UMKM Naik Kelas Bersama JakPreneur

0
8

Jurnaldesa.id | Jakarta – Pelaku UMKM merupakan fenomena ekonomi masyarakat yang berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Salah satu entitas pelaku UMKM yang tergolong memiliki daya juang yang kuat adalah Jakarta. Kemampuan pelaku UMKM untuk survive sudah teruji dengan situasi dan kondisi yang berlaku, baik di masa lalu maupun di masa kini.

Kemampuan pelaku UMKM ini dipandang sebagai potensi ekonomi yang sangat signifikan bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat secara kolektif. Baik di suatu wilayah tertentu bahkan meluas ke antar wilayah, yang pada proses dan progresnya dipandang perlu untuk membangun dan membentuk ekosistem kewirausahaan untuk mendukung peningkatan penghasilan UMKM.

“Pendamping UMKM ini awalnya adalah untuk memberikan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Yang dimaksudkan untuk memberikan pelatihan wirausaha, sosialisasi regulasi dan mendukung pemasaran dari produk yang ditawarkan oleh UMKM. Program ini disebut JakPreneur yang dulunya disebut OkeOce,” seru Hamid, pendamping UMKM wilayah Setiabudi, Jakarta Selatan, DKI Jakarta.

Ia mengutarakan, pada proses pendampingannya, para pendamping UMKM juga memiliki usaha sendiri atau wirausahawan juga. Kegiatannya juga selain sosialisasi regulasi ke masyarakat, juga membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan penjualan dan penghasilannya. Saat melakukan kerja pendampingan tersebut, terkadang kita juga turun ke lapangan, jemput bola untuk mengetahui kebutuhan pelaku UMKM.

“Kita juga pada kegiatan pendampingan memberikan pelatihan tentang keragaman atau diversifikasi produk, yang tadinya mereka hanya punya satu produk, misalnya jual bakso, nah pendamping UMKM ini memberikan pengajaran tentang baksonya tuh ditambahkan bahan baku tertentu atau bumbu tertentu, agar selain rasa baksonya lebih nikmat, tetapi menjadi memiliki produk bakso yang unik dan menjadi produk baru bagi pelaku UMKM bakso tadi, meskipun intinya tetap jualan bakso,” ujar Prasetyo, pendamping UMKM wilayah Setiabudi, Jakarta Selatan, DKI Jakarta.

Ia bercerita, kami juga memiliki latar belakang wirausahawan juga, kebetulan produknya kuliner dan awalnya penjualan hanya ke teman sekitar kantor dan rumah, itu pun masih menggunakan sistem purchase order, yang artinya pelanggan pesan dahulu baru kemudian kulinernya diproduksi untuk keesokan harinya dikirim. Pengalaman wirausaha inilah yang menjadi bekal kami untuk menjadi pendamping UMKM dan membantu pelaku UMKM untuk melakukan riset pasar dan membuka peluang pasar, yang bertujuan untuk meningkatkan penjualan pelaku UMKM.

Untuk ulasan lebih lengkap dapat disaksikan tayangan video berikut :

UMKM Naik Kelas Bersama JakPreneur

Pewarta : FEB
Editor : LIN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here