Menu

Mode Gelap
Status IDM 3 Desa Perbatasan Kecamatan Sei Menggaris Dengan Malaysia 3 Dari 5 Desa Perbatasan Kecamatan Tulin Onsoi Dengan Malaysia Masih Tertinggal Limpakon, Desa Perbatasan Kecamatan Lumbis Ogong Dengan Malaysia Masih Tertinggal Status 6 Desa Perbatasan di Kecamatan Lumbis Pansiangan Masih Tertinggal Seluruh Desa Perbatasan di Kecamatan Lumbis Hulu Berstatus Desa Tertinggal

Dinamika · 31 Mei 2022 11:00 WIB ·

Sedang Digemari, Bermain Skuter Listrik di Objek Wisata Istano Basa Pagaruyung


 Sedang Digemari, Bermain Skuter Listrik di Objek Wisata Istano Basa Pagaruyung. (Foto: InfoPublik) Perbesar

Sedang Digemari, Bermain Skuter Listrik di Objek Wisata Istano Basa Pagaruyung. (Foto: InfoPublik)

JURNALDESA – Bermain skuter listrik di objek wisata Istano Basa Pagaruyung, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, kini tengah menjadi primadona baru. Meski tergolong baru, para pengunjung bahkan rela mengantri agar bisa menikmati sensasi berkeliling dikawasan tersebut.

Tidak hanya digemari dari kalangan generasi milenial dan anak-anak saja, para orang tua pun tampak ikut mencoba wahana baru tersebut.

Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Veri Kurniawan saat ditemui di Pagaruyung, belum lama ini, mengatakan skuter listrik tersebut merupakan salah satu anak usaha Perumda yang diberi nama “TD Scooter” bertujuan untuk menarik wisawatan.

TD scooter hadir di Istano Basa Pagaruyung sebagai fasilitas bahwa Istano Pagaruyung itu tidak hanya terfokus pada spot-spot di depan saja tapi juga sampai ke belakang Istano.

“Makanya TD scooter hadir sebagai salah satu fasilitas agar tempat di belakang kawasan Istano Pagaruyung bisa diakses. Sehingga ada potensi-potensi lain ke depannya yang bisa dimaksimalkan, baik oleh Perumda sendiri maupun bagi masyarakat ataupun dari pemerintah daerah,” jelasnya.

Veri menambahkan, “Sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah, Perumda Tuah Sepakat memiliki tekad menjadi trigger bagi pariwisata di Kabupaten Tanah Datar dan bekerjasama dengan dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Parpora) setempat.”

Sebagai trigger, pihak Perumda akan fokus pada produk-produk atau kegiatan yang pada dasarnya sangat dibutuhkan oleh wisatawan namun belum terlalu diminati atau digemari oleh swasta.

Karena pada dasarnya wisatawan untuk datang dan menetap di Tanah Datar butuh fasilitas yang sesuai dengan mereka. Sementara swasta menghadirkan inovasi, menghadirkan sebuah tempat, fasilitas dan infrasutuktur.

Salah satunya yang dirasa penting untuk menarik wisatawan ke Istano Pagaruyung yaitu dengan menduplikasi bermain skuter listrik yang lebih dahulu viral di Ibukota Jakarta dan Yogyakarta, lalu mencobanya ke Tanah Datar.

“Setelah dicoba dan alhamdulillah antusias dari milenial terutama anak-anak suka dengan hal seperti ini. Dan mereka itu banyak ke sini mengelilingi istana dan berfoto-foto,” katanya.

Dalam sehari, TD Scooter biasanya diminati atau disewa sampai 100 pengunjung bahkan lebih dari itu di saat hari libur. Bagi pengunjung yang ingin menikmati diberikan waktu 15 menit dengan biaya sewa sebesar Rp20 ribu.

Dari segi keamanan TD Scooter memiliki tiga kecepatan. Untuk kecepatan paling tinggi mencapai 25 kilo per jam, dan biasanya hanya digunakan oleh kru atau orang dewasa saja.

Kemudian untuk kecepatan menengah hingga 20 kilo per jam. Dan kecepatan paling rendah maksimal kecepatannya 15 kilo perjam. Untuk kecepatan terendah biasanya digunakan untuk kalangan anak-anak.

“Dari segi keamanan, sebelumnya kami akan mengedukasi terlebih dahulu tentang apa itu kecepatan awal. Lalu kita ajarkan bagaimana mengerem, memulai, dan menambah kecepatan,” papar Veri.

Veri menambahkan, “Kedepannya kita akan bekerjasama dengan asuransi disetiap pembelian karcis TD Scooter. Sehingga nanti kegiatan wisata ini mereka sudah tercover dengan asuransi. Saat ini tinggal MoU saja”.

Selain itu,kedepannya pihak Perumda direncanakan akan menambahkan unit dan penambahan tempat destinasi, seperti di tempat yang memiliki pemandangan alam yang bagus, serta kontur jalan yang cocok untuk bermain skuter.

Penambahan lokasi tersebut direncanakan ada di pusat Kota Batusangkar. Tepatnya di kawasan Lapangan Cindua Mato dan juga di Teksas atau di Sawah Kariang.

“Saya sudah coba dan tempatnya juga bagus. Kami sedang memikirkan infrastruktur pendukung dan penambahan unit yang memiliki daya baterei yang lebih lama. Sebab kontur jalannya yang sedikit menanjak sehingga memerlukan baterei yang cukup kuat,” pungkasnya.

Menurut salah seorang pengunjung objek wisata Istano Basa Pagaruyung yang sedang menikmati skuter listrik, Silvia, mengatakan bahwa dengan adanya sewa skuter menjadi pengalaman yang berbeda bagi pengunjung di Istano.

Pewarta: MAD
Sumber: InfoPublik

 

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 181 kali

Baca Lainnya

Keelokan dan Kebersihan Desa Wisata Penglipuran Bali Diakui Dunia

28 Oktober 2023 - 15:10 WIB

Desa Penglipuran

Musrenbangdes RKP 2024 Desa Ambengan Bali Fokus Pada Kesehatan

10 Oktober 2023 - 08:10 WIB

Desa Ambengan

Program Electrifying Agriculture PLN Tekan Biaya Operasional Petani Bawang Hingga 75 Persen

28 April 2023 - 16:09 WIB

PLN

Pom Listrik Kapal Sandar PLN Bantu Nelayan NTT

28 April 2023 - 12:28 WIB

PLN

Siswa Sekolah Live in di Desa Wisata Binaan Bakti BCA

13 April 2023 - 17:08 WIB

BCA

BMKG Tingkatkan Literasi Iklim Petani Kopi

20 Maret 2023 - 15:04 WIB

BMKG
Trending di Dinamika