. “Pemerintah desa atau daerah harus kooperatif ya selama menyiapkan persyaratan. Kita bisa berkomunikasi dengan desa tersebut kabupaten tersebut sehingga bisa lancar,” lanjutnya.

Herbert beserta perwakilan Kemendendes PDTT, Kemendagri, Kemenkeu, dan Badan Pengawan Keuangan dan Pembangunan, berunding menentukan desa mana yang akan dijadikan simbolis peluncuran dana desa tahun ini. Hasilnya disepakati bahwa daerah yang direkomendasikan ke Eselon I kemudian disampaikan ke Sekretariat Presiden, yaitu Sukabumi, Madiun, Pati, Pringsewu, dan Kotamobagu.

Herbert menuturkan, kesepakatan itu berdasarkan data yang dihimpun terkait kelayakan untuk disalurkan dana desa. Tak dipungkiri, rekomendasi itu bisa saja tidak dipakai atau ditambahkan, tergantung pejabat Eselon I dan Presiden. “Yang terpenting rekomendasi itu sudah berdasar alasan dan data yang jelas,” pungkas Herbert.

Pewarta: Darmanto
Editor: Djali Achmad
Sumber: JPP

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here