Menu

Mode Gelap
Sepenting Apa Skoring Indeks Desa Membangun (IDM)? Beberapa Data IDM Kemendes Terdapat Yang Tidak Konsisten Mengapa Baksos TNI/Polri Ke Desa Tidak Masuk Variabel Penilaian IDM Kemendes? Peroleh 885 Juta, Desa Sungai Benuh Jambi Tetap Berstatus Desa Sangat Tertinggal Profil Desa Paling Sangat Tertinggal di Indonesia

Dinamika · 21 Agu 2019 09:00 WIB ·

Bimtek Inovasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan di OPAL

jurnaldesa/foto:bptpbalitbangtanbengkulu (Bimtek Inovasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan di OPAL)

Jurnaldesa.id | Bengkulu – Penggunaan lahan pekarangan rumah atau halaman kantor sebagai tempat bercocok tanam sayuran dan buah akan menghasilkan banyak manfaat. Selain bernilai estetika juga sebagai penyedia sumber pangan sehat. Berbagai cara bercocok tanam dari mulai tanam langsung, tanam dalam polybag, hidroponik, vertikultur dan lainnya.

Obor Pangan Lestari (OPAL) menjadi Program Kementerian Pertanian Republik Indonesia sebagai upaya promosi dan sarana percontohan bagi masyarakat dalam pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan dan gizi keluarga. OPAL mencakup dua komponen yaitu perbibitan dan pertanaman.

Sejak tahun 2016, Badan Litbang Pertanian telah memulai program serupa dengan nama Taman Agroinovasi dan Agro Inovasi Mart (Tagrimart) yang menngembangkan percontohan inovasi budidaya tanaman sumber pangan dan gizi di area kantor yang menjalankan tiga fungsi, yaitu display percontohan, klinik agribisnis (konsultasi) dan mart (komersialisasi).

Dalam rangka menyempurnakan fungsi itu kegiatan Tagrimart dan OPAL BPTP Balitbangtan Bengkulu bekerja sama dengan Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bengkulu melaksanakan Bimbingan Teknik Inovasi Teknologi Pemanfaatan Lahan Pekarangan bagi Kelompok Wanita Tani (KWT), Pemanfaatn lahan pekarangan beserta penyuluh pendampingnya.

Pada bimtek itu, ibu-ibu KWT mendapatkan materi sekaligus praktek langsung mengenai teknologi budidaya sayuran dalam polybag, budidaya sayuran hidroponik, teknologi pengendalian hama dan penyakit tanaman sayuran, teknologi pengolahan kompos dari limbah rumah tangga serta pascapanen dan pengolahan sayuran menjadi jus sayuran.

Teknik budidaya sayuran hidroponik dengan berbagai media seperti pipa paralon, sterofoam, jerigen bekas dan botol bekas, menjadi materi yang paling diminati peserta. Peserta mendapat bimbingan mulai dari penyiapan persemaian, pindah tanam, pemeliharaan hingga panen dan pasca panen.

Pewarta: Yudi AS.
Editor: Djali Achmad

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 20 kali

Baca Lainnya

Sepenting Apa Skoring Indeks Desa Membangun (IDM)?

25 Juli 2022 - 13:37 WIB

Desa Peliatan

Beberapa Data IDM Kemendes Terdapat Yang Tidak Konsisten

22 Juli 2022 - 19:32 WIB

IDM 2021

Mengapa Baksos TNI/Polri Ke Desa Tidak Masuk Variabel Penilaian IDM Kemendes?

21 Juli 2022 - 17:43 WIB

Baksos Korem 132/Tadaluko

Peroleh 885 Juta, Desa Sungai Benuh Jambi Tetap Berstatus Desa Sangat Tertinggal

20 Juli 2022 - 05:35 WIB

Desa Sungai Buluh

Profil Desa Paling Sangat Tertinggal di Indonesia

18 Juli 2022 - 19:36 WIB

Desa Diyoudimi

Akses Internet dan Jalan Aspal Belum Ada, Kurulimbu Selatan NTT Naik Status

15 Juli 2022 - 18:02 WIB

IDM Kemendes PDTT
Trending di Artikel