Menu

Mode Gelap
Sepenting Apa Skoring Indeks Desa Membangun (IDM)? Beberapa Data IDM Kemendes Terdapat Yang Tidak Konsisten Mengapa Baksos TNI/Polri Ke Desa Tidak Masuk Variabel Penilaian IDM Kemendes? Peroleh 885 Juta, Desa Sungai Benuh Jambi Tetap Berstatus Desa Sangat Tertinggal Profil Desa Paling Sangat Tertinggal di Indonesia

Dinamika · 28 Jul 2020 10:00 WIB ·

TRC Gamping Gelar Latsar Guna Tingkatkan Kemampuan Relawan Tangani Bencana

jurnaldesa/Foto:Media Centre Kabupaten Sleman (Latihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan atau APAR oleh Damkar Kabupaten Sleman kepada peserta Latsar)

Jurnaldesa.id | Sleman – Guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang penanggulangan bencana, sejumlah relawan yang tergabung dalam Tim Reaksi Cepat (TRC) Kecamatan Gamping mengikuti kegiatan latihan dasar (Latsar) kebencanaan yang digelar di Embung Kaliaji, Donokerto, Turi, Sabtu (25/7/2020).

Menurut ketua TRC Gamping, H. Deny Hendrawan, Latsar diikuti 36 peserta dari relawan, 17 pelatih, dan 12 tenaga pendukung. Kegiatan dua hari itu bermaterikan Pertolongan Pertama pada Gawat Darurat (PPGD), penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), Water Rescue, Tali Temali, Vertical Rescue, dan susur sungai.

Kegiatan yang dihadiri Wakil Kasie Operasional Basarnas Daerah Istimewa Yogyakarta, Ade Budi, secara resmi dibuka Camat Gamping, Ikhsan Waluyo. Ikhsan menyampaikan agar para relawan menggunakan kesempatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang penanggulangan bencana, terutama bagi wilayah Kecamatan Gamping.

Pelatih yang memberikan materi Latsar antara lain Kasie Kedaruratan dan Operasional Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Sleman, Munadi, yang memaparkan tentang kedaruratan dan kerelawanan. Ada pula Perwakilan dari Basarnas DIY, Ardian, yang memberikan pengetahuan tentang PPGD.

Lalu dari dari Pemadam Kebakaran Kabupaten Sleman, Daryono dan Wakiran, yang memaparkan tentang penggunaan APAR guna mengendalikan kebakaran kecil. Dan Gayus Adventure, menyampaikan materi tentang Vertical Rescue, serta praktik Susur Sungai di bawah pengawasan Seto Ideru.

“PPGD adalah serangkaian usaha pertama yang dilakukan pada kondisi gawat darurat dalam rangka menyelamatkan korban dari kematian. Pertolongan pertama dapat dilakukan oleh relawan yang sudah dibekali pengetahuan teori dan praktek dalam merespon dan melakukan pertolongan pertama di lokasi kejadian. Hal ini penting diketahui para relawan karena kita tidak selalu mengandalkan layanan ambulan atau paramedis tiba di lokasi kejadian,” tegas Ardian.

Ardian menambahkan, tujuan pertolongan pertama adalah menyelamatkan korban, meringankan penderitaan korban, mencegah cedera, mempertahankan daya tahan korban, serta mencarikan pertolongan yang lebih lanjut.

Sementara itu Ketua TRC Gamping, H. Deny Hendrawan berharap, agar Latsar ini bisa menghasilkan relawan yang tangkas dan tangguh dalam menghadapi bencana, serta dapat meningkatkan peran serta dan daya kerja relawan dalam penanggulangan bencana.

Rilis: Media Centre Kabupaten Sleman
Pewarta: Darmanto
Editor: Djali Achmad

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 12 kali

Baca Lainnya

Sepenting Apa Skoring Indeks Desa Membangun (IDM)?

25 Juli 2022 - 13:37 WIB

Desa Peliatan

Beberapa Data IDM Kemendes Terdapat Yang Tidak Konsisten

22 Juli 2022 - 19:32 WIB

IDM 2021

Mengapa Baksos TNI/Polri Ke Desa Tidak Masuk Variabel Penilaian IDM Kemendes?

21 Juli 2022 - 17:43 WIB

Baksos Korem 132/Tadaluko

Peroleh 885 Juta, Desa Sungai Benuh Jambi Tetap Berstatus Desa Sangat Tertinggal

20 Juli 2022 - 05:35 WIB

Desa Sungai Buluh

Profil Desa Paling Sangat Tertinggal di Indonesia

18 Juli 2022 - 19:36 WIB

Desa Diyoudimi

Akses Internet dan Jalan Aspal Belum Ada, Kurulimbu Selatan NTT Naik Status

15 Juli 2022 - 18:02 WIB

IDM Kemendes PDTT
Trending di Artikel