Menu

Mode Gelap
Sepenting Apa Skoring Indeks Desa Membangun (IDM)? Beberapa Data IDM Kemendes Terdapat Yang Tidak Konsisten Mengapa Baksos TNI/Polri Ke Desa Tidak Masuk Variabel Penilaian IDM Kemendes? Peroleh 885 Juta, Desa Sungai Benuh Jambi Tetap Berstatus Desa Sangat Tertinggal Profil Desa Paling Sangat Tertinggal di Indonesia

Dinamika · 30 Jul 2019 15:00 WIB ·

Walhi: Pertamina Mencemari Laut

jurnaldesa/ilustrasifoto:skkmigas (Walhi: Tumpahan minyak Pertamina di Pantai Utara Karawang menyebabkan 45,37 km2 lautan terdampak)

Jurnaldesa.id | Jakarta – Kasus pencemaran minyak mentah di perairan, kembali terjadi. Pertamina menjadi sorotan karena penyebabnya bersumber dari sumur minyak miliknya. “BUMN ini kembali mengulang kejadian tahun lalu yang mencemari Teluk Balikpapan. Belum tuntas kasus perairan Balikpapan kini muncul lagi pencemaran di Pantai Karawang,” ungkap Walhi dalam siaran pers nya, Senin (29/7/2019).

Tumpahan minyak akibat kebocoran proyek Hulu Sumber Energi sumur YYA-1 Blok Offshore North West Java (ONWJ) milik Pertamina di pesisir Pantai Utara Karawang, menyebabkan 45,37 km2 lautan terdampak. Demikian data yang dirilis Walhi hingga 18 Juli 2019. Data luasan tersebut diperoleh Walhi dari citra satelit ESA sentinel 1 yang bisa diakses publik. Luasan itu kemungkinan akan terus bertambah karena sumbernya belum teratasi, perlu waktu berminggu-minggu untuk menutup sumur tersebut.

Dalam situasi lain, pergerakan angin yang mendorong tumpahan minyak mengarah ke barat, laporan terakhir masyarakat sudah sampai ke pulau Untung Jawa di Kepulauan Seribu. Dari kejadian ini menyebabkan tambak-tambak di Karawang dan Bekasi mengalami gagal panen. Kehidupan sosial nelayan dipesisir menjadi terganggu. Lokasi pariwisata pantai di Karawang ditutup karena pantainya tercemar tumpahan minyak.

Tubagus Achmad Direktur Esekutif Walhi DKI Jakarta menyebutkan, “Pencemaran ini bila tidak dikendalikan akan mencapai Kepulauan Seribu. Hal itu harus dicegah mengingat kehidupan masyarakat Kepulauan Seribu bergantung dengan kondisi laut. Dan sudah ada beberapa laporan nelayan tumpahan itu sudah mencapai bagian timur Kepulauan Seribu,” terang Tubagus.

Sementara itu Meiki Paendong Direktur Esekutif Walhi Jawa Barat menyatakan, ”Tumpahan minyak di perairan laut dan pantai Karawang telah mengancam sumber kehidupan dan keberlanjutan layanan alam. Pertamina harus tuntas dalam mengupayakan pemulihan ekosistem laut, pantai, dan mangrove yang terkena dampak tumpahan minyak”, jelas Meiki.

Sedangkan Dwi Sawung, Manager Kampanye Energi dan Perkotaan Walhi Esekutif Nasional menambahkan, ”Pencemaran ini harusnya bisa dikendalikan, dan masyarakat terdampak mendapat pengetahuan dan informasi dari dampak yang akan terjadi. Kami melihat masyarakat yang membantu menangani tumpahan minyak tidak dapat pengetahuan yang sama dengan pegawai Pertamina tentang bahaya dan standar penanganan tumpahan minyak. Pemerintah harus audit Pertamina karena kecelakaan itu terjadi dalam waktu tidak lama setelah di Balikpapan,” tambah Dwi”

Pewarta: Yudi AS.
Editor: Djali Achmad

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 14 kali

Baca Lainnya

Sepenting Apa Skoring Indeks Desa Membangun (IDM)?

25 Juli 2022 - 13:37 WIB

Desa Peliatan

Beberapa Data IDM Kemendes Terdapat Yang Tidak Konsisten

22 Juli 2022 - 19:32 WIB

IDM 2021

Mengapa Baksos TNI/Polri Ke Desa Tidak Masuk Variabel Penilaian IDM Kemendes?

21 Juli 2022 - 17:43 WIB

Baksos Korem 132/Tadaluko

Peroleh 885 Juta, Desa Sungai Benuh Jambi Tetap Berstatus Desa Sangat Tertinggal

20 Juli 2022 - 05:35 WIB

Desa Sungai Buluh

Profil Desa Paling Sangat Tertinggal di Indonesia

18 Juli 2022 - 19:36 WIB

Desa Diyoudimi

Akses Internet dan Jalan Aspal Belum Ada, Kurulimbu Selatan NTT Naik Status

15 Juli 2022 - 18:02 WIB

IDM Kemendes PDTT
Trending di Artikel