10 Teladan Desa Majasari, Kecamatan Sliyeg, Indramayu

0
861

Desa Majasari terletak di Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Desa berpenduduk 5.489 jiwa ini merupakan Desa Terbaik Indonesia 2016. Pada APBDes TA 2017, Desa Majasari menganggarkan Pendapatan Desa sebesar Rp1,82 miliar dan Belanja Desa dianggarkan sebesar Rp1,77 miliar dan sebesar Rp798 juta digunakan untuk Pembangunan Desa. Berikut ini 10 hal yang menjadikan desa ini patut menjadi teladan:

  1. Desa ini unggul dalam bidang pemerintahan, kemasyarakatan dan kewilayahan. Hal itu berdasarkan penilaian tim juri pemilihan Desa Terbaik 2016, dari berbagai aspek seperti pemerintahan, kemasyarakatan dan kewilayahan. Termasuk lembaga desa seperi BPD, LPMD, Kelembagaan Pokmas dan partisipasi masyarakat.
  1. Desa ini memiliki peraturan desa tentang perlindungan TKI/TKW. Warga yang akan bekerja ke luar negeri harus menandatangi kesepakatan antara keluarga yang ditinggalkan, penyalur tenaga kerja dan kepala desa. Hal ini untuk menghindari permasalahan baik saat keberangkatan, di tempat bekerja dan kembali.
  1. Desa Majasari memiliki Rumah Edukasi bagi TKI berupa balai pendidikan dan ketrampilan, juga sekolah khusus bagi anak-anak TKI. Konsep pembangunan infrastruktur desanya juga maju dengan partisipasi warga yang ada di desanya maupun yang ada di luar negeri. Mereka yang tidak bekerja lagi di luar negeri kemudian membentuk kelompok usaha bersama Komunitas TKI Purna Mandiri dan TKI Purna Sejati, kini sudah memiliki kendaraan operasional sendiri.
  1. Tahun 1983 Desa Majasari merupakan desa IDT (Inpres Desa Tertinggal) karena angka kemiskinannya berada di angka 40%. Kini telah berhasil menurunkan tingkat kemiskinan di angka 8,24%. Pada tingkat nasional, angka kemiskinan Desa Majasari di angka 10%, di Kabupaten Indramayu sendiri berada di atas 12%.
  1. Kesadaran akan kebersihan dan gotong-royongnya cukup tinggi. Setiap warga wajib membuang sampah di tempatnya. Disetiap depan rumahnya terdapat tempat sampah organik dan non organik. Hasil dari sampah organik diolah warga menjadi pupuk untuk toga (tanaman obat keluarga) yang ada di pekarangan warga. Mereka juga gotong-royong dalam kegiatan desa dan bidang pertanian dan peternakan.
  1. Mayoritas warga Desa Majasari adalah petani. Ratusan hektare sawah di Desa Majasari memiliki cluster ekonomi usaha produktif berbasis pertanian. Terdapat juga cluster ekonomi yang mengolah daging sapi menjadi makanan seperti bakso, abon, nugget. Ada juga pengelolaan tas tali kur, kerupuk, keripik pisang, dan bros. Untuk para pemuda yang tergabung dalam karang taruna aktif di usaha seperti sablon kaos, dan jual beli produk khas Desa Majasari secara online dan offline.
  1. Belum banyak balai desa yang memiliki perpustakaan, terlebih dengan fasilitas internet. Di desa Majasari berbagai koleksi buku cukup lengkap untuk ukuran desa. Selain di balai desa, perpustakaan juga berkeliling dengan sepeda motor yang dilengkapi buku dan komputer yang terkoneksi internet. Di titik tertentu bahkan diberi akses WiFi gratis untuk video streaming atau video call dengan keluarga di luar negeri. Perpustakaan ini sudah mendapat pengakuan dan penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Indramayu bahkan juara III Lomba Perpustakaan Desa dan Kelurahan tingkat Nasional tahun 2014.
  1. Keunggulan Desa Majasari lainnya adalah dalam pengelolaan Bumdes. Bumdes Desa Majasari menggandeng pihak perbankan melalui program penggemukan sapi untuk keluarga TKI. Dari semula hanya 22 ekor kini sudah menjadi 200 ekor. Bahkan program penggemukan sapi di Desa Majasari diikutsertakan dalam lomba kelompok ternak berprestasi tingkat propinsi Jawa Barat.
  1. Pemerintah Desa Majasari cukup peduli dengan warganya. Salah satunya melalui program GERTAK PSN (Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk). Gerakan dari rumah ke rumah ini berisi sosialisasi dan praktik kepada masyarakat bagaimana memberantas sarang nyamuk dengan 3M Plus yakni Menguras bak air, Menutup penampungan air, Mengubur barang bekas, plus Membubuhkan bubuk abate pada penampungan air dan Memakai obat anti nyamuk. Desa Majasari menolak fogging dilingkungannya karena bahaya bagi kesehatan seperti keguguran, sesak nafas, dan racunnya menempel di tembok rumah. Selain itu Posyandu Desa Majasari sudah terorganisir dengan baik dengan berbagai programnya.
  1. Desa Majasari memiliki website sendiri yang dikelola langsung oleh aparatur desanya. Website desanya dianggap paling aktif diantara website-website desa yang ada di wilayah Indramayu dan di Jawa Barat.

Pewarta: Darmanto
Editor: Djali Achmad
Referensi: Buku Pintar Dana Desa (Kementerian Keuangan)