Menu

Mode Gelap
Status IDM 3 Desa Perbatasan Kecamatan Sei Menggaris Dengan Malaysia 3 Dari 5 Desa Perbatasan Kecamatan Tulin Onsoi Dengan Malaysia Masih Tertinggal Limpakon, Desa Perbatasan Kecamatan Lumbis Ogong Dengan Malaysia Masih Tertinggal Status 6 Desa Perbatasan di Kecamatan Lumbis Pansiangan Masih Tertinggal Seluruh Desa Perbatasan di Kecamatan Lumbis Hulu Berstatus Desa Tertinggal

Dinamika · 21 Okt 2021 17:00 WIB ·

Pentingnya Financial Planning Bagi UMKM (Part 2)


 Pentingnya Financial Planning Bagi UMKM (Part 2) Perbesar

Jurnaldesa.id | Jakarta – Perencanaan keuangan merupakan sebuah kegiatan yang krusial bagi pelaku UMKM. Justru karena minimnya pilihan permodalan, biaya produksi dan operasional lainnya, maka perencanaan keuangan sangat penting bagi keberlangsungan usaha pelaku UMKM. Tentunya untuk melakukan perencanaan keuangan yang perlu diperhatikan adalah cash flow atau arus kas dan pengelolaan profit atau laba.

“Pencatatan keuangan, cash flow atau arus kas, tentunya harus dilakukan dengan komprehensif atau menyeluruh. Dari pencatatan keuangan inilah kita dapat meninjau kesehatan keuangan pelaku UMKM per periodenya. Tinjauan ini berguna untuk mengetahui laba bersih yang berdasarkan biaya – biaya yang dikeluarkan. Dengan pencatatan inilah kita mengetahui apakah usaha kita sudah balik modal, rugi atau bahkan menghasilkan laba bersih,” kisah Fatma Alatas, Pemerhati dan Narasumber Perencana Keuangan.

Dia bercerita, laba bersih atau profit tentunya butuh pengelolaan juga. Jangan juga karena usaha mendapatkan keuntungan, pelaku usaha merasa bebas untuk menghabiskan keuntungannya yang konsumtif. Pengelolaan keuntungan ini yang pertama adalah saving atau menabung untuk kondisi dan situasi tertentu yang membutuhkan modal. Kedua, keuntungan juga dapat dikelola untuk ekspansi usaha seperti menambah item produk atau membuka cabang ditempat lain.

“Ketiga adalah ini yang paling jarang dilakukan oleh UMKM tapi bermanfaat, yaitu berinvestasi ke jenis usaha yang berbeda untuk memperoleh passive income atau penghasilan pasif dari jenis usaha baru. Untuk analisis arus kas tentunya membutuhkan kecermatan tersendiri, seperti halnya penjualan dan penghasilan bulan, triwulan, tengah tahun dan akhir tahun. Kemudian pencatatan inilah yang akan ditinjau untuk improvement dan development atau peningkatan dan pengembangan,” ujar Fatma Alatas.

Dia menuturkan, pencatatan keuangan yang disebut sehat adalah arus kas yang mendapatkan selisih atau kelebihan yang biasa disebut dengan keuntungan. Tentunya keuntungan atau selisih yang diperoleh setelah dihitung dari faktor biaya – biaya yang telah dikeluarkan. Profit atau laba tentunya dapat dikelola dengan baik dan menjadi perencanaan keuangan yang bagus dan dapat mendatangkan penghasilan yang sustainable atau berkelanjutan.

Untuk ulasan lebih lengkapnya dapat disaksikan di tayangan video berikut :

https://www.youtube.com/watch?v=Mdsi63hVJF8&list=PLdis0Ns7XLfJZvlsFvXe_Q8TJ_FJxj7Ky&index=9
Pentingnya Financial Planning Bagi UMKM, part 2

Pewarta : FEB
Editor : LIN

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 92 kali

Baca Lainnya

Musrenbangdes RKP 2024 Desa Ambengan Bali Fokus Pada Kesehatan

10 Oktober 2023 - 08:10 WIB

Desa Ambengan

Program Electrifying Agriculture PLN Tekan Biaya Operasional Petani Bawang Hingga 75 Persen

28 April 2023 - 16:09 WIB

PLN

Pom Listrik Kapal Sandar PLN Bantu Nelayan NTT

28 April 2023 - 12:28 WIB

PLN

Siswa Sekolah Live in di Desa Wisata Binaan Bakti BCA

13 April 2023 - 17:08 WIB

BCA

BMKG Tingkatkan Literasi Iklim Petani Kopi

20 Maret 2023 - 15:04 WIB

BMKG

Warga Pedukuhan Gunung Cilik, Bantul, Tak Lagi Kesulitan Air Bersih

14 Maret 2023 - 18:32 WIB

BCA
Trending di Dinamika