Menu

Mode Gelap
Sepenting Apa Skoring Indeks Desa Membangun (IDM)? Beberapa Data IDM Kemendes Terdapat Yang Tidak Konsisten Mengapa Baksos TNI/Polri Ke Desa Tidak Masuk Variabel Penilaian IDM Kemendes? Peroleh 885 Juta, Desa Sungai Benuh Jambi Tetap Berstatus Desa Sangat Tertinggal Profil Desa Paling Sangat Tertinggal di Indonesia

Artikel · 6 Agu 2019 09:00 WIB ·

Untuk Ibu Hamil dan Menyusui, Perhatikan 5 Hal Mencegah Stunting Pada Anak

jurnaldesa/ilustrasi:istimewa (Untuk Ibu Hamil dan Menyusui, Perhatikan 5 Hal Guna Mencegah Stunting Pada Anak)

Jurnaldesa.id | Jakarta – Akhir-akhir ini isu stunting sedang hangat diperbincangkan banyak orang, khususnya para ibu. Menurut WHO stunting adalah gangguan tumbuh kembang anak yang disebabkan kekurangan asupan gizi, terserang infeksi, maupun stimulasi yang tak memadai.

Jumlah penderita stunting di Indonesia menurut hasil Riskesdas 2018 terus menurun. Tetapi langkah pencegahan stunting sangat perlu dilakukan, apa sajakah caranya?

  1. Memenuhi kebutuhan gizi sejak hamil. Tindakan yang relatif ampuh untuk mencegah stunting pada anak adalah selalu memenuhi gizi sejak masa kehamilan. Lembaga kesehatan Millenium Challenge Account Indonesia menyarankan agar ibu yang sedang mengandung mengkonsumsi makanan sehat bergizi maupun suplemen atas anjuran dokter. Selain itu juga rutin memeriksa kesehatan ke dokter atau bidan.
  1. ASI Eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan. Veronika Scherbaum, ahli nutrisi dari Universitas Hohenheim, Jerman, mengatakan ASI berpotensi mengurangi peluang stunting berkat kandungan gizi mikro dan makro. Karena itu ibu disarankan memberikan ASI Eksklusif selama enam bulan kepada sang buah hati. Protein whey dan kolostrum pada susu ibu mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi yang cukup rentan.
  1. Dampingi ASI Eksklusif dengan MPASI sehat. Ketika bayi menginjak usia 6 bulan ke atas, ibu sudah bisa memberikan makanan pendamping atau MPASI. Pastikan makanan yang dipilih memenuhi gizi mikro dan makro seperti kandungan ASI. WHO merekomendasikan fortifikasi atau penambahan nutrisi ke dalam makanan. Sebaiknya ibu berhati-hati saat menentukan produk tambahan, konsultasikan dahulu ke dokter.
  1. Terus memantau tumbuh kembang anak. Orang tua perlu terus memantau tumbuh kembang anak mereka, terutama dari tinggi dan berat badan anak. Bawa si Kecil secara berkala ke Posyandu maupun klinik khusus anak. Dengan begitu, akan lebih mudah bagi ibu mengetahui gejala awal gangguan dan penanganannya.
  1. Selalu jaga kebersihan lingkungan. Anak-anak sangat rentan akan serangan penyakit, terutama kalau lingkungan sekitar mereka kotor. Faktor ini secara tak langsung meningkatkan peluang stunting. Studi yang dilakukan di Harvard Chan School menyebutkan diare adalah faktor ketiga penyebab gangguan kesehatan tersebut. Salah satu pemicu diare datang dari paparan kotoran yang masuk ke dalam tubuh manusia.

Pewarta: Yudi AS.
Editor: Djali Achmad

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 36 kali

Baca Lainnya

Sepenting Apa Skoring Indeks Desa Membangun (IDM)?

25 Juli 2022 - 13:37 WIB

Desa Peliatan

Beberapa Data IDM Kemendes Terdapat Yang Tidak Konsisten

22 Juli 2022 - 19:32 WIB

IDM 2021

Mengapa Baksos TNI/Polri Ke Desa Tidak Masuk Variabel Penilaian IDM Kemendes?

21 Juli 2022 - 17:43 WIB

Baksos Korem 132/Tadaluko

Akses Internet dan Jalan Aspal Belum Ada, Kurulimbu Selatan NTT Naik Status

15 Juli 2022 - 18:02 WIB

IDM Kemendes PDTT

Desa Puuk Aceh Utara Terbebas Status Desa Sangat Tertinggal

14 Juli 2022 - 19:28 WIB

Desa Puuk Aceh Tengah

Di 2021 Desa Nawipauwo Papua Memiliki 2 IDM Berbeda

13 Juli 2022 - 17:34 WIB

Data IDM
Trending di Artikel